
Semua orang sudah kumpul di apartemen Rafael, haihh bukannya membuat Rafael senang malah bertambah pusing, dirinya yang terus terusan di sindir, meskipun memang benar itu kenyataan nya tapi Rafael juga punya hati dan sudah mengakui kesalahannya, dirinya sudah berubah.
"Ini tuh bukan sakit ya, mana dia tidak terlihat sedang sakit", sindir Mami Lily.
"Ya sembuh dong kak orang sudah baikan sama pawangnya".
"Kalau aku wanitanya tidak akan pernah mau kembali lagi sama laki laki yang sudah menyakiti kita", sindiran pedas dari Mami Lily.
Astagfirulloh gue punya ibu begini banget, se pedas ini ucapannya, batin Rafael.
"Mih jangan suka membahas masa lalu, sudah yang lalu biarkan berlalu yang paling penting dia sudah mengakui kesalahannya dan mau berubah apa salah nya sih", Daddy Reja sudah bingung harus dengan cara apa melulihkan hati istrinya ini.
"Sudah kita berkumpul di sini bukan untuk ribut", Papa Pandi langsung bicara sebab jika di biarkan saja yang akan terjadi di akhirnya Mami Lily dan Daddy Reja lah yang ribut.
Pada akhirnya ke empat orang tua itu beralih ke topik lain, Mami Lily bukan tidak sayang sama Rafael hanya saja masih menyimpan kekesalan, kenapa Rafael harus mengikuti jejak Papinya padahal dirinya dengan susah payah kerja keras dan mengajari hal hal baik.
Rafael dan Dava sudah masuk kamar karena bocah itu sudah waktunya tidur siang bahkan terlewat karena ke asikan main.
"Bobo ya sayang kata Mami ini sudah waktunya bobo siang", mengelus kepala anak nya.
"Iya Pih", anak itu langsung naik ke kasur dan bersembunyi di bawah guling.
Salah satu kebiasaan Dava agar cepat ter tidur mukanya di sembunyikan di bawah guling.
"Pengap sayang", Rafael yang baru pertama melihat itu langsung membuka guling.
"Aku seperti ini Pih agar cepat ter tidur".
__ADS_1
"Maafkan Papi yang tidak tau kebiasaan kamu nak".
"Hehehee gak apa apa Pih", menyembunyikan mukanya lagi langsung memejamkan mata, tidak butuh waktu lama agar tertidur dengan pulas.
.
Fely masih sibuk di kantornya, tidak mau membawa kerjaan ke rumah, apalagi dirinya mau menemui mertua yang sudah hampir 5 bulan tidak bertemu.
📩 "Sayang cepat pulang aku gak kuat omongan Mami Lily pedes banget 😭😭😭".
📩 "Kayanya kalau ada kamu Mami gak bakalan seperti ini".
📩 "Sayang❤😭😭😭".
📩 "Ternyata di dunia ini aku hanya punya kamu sama anak kita😟😭".
Fely membaca deretan pesan dari Rafael tidak bisa menahan tawanya, sampai tergelak merasa lucu membayangkan wajah laki laki itu jika tertekan.
📨 "Sabar itu ujian💪".
📨 "Biarkan Mami bicara apapun ya, jangan sampai menyauti walawpun ucapannya pedas, kamu tau kan kisah Mami dari kecil".
📨 "Obat sudah di minum?".
📨 "Dava sudah bobo?".
📨 "Aku mau selesaikan kerjaan sebentar ya".
__ADS_1
Membaca deretan pesan dari Fely malah membuat Rafael semakin menitihkan air mata, Fely punya hati seluas samudra, ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yang terjadi pada hidupnya.
Fely dengan ikhlas membukakan pintu maaf untuk dirinya yang sudah benar benar membuatnya hancur.
📩 "Ku tunggu, andai tiga menit lagi😌".
📩 "Ikhlas sayang karena dia ibuku😭".
📩 "Sudah, tinggal obat yang bisa berjalan dan bisa di peluk yang masih belum sampai".
📩 "Anak kita tampan banget ya apalagi jika sedang tertidur, mukanya damai, sayang sekali aku baru bisa menikmatinya sekarang".
"Oke cepat pulang ya ❤❤❤".
Menatap wajah lelap Dava membuat hatinya bergemuruh hebat.
Anak gue sudah sebesar ini, tapi gue baru dua kali menemaninya tidur, gue belum bisa membahagiakannya.
Maafkan Papi sayang, Papi berjanji akan terus ada untuk kamu dan Mami, kalian duniaku terimakasih sudah menyayangi Papi nak, ibumu sungguh luar biasa.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤