ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
118.


__ADS_3

Kini dua orang yang sedang di ruangan tertutup itu saling menatap sinis.


Ya Johan tidak mau ada orang lain di ruangan itu hanya cukup dirinya dengan Pandi saja.


Menyodorkan map biru ke hadapan Pandi, "Silahkan pak", ucapnya dengan dengan senyum simpul.


Pandi hanya membaca sekilas, namun sudah sangat paham dengan semua isi 3 lembar kertas itu.


Bahkan walawpun di bolak balik isi semua yang ada di tiga kertas itu hanya itu itu saja.


Cih akan ku pastikan bukannya kau dapat tambahan dariku malah sebaliknya yang kau punya sekarangpun aku akan ambil, batin Pandi.


Rasanya sudah cukup dirinya selalu mengalah, andai mereka tidak membuat asal lagi dan lagi mungkin Pandi tidak akan mengambil yang sebenarnya mutlak hak dirinya.


Pakde Heru sebenarnya anak angkat nenek Juita dan kakek Raman, beliau dulu menemukan pakde Heru di pinggir jalan pas kecelakaan motor dirinya dan keluarganya, karena kedua orang tuanya menitipkan pada kakek Raman akhirnya mereka besarkan dengan kasih sayang, meskipun waktu itu nenek Juita sedang hamil besar anak mereka yaitu Bu Mirah.


"Apa lagi yang kau mau dari gue?", tanya Pandi dengan santai, menyandarkan badannya ke kursi yang iya duduki.


"Sebagian saham yang lo punya?", dengan tidak tau malunya Johan bicara seperti itu.

__ADS_1


Gila Johan memang sangat gila harta.


Ck, Pandi berdecak sambil menggelengkan kepala tersenyum miring, miris punya saudara yang harusnya saling merangkul dan mensuport, kenapa ini sebaliknya selalu dan selalu ingin menjatuhkan bahkan bisa di bilang bermusuhan.


Dan apa tadi katanya benar benar manusia gak ada akhlak ini, gue punya itu semua juga hasil susah payah bahkan sampai lupa waktu, batin Pandi masih tersenyum miring.


"Hanya itu yang lu mau?", tanya Pandi lagi.


"Sandra Seliana Winata", ucapnya tersenyum.


Johan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Sandra, sebenarnya mereka sempat beberapa kali bertemu, Johan beberapa kali menjemput kekasihnya dari kampus dan ternyata satu kampus dengan Sandra bahkan teman kampusnya.


Deg, dengan jelas si berengsek ini menyebut wanitanya.


"Hahaa mimpi kau".


"Ya gue memang sering mimpi bercinta dengannya, bahkan Sandra adalah fantasi terhebat yang selalu gue bayangkan untuk mencapai pelepasan hahahaa", tawanya menggema di ruangan itu.


Benar benar Johan membicarakannya dengan gamblang bahkan di hadapan suaminya.

__ADS_1


Tangan Pandi mengepal kuat bahkan urat urat di ruas tangannya pun sangat terlihat, kurang ajar bajingan bangsat istriku kau jadikan fantasi, gue tidak akan sudi kau menjadikannya fantasi liar, geramnya.


"Bajingak kau", merelmparkan map tadi yang di sodorkan Johan padanya.


Pandi terus berusaha mengontrol emosinya, menghadapi Johan yang super duper menjengkelkan dan memuakan, dirinya harus banya banyak nahan emosi.


"Hahaa santai bro santai, mana Pandi yang dulu kalem dan baik".


Cih gue dulu diam juga karena tidak mau ada keributan dengan saudara sendiri, walawpun sebenarnya bukan saudara juga, namun kali ini kau mengibarkan bendera perang lagi, akan ku pastikan kau kalah bahkan sebelum berperang juga.


"Ya gue masih yang dulu", saut Pandi lagi.


"Bagus, memang kau tak ada bedanya", Johan mencebikan bibirnya.


.


.


.

__ADS_1


Johan pembisnis kalangan bawah bahkan hanya perintis mana dia tau bagaimana Pandi yang sebenarnya sekarang.


Happy reading🖤🖤🖤


__ADS_2