
Hari semakin sore mereka masih mengelilingi tempat wisata itu, hati Pandi semakin deg degan, Seli Sandra dan kak Lily mereka di biarkan puas mengelilingin tempat wisata itu sedangkan yang lain memilin duduk istirahat.
"Pa, Ma boleh Pandi bicara?", tanya Pandi dengan serius.
"Mau bicara apa sayang tumben kayanya penting banget", ucap Mama Selina.
"Bicara lah nak", ucap Papa Handra.
"Maaf ya kalau Pandi selama ini kurang sopan, Mama sama Papa mau bilang Pandi kurang ajar juga boleh atau mau membenci Pandi juga tidak apa apa".
Mama Selina dan Papa Handra semakin bingung dengan ucapan Pandi, perasaan selama hampir lima tahun ini Pandi tidak penah mengecewakan atau membuat mereka malu malah selalu membuat mereka bangga dengan segala pencapaian yang Pandi dapat.
"Ada apa ini, kamu melakukan kesalahan apa?", tanya Papa Handra.
"Aku mencintai Sandra Pa bahkan sejak awal kami bertemu, Maaf kalau Pandi kesannya kurang ajar selama ini, tapi jujur dari lubuk hati Pandi Pa Ma Pandi menyayanginya bukan hanya sekedar kakak ke adiknya, rasa sayang ini seperti seorang peria ke wanita pada umumnya".
Mama Selina melongo otak nya tak berjalan sama sekali tidak bisa mencerna kata kata yang Pandi ucapkan. Sedangkan Papa Handra malah tersenyum dalam hatinya namun menampilkan muka datarnya lalu mendelik ke arah Pandi.
"Gimana Ma, bagusnya kita apain ni anak?", tanya Papa Handra.
"Hahhh apa Pa, Mama gak bisa mikir gak mudeng sumpah, Pandi tadi ngomong apa?".
"Aku mencintai Sandra anak kesayangan Mama anak semata wayang Mama sama Papa, Maaf Ma kalau Pandi kurang ajar dan tidak tau berterima kasih selama ini".
"Hahhh bener ni Pa apa yang di ucapkannya tadi?".
"Iya Ma, terserah Mama, mau di apain juga anak penghianat sepertinya".
"Kamu serius Pan?", tanya Mama Selina memastikan.
"Serius Ma, bahkan kalawpun Mama sama Papa tidak akan mengijinkan hubungan Pandi sama Sandra juga, tetap akan Pandi perjuangkan".
"Anak mu lawak mbak", ucap Papa Handra pada Bu Mirah.
Bu Mirah sudah deg degan juga takut keputusan Pandi ini malah akan memperkeruh kekeluargaan mereka.
Pandi tak kalah deg degan juga, mau bagaimana lagi mau sampai kapan mereka akan terus menyembunyikan hubungan ini bukan lagi yang mengejar Sandra semakin banyak membuatnya takut Sandra akan berpaling ke yang lain sebab hubungan mereka seperti Pandi gantung.
__ADS_1
"Pa mukannya udah panik kasian", Mama Selina mencubit lengan suaminya.
"Hahah ngadepin insvetor besar juga tidak takut takut tidak ada muka panik takut tidak menang".
"Beda Pa, ini anak orang bahkan lebih dari permata", ucap Renaldi yang ada di sana juga sedang memangku Rafael.
"Apa Papa dan Mama tidak akan menyetujui hubungan kami?", tanya Pandi dengan muka sudah putus asa sebab obrolan mereka seolah di gantung lebih memilih ngajak Rafael bercanda tadi.
"Kamu pikir siapa yang akan lebih cocok hidup dengan anak Papa?".
Pandi menggeleng, "Pandi tidak tau Pa".
"Lu ngapa sih Pan udah kaya orang bego tau", Renaldi terkekeh menertawakan Pandi yang sedang putus asa menunggu jawaban dari Papa Handra dan Mama Selina.
"Mama itu terserah Sandra sayang, apa kamu sama Sandra sudah mempunyai hubungan selama ini?", tanya Mama Selina.
"Sudah lebih dari 3 tahun Ma, pecundang gak tuh", ucap Renaldi, kapan lagi dia bisa merendahkan Pandi hahahaa.
Pandi mendelik ke arah Renaldi seolah matanya berkata, awas saja kau akan ku habisi.
"Kalian bisa menyembunyikan hubungan sampai selama itu", Papa Handra menggeleng sambil terkekeh, Pandi sangat pintar bukan hanya tentang bisnis bahkan pintar menyembunyikan hubungan juga ternyata.
"Maaf Ma Pa".
"Udah jangan Maaf Maaf terus, lagia siapa lagi yang akan bisa Mama percaya selain kamu yang akan menjaga dan dan melindungi anak Mama seumur hidup nya. Terus setelah ini apa yang akan kamu rencanakan?".
"Melamarnya, memintanya ke Mama sama Papa", ucap Pandi menyengir, ketakutannya menghilang setelah mendapat jawaban dari Mama Selina.
"Ya Allah lihat anak yang merangkak menjadi calon menantumu itu Ma, benar benar dia sudah menyiapakan semuanya".
"Hahaa romantis dong Pa harus kaya gitu".
"Mama titip anak Mama ya sayang, kalau nanti kamu sudah tidak menyukainya jangan menyiksanya jangan melukai hatinya, kembalikan dia pada Mama dan Papa".
"Aku janji akan membahagiakan dan menyayangi Sandra seumur hidupku Ma".
Mama Selina menangis Alhamdulillah do'a nya selama ini terkabul bahkan ternyata Pandi dan Sandra sudah mempunyai hubungan di belakang mereka.
__ADS_1
Papa Handra juga bahagia akhirnya yang selama ini dia takutkan, takut anak semata wayangnya itu jatuh kepada lelaki yang tidak tepat, takut anaknya di sakiti, mendengar cerita Lily juga dia merasa miris sama anak muda jaman sekarang, padahal istri adalah rumah istri tempat pulang dikala kita sedang lelah.
"Kapan kamu akan melamar anak Papa".
"Sekarang", ucap Pandi singkat jelas padat.
"Apa tidak mau membuat pesta nak?", tanya Mama Selina.
"Nanti pestanya pas nikah saja Ma".
"Maksudnya apa mau menikah secepat itu juga".
"Iya, terlalu banyak dosa selama ini kami sering berdua meskipun tidak pernah melakukan apa apa".
"Kapan dimana?", Mama Selina semakin menggeleng dengan dua anak nya ini yang sangat pintar menyembunhikan hubungan.
"Pantas dia sering ke kantor kamu Pan, Papa kira benar dia sedang belajar tentang bisnis denganmu", Papa Handra terkekeh bodohnya dia begitu percaya dengan alasan anak gadisnya.
"Iya belajar bisnis sambil pacaran kan enak Pa", Renaldi terbahak bahak.
"Hahaa kamu ini", Papa Handra juga tertawa.
"Maafkan anak ku yang kurang sopa ya Han Lin", ucap Bu Mirah yang dari tadi dia hanya diam saja.
"Apa Mbak, udah lah ya emang aku dan mas Handra juga sudah berencana dari awal akan menjodohkan mereka hahahaa".
Membuat Pandi melongo, andai dia tau dari awal gak mungkin sampai selama ini hubungannya di sembunyikan karena takut di larang.
"Ya Allah hahahaa", Bu Mirah tertawa dan semua yang kumpul di sana tertawa kecuali Pandi yang sangat merasa bodoh.
.
.
.
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘
__ADS_1