ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
39.


__ADS_3

Baru saja Pandi sampai kantornya, dia langsung mengerjakan semua pekerjaan nya lagi.


"Pan, gue ada kelas dulu siang ini".


"Yaudah pergi sana", usir Pandi.


"Elu udah makan?", tanya Renaldi.


"Belum, lu udah makan blm?".


"Belum gue juga, makan dulu yuk gue pesan makannan nya, habis makan gue langsung ke kampus nanti".


"Yaudah terserah elu aja".


.


Mereka makan dengan tenang, setelah melalui percekcokan kecil tadi sambil menunggu makannan yang di pesan Renaldi datang.


Setelah makan Renaldi langsung berangkat ke kampus dan Pandi juga menyelesaikan pekerjaan nya lagi.


Hari sudah semakin sore nampun pekerjaan nya yang selalu menumpuk tak kunjung selesai juga, bukan lagi Pandi yang masih mengerjakan laporan dari perusahaan Papa Handra. Sedang pokus pokusnya Pandi meneliti laporan yang di kirimkan sekertaris Papa Handra.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan nya, Pandi merasa heran, karena ini hari sudah sore dan karyawan nya juga sudah pada pulang. Siapa ya pikir Pandi dia bangkit dari kursi kerjanya membuka pintu.


"Papa, Mama", kaget Pandi.

__ADS_1


"Iya, Pan, Assalamualaikum", ucap mereka berbarengan.


"Walaikum salam, Ma, Pa ada apa?".


"Papa kesini ada perlu sama kamu Pan, Papa titip perusahaan dulu ya".


"Papa mau kemana?", tanya Pandi bingung.


"Papa sama Mama malam ini juga akan berangkat ke negara S".


"Ada apa ko bisa mendadak, ada masalah yang serius?".


"Tidak hanya ada masalah sedikit di sana, Papa percaya sama kamu, kamu pasti bisa mengurus semuanya dengan baik".


"Iya Pa, akan Pandi usahakan, yudah hati hati, kabari Pandi jika sudah sampe sana".


"Anak Mama sekarang semakin hebat, Maaf kan Mama sama Papa yang sudah memberimu beban begitu banyak ya sayang".


"Mama tenang saja, sehat sehat di sana kabari Pandi terus", Pandi membalas pelukan Mama Selina, dia sudah merasa seperti ke ibu kandungnya sendiri.


"Iya sayang, Mama sama Papa berangkat ya, kamu juga jaga diri baik baik, salam sama Ibu dan anak cantik Mama satu lagi".


"Iya nanti akan Pandi sampaikan".


"Yaudah kita pamit nak, Assalamualaikum".

__ADS_1


Setelah Papa Handra dan Mama Selina keluar dari ruangan kerja itu, Pandi bingung memikirkan dan menerka nerka, sebenarnya ada apa dengan kedua orang tua angkatnya itu pergi mendadak tidak seperti biasanya, biasanya kalau mau pergi dari seminggu yang lalu sudah bicara padanya.


Huwhhh membuat Pandi bingung saja, karena pusing memikirkan semuanya Pandi lebih memilih untuk pulang, kerja juga dia tidak akan konsen yang ada akan membuatnya tambah pening.


Di sepanjang perjalannan Pandi juga masih memikirkan itu semua, jika ada masalah dengan Sandra, pasti berangkatnya ke negara L bukan negara S, gumam Pandi.


Sampai rumah Pandi di sambut dengan senyuman hangat oleh Ibu dan adiknya, setelah ada Ibu dan adiknya setiap hari selalu seperti itu, mereka lah obat capeknya Pandi merekalah ketenangan Pandi.


"Sudah pulang nak", ucap Ibu mengusap bahu anaknya yang sedang memberikan salam padanya.


"Iya Bu, Pandi tersenyum pada Ibunya, aku mandi dulu ya".


"Iya nak, nanti turun makan ya".


"Iya bu".


Pandi menaiki tangga menuju kamar, Setelah bersih bersih dia merebahkan tubuhnya sebentar.


β€’


β€’


β€’


Utor mau ucapin Terimakasih banyak sama yang sudah dukung dari awal membuat karangan ini, Terimakasih karena masih setia membaca sampai saat ini😘😍

__ADS_1


πŸ–€πŸ–€πŸ–€ Happy reading 😍😍😍


__ADS_2