ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
06.


__ADS_3

Pandi sudah mulai bekerja. Alhamdulillah dia kemarin langsung ke terima kerja, bahkan Pandi di perbolehkan jika dia sedang ada mata kuliah maka bisa di mundurkan atau di majukan jam kerja nya.


Sudah ada kesepakatan juga jika Pandi sudah menyelesaikan semester 4 nya, maka dia akan di angkat menjadi karyawan di sana.


Beruntung sekali bertemu dengan bos yang baik, perusahaan ini memang tidak besar namun tidak kecil juga.


Pandi sudah di berikan buku buku untuk belajar dunia bisnis juga oleh sang pemilik perusahaan itu.


Pak Handra, sangat tertarik dengan cita citanya Pandi. Kemari mereka semapt bertemu di jalan, Pandi yang sedang berjalan sambil membawa lamaran kerja nya, bertemu dengan pak Handra di jalan karena ban mobilnya bocor.


Sebentar mengobrol di pinggir jalan, sambil menunggu montir yang sedang mengganti ban nya.


Pas kebetulan juga tempat kerja yang akan di lamar Pandi itu perusahaan punya pak Handra.


Pandi bekerja dengan giat, meski memakai baju seragam cleaning service dia terlihat tampan, tubuh kekar bak atlet atau anak suka gym.


Bahkan beberapa karyawan di sana sering ber bisik bisik, andai bukan OB sudah gue pacarin, andai anak orang kaya mau banget gue di nikahin, dan masih banyak andai andai lainnya.

__ADS_1


Namun Pandi tidak menghiraukan itu, dia masabodolah dengan mereka yang membicarakannya.


"Selamat siang pak?", Pandi membungkuk hormat kepada bos nya itu.


"Iya siang juga Pandi", pak Handra berlalu karena ingin menjemput anaknya pulang sekolah.


Beruntung karyawan di perusahaan itu banyak sekali yang ramah, namun tidak menutup kemungkinan banyak yang ketus juga judes.


Pandi baru saja mengelilingi kantor itu mencari sudut yang masih kotor.


"OB baru ya?", tanya bu Raisa.


"Iya bu ada yang bisa saya bantu?".


"Namanya siapa ya?, saya baru liat kamu hari ini?, tanya nya lagi".


"Saya Pandi bu, iya saya juga baru mulai bekerja hari ini".

__ADS_1


"Ohhh pantas saya baru liat, kamu bisa tolong belikan saya makan di depan tidak?, saya lagi banyak kerjaan ini, laporan saya harus selesai hari ini".


"Bisa bu bisa", ucap Pandi.


"Kamu sudah makan belum?, kalau belum makan sekalian beli buat kamu juga ya, bilang saja nanti ke orangnya ini makannan buat bu Raisa gitu ya, nanti juga dia tau".


"Alhamdulillah saya sudah makan bu, siap bu di gunggu ya", Pandi berjalan untuk membelikan makannan bu Raisa, sambil sesekali mengucap Alhamdulillah, masih banyak yang ramah ke orang kampung sepertinya.


Hari demi hari telah Pandi lewati, sudah satu minggu saja dia bekerja tidak terasa, bahkan sering sekali di kasih bonus karena membelikan makan atau minum, bersyukur Pandi sangat bersyukur di pertemukan dengan orang orang baik seperti, pak Handra yang punya perusahaan, bu Raisa sebagai kepala marketing, pak Heru dan pak Adnan, mereka sering menyuruh Pandi membantunya namun dengan di kasih uang jajan 20 30 kadang 50 ribu juga, dia bisa membeli makan dengan tidak mengeluarkan uang tabungannya.


Memang kalau kita melakukan sesuatu dengan ikhlas akan tidak terasa waktu sepanjang apapun.


Besok Pandi sudah mulai kuliah, sebelum kuliah Pandi akan bekerja ter lebih dahulu, karena besok ada mata kuliah dari jam 10 sampai pulang jam 1 siang, dia akan berangkat dari tempat kerja dan pulang ke tempat kerja lagi.


🖤🖤🖤


Jangan lupa like ya, Utor minta dukungannya dari Kakak-kakak semua, Terimakasih🙏

__ADS_1


Salam sayang dari Utor😘😘😘


__ADS_2