ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
106.


__ADS_3

Yang di tunggu tunggu tak kunjung datang, seharusnya Renaldi dan Seli sudah sampai lagi di rumah sakit, karena ini sudah jam 7 malam.


Pandi dan Sandra sedang berdua ketiga bayi mereka, sedangkan yang lainnya berada di ruangan samping, mereka hanya terhalang tembok doang.


"By Seli sama kak Ren belum balik juga ya?", tanya Sandra, sudah lebih dari tiga jam mereka pulang, harusnya sudah kembali lagi kalau hanya mandi dan ambil baju sebab di jalan hanya butuh waktu 15 menit doang karena tidak begitu jauh.


"Iya biarkan saja tadi Renaldi sudah bilang minta waktu sebentar, dia mau bicara sama Seli katanya".


"Rumit ya kisah mereka".


"Ya mau gimana lagi", Pandi menunduk etahlah perasaan nya sekarang sedang tidak enak.


"Menurut kamu bakal seperti apa ujungnya mereka".


"Biarlah mereka sudah pada dewasa, harusnya bisa menyelesaikan masalah dan bisa mencari jalan keluarnya, aku tidak menyalahkan Aldo ya memang di sini Aldo yang merasa di permainkan, aku juga tidak menyalahkan Seli dan Renaldi perasaan tidak bisa di paksakan, biarlah Renaldi dengan usahanya", sebenarnya bohong jika Pandi hanya membiarkannya begitu saja, bohong jika iya juga tidak ikut pusing.

__ADS_1


"Kasihan Seli juga yang selalu merasa serba salah".


"Sudah lah jangan memikirkan mereka sayang, pikirkan dia bagaimana jika punya adik lagi hahaha", menunjuk anak nya yang sedang minum asi langsung dari ibunya.


"Tunggu umurnya 5 tahun", ucap Sandra ngasal, sebenarnya sedikit sebal juga.


"Heiii sayang anak Papa cepet gede ya biar cepet punya teman berantem", ucapnya pada sang anak, "Kayanya umur 1 tahun juga udah bisa punya adek ini mah", di susul dengan terkekeh kecilnya.


Sandra menggelengkan kepalanya, suaminya itu benar benar seperti bunglon selalu berbeda beda, lebih beda dan gilanya jika mereka hanya berdua, "Jangan dengarin Papa ya sayang kalau di minta dan di suruh aneh aneh", mengelus pipi embul bayinya dengan punggung jari telunjuk.


"Sayang aku mau nanya ke kamu", bicara dengan pelan.


"Sekarang kita sudah punya keluarga sendiri, apa kamu tidak ada kepikiran untuk punya rumah sendiri kita bersama di rumah kita sendiri, ya walawpun sedikit sulit juga kayanya", sulit mendapat ijin dari mertua dan orang tuanya.


"Bukan aku gak mau, kamu tau sendiri kan gimana Mama Papa sama Ibu, aku gak mau mengecewakan mereka, tapi aku juga ingin hidup mandiri mengurus suami dan anak sendiri", sebenarnya dari semenjak menikah Sandra sudah ingin mandiri namun enggan untuk ijin kepada kedua orang tuanya juga mertuanya.

__ADS_1


Kalau di pikir kesitu Pandi juga sebenarnya enggan, namun dia juga ingin punya kehidupan sendiri, menjadi kepala keluarga untuk istri dan anaknya, "Ya nanti kita coba bicarakan lagi sayang, aku sebenarnya sudah membeli rumah tidak jauh dari sini bahkan rumah kita berada di tengah tengah di antara rumah Mama sama Ibu, kita biarkan mereka bersama cucunya semau mereka, aku tidak keberatan kalawpun nantinya Mama sama Ibu sering nginap di rumah kita, aku hanya ingin kita punya rumah sendiri".


Sandra mengangguk setuju tanda mengiyakan, "Yah aku juga ingin seperti itu, semoga Mama sama Ibu mengijinkannya ya", ucapnya sendu, rasanya sedikit tidak mungkin mereka di ijinkan untuk punya rumah sendiri, karena dari pertamakali menikah juga Mama Selina sudah bicara padanya bahwa tidak akan mengijinkan mereka pisah rumah dengannya, bukan tidak percaya pada menantunya, Mama selina dan Papa Handra hanya tidak mau jauh lagi dari anak semata wayang mereka.


"Aamiin sayang".


"Kamu beli rumah ko gak ngomong dulu ke aku?", Sandra menyengit heran.


"Aku belinya sudah lama sayang bahkan sebelum kita menikah, untuk sekarang sedang di renovasi sih, awalnya aku juga bingbang untuk membeli itu rumah karena sudah paham pasti Mama tidak akan mengijinkan kamu pisah rumah dengannya", ucap Pandi.


Istri mana yang tidak bangga pada suami yang selalu mengerti keinginnan istrinya, tidak pernah membentak meskipun dirinya sering melakukan hal yang menyeleneh, meskipun di luar terlihat singa dan es balok namun di rumah bagaikan es cream yang sudah 10 menit di tangan, sering tersenyum sering ketawa juga.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading🖤🖤🖤


__ADS_2