ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
79.


__ADS_3

Setelah ada sedikit derama di dalam kamar tadi, mereka semua turun meburuni tangga. Dua bocil sudah main sama Om Ren nya di bawah.


Renaldi tersenyum melihat sahabat rasa kakaknya itu sudah rapih menggunakan pakaian lengkapnya.


"Bro gue bahagia melihat elu bahagia", ucap Renaldi.


"Terimakasih Ren, Terimakasih selama ini sudah menjadi sahabat terbaik gue dan elu sudah tau seluk beluk bagaimana kehidupan gue".


Pandi dan Renaldi sama sama tersenyum dan berpelukan ala mereka.


"Ayo berangkat lebih baik kita menunggu akad nya di sana saja", ajak Renaldi lagi.


Semuanya sudah masuk kedalam mobil yang aka Renaldi kemudikan, jantung Pandi sudah maraton lagi, "Ya Allah tenangkan hamba", batin Pandi.


Renaldi memberikan botol air minum, dia tau kalau Pandi sedang tidak baik baik saja hahaa, "Minum dulu agar lebih rileks, santai tarik napas yang dalam buang pelan pelan", si paling pengertian meskipun sering menjengkelkan.


Pandi mengambil botol pemberian Renaldi dan meminumnya lalu mengikuti saran yang di berikan sahabatnya itu, "Alhamdulillah lumayan tenang", batinnya.


Tak lama mereka sampai ke gedung acara itu, yang setelah akad Pandi akan membukanya untuk umum juga. Niat membuka peresmian gedung itu nanti setelah melaksanakan akad nikah.


Masuk ke dalam ballroom gedung itu yang sudah di sulap sedemikan rupa dan bisa menampung 700 tamu undangan, lantunan sholawat sangat menggema menambah rasa sakralnya suasana di sana.


Pandi sudah duduk di tempat yang sudah pihak wo sediakan, deg degan nya semakin bertambah, mungkin jika bapak masih ada dia akan di dampingi bapaknya, momen ini sungguh membuatnya merasa di atas bukan di bawah juga bukan hanya bisa bersama Ibu dan sang sahabat yang dekat di sampingnya.


Ya Allah pak bantu do'akan Pandi ya, Pandi menunduk sedih air matanya terus iya tahan.


Beberapa menit menunggu, lantunan ayat suci al-quran sudah mengema para tamu undangan yang menghadiri akad juga sudah banyak.


Papa Handra sudah mulai mendekat dan menepuk bahu anak angkat nya yang sebentar lagi akan menjadi menantunya.


"Santai nak minum dulu", ucap Papa Handra.


Pandi menurut dia minum sedikit mengambil napas dalam dalam dan membuangnya perlahan, mau setegas dan sehebat apapun dalam hal bisnis namun jika di hadapkan dengan pernikahannya sendiri benar benar Pandi seperti orang bodoh.

__ADS_1


"Bagaimana pak Pandi sudah siap", tanya pak penghulu.


"Bismillah saya siap pak", menjawab dengan tegas.


"Mari kita mulai saja akadnya, para saksi dan wali sudah siap kan".


Yang di sebut tadi mengangguk siap, akad nikahpun di mulai tanpa ada hambatan sedikitpun, dengan sekali tarikan napas Pandi bisa mengucapkan ijab kabul sampai terdengar dari para wali saksi dan tamu undangan men SAH kan dan riuh tepuk tangan juga sangat menggema.


Setelah selesai mengucapkan ijab kabul barulan Sandra masuk ke dalam ballrom itu, wanita itu sangat cantik di balut dengan kebaya putih yang senada dengan suaminya di pandu dengan sedikit pernak pernik di atas kepalanya, sangat elegan dan cantik.


Pandi menyambut istrinya dengan senyuman yang baru saja iya SAH kan 2 menit yang lalu, Sandra berjalan dengan pelan di apit oleh Mama Selina dan Bu Mirah.


Pertama kali Sandra mencium tangan sebagai seorang istri pada suaminya dan Pertama kali juga Pandi mencium kening sebagai seorang suami pada istrinya.


Setelah menandatangani berkas dan surat nikah juga janji pra nikah, mereka duduk di kursi pelaminan melayani 100 tamu undangan yang hadir di acara akad pagi ini, sebagian tamu undangan akan datang di acara resepsi nanti malam dari jam 7 malam sampai selesai.


Riuh tamu undangan yang minta poto dengan sabar Pandi dan Sandra melayaninya, poto keluarga juga beberapa kali benar benar mengabadikan momen ini.


Pandi terkekeh dari tadi melihat istrinya sudah tidak nyaman lama berdiri, (Achieeeee hihiwww istri cenah, ya iya lah sekarang kan sudah jadi istri hahahaaa, akirnya ya kalian menikah juga), "Pegal ya?", tanya Pandi.


"Banget, ini udah kan poto potonya aku mau duduk dulu".


"Kurang tau juga, setelah ini kita siap siap ya".


"Hah siap siap apa by", kaget Sandra.


"Apa hayo", hahaaa Pandi tertawa keras melihat muka panik Sandra. "Kamu itu pikirannya kemana sih, siap siap buat peresmian hotel ini", Pandi menggeleng sambil tersenyum.


Ya Allah gila gue pikirannya udah kemana malu banget, "Apasih kan aku nanya doang tadi siap siap buat apa", Sandra memalingkan wajahnya malu.


"Gak apa apa juga sih kalau langsung di kasih mah", ucap Pandi ambigu.


"Ihhh by apaan sih ngaco deh".

__ADS_1


"Ya kan udah halal sayang", mengedipkan matanya dengan genit sambil tersenyum tengil.


Ihhhh Ya Allah gini banget ya ternyata udah punya suami jantung gak aman banget, batin Sandra menjerit.


.


.


Jam 11 siang Pandi benar benar meresmikan bembukaan hotel pertamanya yang Isha Allah akan ada hotel hotel selanjutnya dan usahanya semakin mendunia.


Jam 1 siang barulah mereka masuk ke dalam kamar yang ada di bagian paling atas, sangat luas Pandi benar benar sudah mempersiapkan segalanya.


Setelah masuk ke dalam kamar itu Pandi langsung memeluk istrinya dari belakang membalikan Sandra agar menghadap padanya, beberapa saat saling tatap dan sama sama tersenyum, cup Pandi mencium bibir Sandra untuk pertama kalinya tidak lama hanya kecupan sesaat.


"Istriku", Pandi tersenyum mengecup bibi itu lagi beberapa saat kali ini beda dengan yang tadi karena ini di sertai sesapan sesapan kecil, sama sama belum pernah melakukan, ini kali pertamanya dengan sangat kaku Pandi terus mengikuti insting naluri lelakinya, napas mereka tersenggal karena sama sama menikmati kegiatan yang baru pertama kali mereka coba dan lakukan, "Love you sayang", Pandi tersenyum sambil mengusap bibir Sandra yang sedikit berantakan karena ulahnya.


"Love you suamiku kekasih halalku".


"Ternyata yang tadi kita lakukan itu enak banget ya sayang", ucap Pandi semakin mendekat lagi.


"By kalau kaya gini terus kita kapan shalatnya".


"Allahuakbar ternyata ini dzuhur", Pandi menggaruk kepalanya bisa bisanya dia lupa waktu karena kenikmatan dunia, "Ayo sayang kita jamaah", ucapnya terburu buru.


Buset dah Pan Pan baru gitu doang ente sudah lupa waktu apalagi kalau di suguhin yang lain kali ya hahaaa.


.


.


.


🖤🖤🖤 Happy reading 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2