
Seminggu sudah berlalu dari kepergian Fely, penampilan Rafael benar benar acak acakan tidak pernah mementingkan hidupnya matanya di pakai untuk kerja dan mencari Fely.
Untuk hasil kerjanya masabodo mau kemanapun bocornya keuangannya itu, pekerjaan tetap Rafael kerjakan tanpa memikirkan hasil dan kerugian yang terpenting semua karyawannya masih bisa dirinya gaji.
Siang kadang mencari Fely menelusuri kota yang tanpa arah, Fely entah pergi kemana satupun tidak ada petunjuk untuknya.
Tidur bisa di bilang beberapa jam dalam sehari semalam, bahkan paling banyak waktu tidur yang dirinya gunakan hanya 2 sampai 3 jam setelah itu di habiskan untuk kerja dan mencari Fely lagi.
Pernah sekali dirinya mendatangi rumah Papa dan Mama nya, namun tidak di ijinkan masuk sama sekali itu yang benar benar membuat hatinya terasa nyeri walawpun ini semua mutlak kesalahannya.
Hanya bisa memandang cincin pernikahan yang telat dirinya pakai, dan sesekali membuka surat perceraian yang di kirimkan padanya.
"Pulang sayang kakak mohon, kakak merindukanmu", di ruang sunyi dan hanya ada remang sedikit lampu dari jendela, Rafael bahkan tidak pernah menyalakan lampu di ruangannya itu.
"Kakak harus cari kamu kemana Fell, jangan lama lama kamu menyiksaku seperti ini".
Siang malam hanya merenung dan kerja, Radit selalu setia dengannya bahkan Radit juga selalu tidur di perusahaan itu, Rafael makan minum juga karena atas paksaan Radit
.
__ADS_1
.
"Nak Ibu tidak pernah mengajarkan kamu dendam", Bu Mirah mengelus punggung anaknya.
"Aku tidak dendam bu hanya memberikannya sedikit pelajaran agar hidup tidak se enaknya".
"Dia sama anakmu juga, kamu tega membiarkannya seperti itu, Ibu perihatin melihatnya kemarin yang baru saja keluar dari kafe Fely, badannya juga sudah kurus pakaian lusuh".
Kalau di bilang tega, tidak sama sekali marahnya Papa Pandi pada Rafael hanya pas marah saja, Rafael sudah di anggap anaknya sendiri sejak kecil, hanya kecewa kenapa Rafael tidak jujur padanya padahal sejak awal papa Pandi sudah wanti wanti agar selalu jujur dan berkata baik, salahsatu kecewa terbesarnya kenapa Rafael menutupi aktivitasnya di luar.
"Lily juga pasti selalu merasa khawatir dengan kedua anaknya, kasihan dia dari dulu selalu terguncang perasaan nya".
"Aku sudah bicara padanya Bu agar tidak menghawatirkan Fely, Fely aman dan baik baik saja".
Sandra hanya diam mendengarkan mertuanya bicara lagi lagi hatinya tertampar karena sudah benci dan marah ke Rafael, dirinya masih belum bisa punya hati yang luas sabar dan ikhlas seperti mertuanya ini.
"Pah gimana?", tanya nya.
"Tunggu sebentar lagi agar dirinya bisa mengoreksi diri dan merenungi semua kesalahan yang dirinya perbuat".
__ADS_1
"Kata Monty juga Fely sering melamun pah", Monty adalah salahsatu sahabat mama Sandra yang di tugaskan untuk menjaga Fely.
"Dia yang mau pergi biarkan sama sama mendewasakan diri".
.
.
Di keheningan malam tidur Fely sangat gelisah bahkan tidak menemukan kenyamannan selama tidurnya.
Bolak balik memposisikan diri agar tidur nyaman namun tidak menemukannya.
"Apa kangen Mama ya, akhhh besok aku akan menlponnya sekalian menanyakan bagaimana perkembangan kafe aku selama aku tinggalkan ini".
Ck gak mungkin juga merindukannya, kak El pasti senang banget aku meninggalkannya, sudah pasti juga dia menandatangani surat perceraian kami, hahaa move on Felll ayok nikmati kehidupanmu jangan terus memikirkannya.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤