
Pernikahan ini tertutup hanya ada beberapa orang penting dan keluarga saja.
Fely sampai bingung karena kepala sekolahnya juga ada di sana bahkan ada 2 gurunya juga ikut menyaksikan.
Iya mengira ini semua hanya mimpi, sebab bagi Fely mana mungkin kepala sekolah dan gurunya menghadiri pernikahan anak muridnya sendiri yang masih kelas 11 SMA lagi.
Namun tidak ada yang tidak mungkin kalau Papanya Donatur tertinggi bahkan sangat di segani banyak orang, apalagi dengan kekuatan uang pasti semuanya beres.
"Selamat sayang anak Mama", mama Sandra memeluk Fely merasa sangat haru.
Bahkan Oma Selina dan Nenek Mirah tak kalah bahagia, mereka tak sabaran ingin mempunyai cicit.
"Mah apa ini nyata?", tanya Fely memastikan.
Mama Sandra mengangguk, "Iya sayang", tersenyum melihat muka bingung anaknya.
Haihh dirinya sudah berharap banget ini semua hanyalah mimpi.
Setelah semua keluarga memberikan selamat fan tidak lupa berfoto mengabadikan momen.
Tidak ada resepsi di sanah hanya ada akad doang di sambung dengan makan siang bersama.
Fely yang sudah merasa sangat laper dia makan duluan mengambil dari dapur dan makannya juga di dapur.
Mami Lily melihat Fely yang sedang makan sendiri di meja makan dengan lahap hanya bisa tersenyum, berbeda dengan Mama Sandra yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kakak", ucap mama Sandra dingin.
__ADS_1
"Iya kenapa mah?", saut Fely dengan cuek.
"Kakak sekarang sudah punya suami loh, mana suaminya di ajak makan, makannan nya di ambilkan, memangnya mama mengajari kakak selama ini kurang ya".
Hihhh mama kalau sudah mode galak suka menyeramkan, batin Fely.
"Maaf mah, maaf mih".
Baru saja Fely bangkit dari duduknya akan mencari Rafael namun anak itu datang tanpa di cari.
Melihat Rafael yang duduk di meja makan itu di samping Fely kedua orang tuanya pergi dari sana.
"Begitu ya kelakuan istri makan tanpa memperdulikan suami", ucap Rafael menyindir Fely.
"Suaminya juga belum ada 1 jam", celtuk Fely sambil menyuapkan nasi yang ada di sendok ke mulutnya.
Duarrrrr,,,,,, apa layani, hahhh gimana ini, maksudnya layani apa, pikiran Fely kusut mencerna kata kata Rafael.
"Ck otakmu itu", menoyor kening Fely dengan telunjuknya".
"Apa sih menyebalkan sekali", geramnya.
"Saya tau otak dan pikiranmu itu kemana, yahh tapi gak apa apa sih mau langsung di layani dimana mana juga".
"Stop berhenti, malas sekali mendengar omonganmu yang tidak berpaedah itu".
"Asal kau ingan saya sekarang suamimu, istri harus patuh dan nurut apa kata suami".
__ADS_1
"Ck, ribet banget sih hidup anda ngatur ngatur saya".
Fely menaruh makannan nya, sudah tidak ada selera untuk makan, mendengar kata kata melayani Fely bingung juga takut.
"Habiskan makan nya", ucap Rafael setelah melihat piring Fely masih ada setengan makannan nya gak di makan.
"Kenyang".
"Habiskan jangan suka membuang buang makannan, ingat di luar sana banyak yang membutuhkan makan.
"Kenyang", dengus Fely.
"Cepat habiskan atau kau yang mau aku habiskan di kamar kita sudah halal".
"Bisa gak gak usah ngancem ngancem hidupnya", keluh Fely.
"Menurutlah jadi istri, kau sekarang tanggung jawabku, apa kau tidak mendengar apa yang di ucapkan Papa Pandi".
Fely mencleos hatinya, tadinya dia tidak mau ambil pusing dengan pernikah ini, namun setelah mengingat semua wejangan dari mama Papanya seketika perasaanya ambyar.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1