ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
11. Hari Terakhir di Kampung


__ADS_3

Tidak terasa waktu 1 minggu itu begitu cepat, rasanya baru kemarin pulang besok sudah harus berangkat lagi ke Jakarta.


Pandi sebenarnya ingin sekali Ibu dan adiknya ikut, sekarang bapak sudah tidak ada lagi, berat buat meninggalkan mereka hanya berdua di rumah.


Mau bagai mana lagi dia juga belum begitu mampu untuk membondong keluarganya sekarang, Insha Allah tahun depan mereka sama sama di jakarta, Seli sekarang baru mau masuk kelas 3 Smp tinggal satu tahun lagi menunggu lulus Smp nya.


"Dek sekolah yang benar, rajin belajarnya 1 tahun lagi nanti abang jemput ya, kita sama sama di sana".


"Horeee bener ya bang tunggu Seli sama Ibu 1 tahun lagi buat ikut abang ke Kota, gak sabar banget mau ikut abang ke Kota".


"Makannya sekarang sekolah yang benar kalau ada tugas langsung kerjakan, di sekolah jangan tiduran, banyak banyak baca buku ya".


"Noh dengerin abangnya dek, hahaa dia Pernah Pan, di hukum suruh keliling lapangan gara gara lupa ngerjain tugas, sampe rumah kakinya bengkak dua duanya", adu Ibu.


"Ko bisa dek kaki sampai bengkak?", tanya Pandi bingung raut khawatir terpancar sekali di wajah Pandi.


"Aku sebelum lari tidak pemanasan dulu bang habis lari kan belajar, kaki habis di bawa lari langsung menggantung duduk di kursi 2 jam, hasilnya bengkak", Seli menjelaskan dengan sedikit takut pada abangnya.

__ADS_1


"Ya ampun kasian sekali adik abang, hahahaa", sambil membawa Seli kedalam dekapannya. Kalau tahun depan juara 1 lagi abang kasih Motor deh, janji Pandi.


"Jangan terlalau di manja adiknya nak", ucap Ibu.


"Gak apa apa Bu itu sebagai apresiasi saja kalau adik abang pintar", Pandi mengelus kepala adiknya dengan sayang, apapun akan dia lakukan asalkan Ibu dan adiknya bahagia.


Sekarang apalagi yang dia pikirkan selain adik dan Ibunya, tabungan Pandi yang sekarang sudah lumayan, gaji nya selalu utuh tiap bulan dia makan dan bayar kontrakan cukup dari gaji bonus karena dia rajin, kadang kadang Pandi membantu pekerjaan Pak Handra juga mangkanya bonusnya itu lumayan besar.


Sudah cukup dirinya saja dulu yang serba kekurangan, cukup dirinya saja yang sekolah harus sambil kerja, adiknya tidak akan dia biarkan hidup serba kekurangan lagi akan sebisa mungkin dia bahagiakan. Ibunya tetap dia nomer satukan dan dia ratukan.


Sekarang siapapun tidak akan dia biarkan untuk mengejek adiknya atau keluarganya, akan dia bungkam mulut mulut jahat itu.


"Siap abang kesayangan Seli", ucap Seli.


"iya nak, baik baik di sana ya, jangan terlalu capek nak, Ibu di sini akan selalu mendo'akan kamu", ucap Ibu.


"Ibu juga sudah jangan kerja lagi ya, Insha Allah gaji Pandi sekarang cukup untuk Ibu dan Seli sehari hari, ijinkan Pandi untuk bakti pada Ibu ya, sekarang hanya cukup Do'akan Pandi, supaya kuliah dan kerjaan Pandi lancar".

__ADS_1


"Iya nak, ibu sekarang hanya akan berdiam diri di rumah nunggu uang dari kamu saja", hahahaa tawa ibu Mirah, antara sedih dan bahagia, bahagia karena anak sekarang sudah besar sudah bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya, sedih karena suaminya sudah tidak ada, dia tidak bisa menikmati hari tuanya di manjakan oleh anak sulungnya.


"Abang Seli kan gak ada ulangan atau apa besok, Seli mau ijin sekolah ya, mau anterin abang ke stasiun", dengan muka melas, baru juga tadi di suruh sekolah yang benar ehhh udah mau ijin aja.


"Boleh, asal hari besok saja bolos sekolah nya ya", Pandi juga tidak tega untuk melarang melihat muka adiknya yang melas.


"Yeayyy abang emang terbaik, Seli girang, cukup tahun lalu saja dia tidak bisa mengantar sang kakak, dulu dia pulang sekolah nangis karena pas sampe rumah abngnya sudah tidak ada, merasa ada yang kurang ada yang hilang.


Gimana si ya gak bisa di jelasin deh hahha. berasa gak lengkap aja hidup kalau ada salah satu keluarga yang pergi, meski akan kembali lagi namun membutuhkan waktu yang sangat lama.


β€’


β€’


β€’


πŸ–€πŸ–€πŸ–€

__ADS_1


Halooo Terimakasih buat yang sudah Like dan comment, Terimakasih dukungannya ya, love sekebon deh😘😘😘


__ADS_2