ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
057.


__ADS_3

Mau tidak mau mereka harus kembali kerja, ribuan karyawan dalam tanggung jawabnya.


Setelah mengantarkan Dava sekolah Rafael mengantarkan Fely lagi ke kantornya.


"Apasih dari tadi sebentar sebentar pegang dagu terus", ucap Fely sambil terkekeh.


Memang sedikit maksa wanita itu mencukur jambang suaminya pas sedang tidur.


"Cakep juga ya kalau kaya gini mih, punya istri multi talent banget deh jadi pengen kurung terus di kamar".


"Habisnya dari kemarin suruh di rapihin gak di dengar".


"Bukan gak di dengar sayang, ini melambangkan Rafael yang sekarang, yang sayang istri dan ananya".


"Gak usah mengubah penampilan, perbaiki diri, cara bicara sama hargai orang lain".


"Siap sayang itu pasti", ucapnya dengan sungguh sungguh.


"Mau ikut masuk dulu?", tanya Fely sebelum keluar dari mobil.


Ck, Rafael berdecak kagum melihat kantor pusat yang Fely dirikan sendiri dengan jerih payahnya, "Anak papa banget kamu sayang, hebat banget aku jadi malu kalah sama kamu".


"Jangan merendah pak, aset anda ada di mana mana bukan hanya di sini".


"Di sini semua sudah atas nama kamu sama Dava sayang".


"Jadi kamu pas hari itu minta ttg aku", delik Fely.


"Ya, hahahaa jadi saya sekarang cuma numpang kerja di perusahaan istri".


"Kurang asem ya kamu, ayo turun dulu gak?".


"Dengan senang hati, mana tega membiarkan bidadariku jalan sendiri", Rafael turun lebih dulu membukakan pintu mobil untuk Fely.


"Silahkan tuan putri", membungkuk percis seperti ajudan yang mempersilahkan tuan nya.


"Pih", geram Fely, apasih random banget kelakuan Rafael sekarang gak ada cool nya kalau di hadapannya.


"Apa sayangku cintaku, gandengan dong mih masa suaminya di tinggal, aku baru pertama kali kesini loh".

__ADS_1


"Mangkanya ayo", Fely sadar suaminya walawpun umur sudah sangat matang tapi pesonanya tidak terkalahkan sama yang umur 25 tahun.


Terbukti dari pertama keluar dari mobil semua mata tertuju pada Rafael.


Haihhh kalau gini jadinya Fely gedeg juga, kenapa harus suaminya yang di puja banyak wanita.


Setelah bertahun tahun menghilang kini kembali dengan penampilan yang membuat semua mata wanita tertuju padanya.


Nama Rafael sudah tidak asing lagi di kalangan bisnis meskipun 5 tahun belakangan ini menghilang bak di telan bumi.


"Gak usah tebar pesona sudah tua juga, ingat anak sudah besar", ketus Fely.


"Astagfirulloh mih, aku gak tebar pesona, yaudah besok pake masker terus deh, lagian mereka semua bukan siapa siapa dan tidak akan menggeserkan kamu di hatiku".


"Terserah".


Rafael sampe bingung dengan kalimat terserah yang Fely ucapkan.


Tapi setelah itu dirinya sadar, tersenyum bangga berarti tandanya Fely cemburu.


"Sayang mereka juga gak bakal berani sama kamu, ko jadi ngambek gini".


"Masa tega membiarkan suaminya nganggur".


"Bodo amat".


"Ya Allah mih ko jadi berantem gini sih".


"Kamu pasti kalau di luar juga suka di liatin banyak wanita".


"Yang penting cuma kamu yang ada di hatiku".


"Yaudah kerja sana, aku juga mau kerja jangan ganggu".


"Aku bakalan kerja kalau kamu sudah gak gini, peluk dulu sini mih kita mau pisah 4 jam loh".


"Lebay".


"Sama istri sendiri gak lebay, itu tandanya romantis".

__ADS_1


"Udah sana keluar".


Sebelum Fely duduk di kursinya Rafael lebih dulu memangku wanita itu, membawanya ke sopa dan duduk di atas pangkuannya.


"Aku senang kamu sudah bisa cemburu sayang, tapi harus ingat tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku".


"Aku gak cemburu hahahaa, lagian siapa juga wanita di luaran sana yang bisa mengalahkanku".


"Akhhhh kamu ya, bisa bisanya membuatku hampir jantungan, gak lucu mih".


"Hahahaa maaf, yaudah sana kerja cari duit yang banyak", cup Fely mencium pipi Rafael sekilas.


"Istri siapa sih makin kesini makin berani nangtangin di kurung di kamar lagi".


"Kurung aku dong om", ucap Fely dengan suara horornya.


"Mih jangan mulai ya, akhhh aku ada meeting lagi".


Fely semakin tertawa kencang, ahhh senang sekali membuat laki laki ini kalang kabut.


"Sudah sana, hati hati ya", Fely lebih dulu memeluk Rafael.


"Aku berangkat sayang, berat banget mau pisah sama kamu".


"4 jam kita ketemu lagi makan siang kan", tersenyum mengelus rahang yang baru di beresihkan tadi pagi.


"Oke aku berangkat love you".


Dengan cepat keluar dari kantor Fely, haihhh kenapa harus ada meeting pagi sih jadinya gini kan dirinya harus buru buru.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2