ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
22.


__ADS_3

Masuk ke dalam rumah ternyata rumah itu sudah sepi, tanda para penghuni rumah sudah pada istirahat.


"Tumben bangt ni rumah baru juga jam 10 udah sepi".


"Inikan 10 nya malam bukan 10 siang", jawab Pandi.


"Hehee iya juga ya bang".


"Yaudah masuk sana bersih bersih dulu terus tidur".


"Abang mau pulang apa nginep di sini?".


"Nginep, Papa sama Mama udah pada tidur, di bilang anak durhaka nanti kalau pulang tanpa pamit".


Sandra tertawa mendengar itu, ya dia tau bagaimana Mamanya nanti ngomel dua hari dua malam.


"Yaudah bang aku ke atas ya", pamit Sandra.


"Iya, tidur yang nyenyak adik abang", Pandi mengelus kepala Sandra.

__ADS_1


Sandra lari menaiki tangga, Ya Allah jantung gue, ucapnya sambil lari sambil memegang dadanya yang dag dig dug.


Pandi tersenyum melihat tingkah Sandra yang malu malu langsung lari.


Andai bukan adik, pikir Pandi, dia harus membentengi diri jangan sampai terlena, jangan sampai menaruh hati pada gadis itu, dia harus sadar diri kalau Sandra adiknya sama kaya Seli.


Namun semakin menekan hatinya kalau tidak boleh sampai mempunyai perasaan pada Sandra. Hatinya semakin bertolak bahwa dia nyaman dekat dengan wanita itu.


Pandi belum paham yang seperti apa yang di namakan cinta kaya gimana perasaan nya, selama ini dia tidak mengenal cinta hanya sekolah dan kerja kerja kerja sekolah yang dia tekuni, umur memang sudah mau masuk 21 sudah mulai dewasa bukan remaja lagi namun belum pernah sekalipun menjalin kasih.


Malam ini dia tidak bisa tertidur padahal sudah jam 1 malam, memilih keluar dari kamar masuk ke dapur mencari minum tenggorokan nya kering memikirkan banyak hal.


Deg jantung Pandi memompa begitu cepat, darahnya mendesir, mau bagaimanapun dia juga lelaki normal lelaki yang sudah masuk ke usia dewasa. Tidak jadi mengambil air Pandi balik lagi ke kamarnya.


Gila reaksi badan gue gini amat hanya melihat dia memakai pakaian kaya gitu juga, padahal dia gak tel****ng kan kenapa reaksinya gini banget, Pandi semakin di buat tidak bisa tidur.


Sandra juga sama tidak bisa tidur dia, karena tadi pas di bioskop dia tertidur, bukan lagi selalu membayangkan Pandi, senyum nya wangi nya, perut kotak yang sempat dia rasakan tadi pas naik motor, salah lu sendiri bang punya muka cakep maksimal badan juga udah kaya duhhh gak bisa gue bayangkan deh.


Andai bang Pandi suka sama gue, huwhhh tapi kayanya gak mungkin dia suka sama gue, diakan selalu bilang kalau gue ini adiknya. Akhhhh Papa sama Mama ngapain sih harus bang Pandi yang menjadi anak angkatnya.

__ADS_1


Bang Pandi itu cakepnya maksimal deh, gue udah mulai suka sama dia kayaknya, seloroh Sandra dengan masih setia guling guling di kasurnya karena tidak bisa memejamkan mata.


Jam 7 pagi Pandi pulang dari rumah itu, setelah melihat Mama Selina dan Papa Handra Pandi pamit untuk pulang, tidak ikut untuk sarapan bersama, dengan alasan dia harus secepatnya membereskan tugas kuliah.


Untung saja Mama Selina kali ini pengertian padanya, memberi beberapa makannan untuk Pamdi bawa ke kontrakan nya.


"Yaudah Ma, Pa, Pandi pulang ya", pamit Pandi, Mama dan Papa mengangguk.


"Hati hati di jalannya, udah sampai sana kabarin Mama ya", ucap Mama Selina sebelum melepaskan Pandi dari genggaman nya.





🖤🖤🖤


Happy reading😘 jangan lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2