ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
117.


__ADS_3

Hari ini tidak seperti hari kemarin tidak ada derama malas ke kantor dan apalah, walawpun sangat terlihat dari raut wajahnya yang kurang semangat.


Setelah pamit pada anak istri dan keluarganya Pandi langsung ke kantor.


Sampai kantor dirinya langsung duduk di kursi kerjanya di situ juga sudah ada Renaldi.


"Ren kita ke luar kota besok", ucap Pandi, tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar yang ada di depannya.


"Mau apa?".


Dia rasa besok tidak ada kepentingan dan tidak ada di jadwal Pandi untuk ke luar kota.


"Johan sepertinya mau main main denganku", Pandi mengarahkan layar laptop ke Renaldi berisi email yang di kirim sang sepupu.


"Ck bikin kerjaan aja tu orang", Renaldi mendengus sebal.


"Ya seperti itulah".


"Heran gue apa susah nya sih hidup damai dan tidak ada derama".


"Entahlah Ren padahal selama ini gue dan Ibu bapak selalu ngalah, tidak pernah mau ada masalah".


Kadang Pandi juga bingung apa yang di inginkan sepupunya itu padahal dirinya tidak mengambil harta warisan dari nenek nya sedikitpun.


"Bulan bulan ini dia sudah berkali kali mengirimkan email padaku, meminta sebagian bisnisku", menyandarkan punggung nya menyeringhai dan sangat terlihat lelah dengan derama keluarga yang tidak ada ujungnya itu.


Padahal sudah 5 tahun Pandi tidak menunjukan batang hidungnya lagi di depan mereka bukan apa apa Pandi hanya ingin hidup damai tanpa derama lagi.


Bahkan Bu Mirah minta ingin sesekali pulang ke kampung dan Pandi selalu menahan nya agar semuanya aman aman saja.

__ADS_1


"Gila aja lu yang bangun mulai dari nol, pantas restoran di kota sana ada ke janggalan ternyata Johan memasukan anak buahnya ke situ", kurang asem berhari hari dirinya membereskan masalah itu dan ternyata ada pecundang masuk ke dalam sana.


"Ya gue baru taunya kemarin setelah gue cek semua data itu".


Tidak akan pernah aku biarkan siapapun yang mau mengganggu keluargaku, cukup dulu dan hanya dulu sebelum aku menjadi apa apa, batin Pandi.


Muak dengan segala perlakuan yang harusnya iya anggap keluarga itu, tidak dari pihak ibu maupun pihak bapak semuanya yang di rebutkan hanya harta harta dan harta yang tidak seberapa itu, padahal Pandi sudah masabodolah sudah tidak mau ikut campur, sudah iya serahkan ke mereka semua namun tetap saja selalu di cari cari kesalahan agar ada perselisihan.


.


.


Di beda tempat tepatnya di rumah.


Seli sedang menikmati liburan setelah ujian dan sekarang sedang berada di kamar Sandra bersama baby Fely.


"Dek kakak boleh tanya gak?", ucap Sandra.


Tumben banget biasanya juga langsung ngomong tanpa persetujuan lagi.


"Ibu punya adik atau kakak ada berapa?", penasaran Pandi belum pernah cerita walawpun pernah iya tanya, katanya nanti akan ada saatnya iya ceritakan semua dari a sampai z kisah hidupnya.


"Ibu punya kakak doang namanya pakde Heru, kenapa emang kak?".


"Pakde punya anak namanya siapa?", tanya Sandra lagi.


"Bang Johan".


Ooo Sandra manggut manggut, sudahlah dia hanya cukup tau sedikit kalau begitu.

__ADS_1


"Emangnya kenapa kak, ko tumben tanya itu?".


"Heheee nggak kakak cuma mau tau aja dikit, udah gak usah di pikirin kakak cuma tanya doang ko".


"Ada yang aneh sih dari pertanyaan kakak".


Cek gak abang gak adik cepet banget nanggepin raut wajah orang padahal aku sudah berusaha senatural mungkin bertanya padanya, batin Sandra.


Johan.... pantas saja raut muka suaminya beda setelah membaca pesan email dari orang yang bernama Johan, semoga saja bukan masalah besar, batin Sandra.


"Dek bikin kue yang kamu bikin pas di rumah Ibu yuk enak itu", mengalihkan pembicaraan.


"Ayo kak, suntuk juga ya ternyata libur sekolah, Fely juga bobo terus".


Huwhhh untunglah ni anak cepet banget lupa topik nya, "Ayo kita ke bawah, Mama sama Ibu lama banget ya belanjanya".


Padahal Sandra sedang berpikir keras mengingat ngingat dan mencari tau kemana mana tentang Pandi dan Johan yang sepertinya mereka tidak punya hubungan baik, kalau bertanya ke Seli atawpun Ibu dirinya merasa kurang sopa.


"Biasa emak emak apa aja di beli", ucap Seli sambil terkekeh.


Panjang umur baru saja mereka turun ke bawah ternyata kedua orang tua itu baru sampai juga.


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


Pandi mau beresin masalah dengan keluarga ibunya dulu sebentar, setelah itu tamat ya😁


__ADS_2