
"Keluarga kecil yang harmonis dengan penuh kasih sayang di dalamnya adalah impianku sejak kecil, karena aku tak pernah memiliki hal itu."
~**Kenzo Clarence Fabian**~
Akhirnya hari ini tiba, dimana dia bisa bertemu dengan wanita yang dia cintai untuk mengobati rindu yang begitu dalam. Aroma tubuhnya dapat membantu melenyapkan rasa penat di hati, memeluknya dapat mengobati rasa lelah yang ada serta melihat wajahnya yang tersenyum membuat hati ini terasa sangat bahagia.
Sejak bertemu lagi dengannya dia selalu mengalihkan duniaku untuk tetap berpusat hanya padanya saja, tak ada wanita lain yang dapat menggoyahkan hati ini untuknya. Dalam hidup ini Ken selalu merasa bersyukur karena tuhan sangat baik padanya dengan menghadirkan wanita cantik ini serta anak-anak yang lucu hadir di dalam hidupnya.
Sejak perceraian kedua orang tuanya, Ken sudah tak pernah lagi merasakan bagaimana kehangatan sebuah keluarga. Carol yang selalu sibuk dengan pekerjaan, serta Dady yang tak pernah muncul lagi hanya sekeder datang melihatnya. Membuat Ken tak ingin melihat anak-anaknya tumbuh seperti dirinya sehingga sebisa mungkin ia ingin membangun sebuah keluarga harmonis dengan penuh rasa kasih sayang di dalamnya.
"Bagaimana keadaan Kean sayang?" tanya Ken yang masih bersandar di pundak istrinya dengan memeluk lengan Dira.
"Hari ini dia sudah pulang ke rumah dan suasana hatinya juga jauh lebih baik daripada saat di rumah sakit."
" Baguslah kalau begitu, Mas jauh lebih tenang. Mas rindu sekali bisa bersikap seperti ini sama kamu," ucapnya tanpa memperdulikan orang lain yang ada di dalam mobil itu. Sikap Ken ketika bersama Dira seakan dunia ini milik mereka berdua.
Mobil yang dikendarai Ken dan Dira terus melenggang menembus jalanan kota Jakarta. Setelah perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai juga di kediaman Fabio.
Mendengar deru suara mobil yang datang,. Membuat Lean segera berlari keluar untuk menemui papanya, sedangkan Lean berjalan pelan dengan dibantu oleh maid.
"Papa," seru Lean yang segera menghambur memeluk Ken.
Melihat Lean yang berhambir memeluknya membuat Ken segera menggendong Lean dengan menghujaninya sebuah ciuman yang membuat Lean merasa geli dan tertawa.
"Papa stop! Geli …" teriak Lean yang sudah tak tahan lagi merasakan rambut-rambut tipis di dagu papanya menyentuh wajahnya yang membuatku Lean merasa geli seperti ada yang menusuk-nusuk pada kulitnya.
Di balik pintu terlihat Kean yang sedang berjalan keluar dengan dipapah oleh Maid. Melihat putranya itu keluar membuat Ken segera berjalan menghampirinya dengan Lean yang masih berada di dalam gendonganya. Perlahan Ken mulai menurunkan Lean dari gendonganya, lalu gantian memeluk Kean serta menghujaninya dengan ciuman juga.
Ken merasa bahagia ketika melihat raut wajah anaknya yang terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Selama berada di paris setiap 3 jam sekali Ken akan melakukan video call untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi Kean serta bagaimana akbar keluarga yang lainya. Tetapi sejak kemarin Ken tidak bisa di hubungi sama sekali dikarenakan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar bisa segera pulang ke Indonesia.
__ADS_1
"Superhero papa sudah sembuh?" tanya Ken di hadapan putranya itu.
"Sudah dong pa," jawab Kean dengan tersenyum.
"Yaudah kita masuk ya …" ajak Ken dengan menggendong kedua anaknya itu masuk ke dalam rumah.
Dira juga ikut masuk ke dalam rumah dengan diikuti Rendi yang sudah membawakan semua barang bawaan Ken. Ken membelikan banyak sekali hadiah untuk Kean, Lean, Dira dan juga Carol. Ken juga membelikan mereka astronomical telescope yang sangat mahal karena Ken tahu bahwa mereka berdua paling suka dengan astronomi dan melihat bintang.
Melihat Rendi yang membukakan sebuah kotak berisi Astronomical telescope membuat raut wajah Kean dan Lean terpancar begitu bahagia dan senang.
"Wow ... Amazing … Terima Kasih ya pa. …." Seru Kean dan Lean yang sudah menghambur memeluk Ken dengan menghujaninya ciuman.
Alat itu memang sudah lama Ingin mereka punya, tapi Dira selalu saja melarang mereka untuk membelinya karena terlalu mahal, Lalu sekarang Ken membelikannya untuk mereka membuat hati mereka sangat bahagia.
Karena sudah tak sabar lagi, mereka menyuruh Rendi untuk segera ^^merakit telescope itu di kamar mereka sampai membuat mereka lupa dengan lainya.
"Mas mau aku siapin air hangat untuk mandi?"
" Gak perlu sayang, mas langsung mandi lewat shower aja, " ujar Ken yang segera masuk ke dalam kamar mandi.
Di sisi lain terlihat Dira yang tengah membongkar koper pakaian milik Ken untuk mengeluarkan baju-baju kotor disana.
Ketika membuka koper itu Dira di kejutan dengan sebuah paper bag berwarna warna pink, karena merasa penasaran ia membukanya dan ternyata isi di dalamnya adalah ...
Mass ….
Teriak Dira yang membuat Ken segera membilas sabunya serta memakai handuknya.
"Kamu kenapa sayang?" Ken keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih banyak sisa-sisa sabun di badanya, ketika mendengar Dira berteriak Ken sedang memakai sabun dan cepet-cepat membilasnya takut kalau terjadi sesuatu pada Dira. Tetapi ternyata hanya sebuah lingerie yang ia belikan untuk Dira.
__ADS_1
"Ini milik siapa?" tanya Dira dengan tatapan menginterogasi sembari menjembreng dua buah lingerie seksi berwarna pink dan navy.
Melihat Hal itu Ken hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala sambil memegang pelipisnya. Dia mengira bahwa Dira berteriak karena ada sesuatu yang ternadi, ternyata hanya sebuah lingerie yang ia beli untuk Dira.
Dira mengernyitkan dahinya. "Kok mas hanya senyum-senyum sendiri? Bukanya menjawab. Ini baju seperti ini milik siapa? Apa milik wanita mas ya ga da di sana!?"
Ken segera menghampiri Dira untuk mengatakan yang sebenarnya, ia duduk di atas kasur nya.
"Kamu itu ya..., jangan suudzon dulu sama suaminya. Gak Mungkinlah mas bunya wanita disana, lagian kamu juga tau kan apa saja kegiatan mas disana. Coba deh kamu lihat lingerie itu, masih ada labelnya kan? Itu mas belikan buat kamu kok!"
"Buat aku! Mas gak salah menyuruh aku memakai pakaian tipis dan seksi seperti ini?" ujar Dira yang sudah tak mengerti dengan jalan pikiran suaminya.
Ken mengambil lingeri itu dan memasangkan di depan tubuh Dira.
"Bagus kok! Lagian kamu pakai ini hanya saat berduaan sama mas dikamar," bisik Ken di dekat telinga Dira yang mampu buat Dira bergidik ngeri dan langsung memukul dada bidangnya.
"Mas apaan sih, otaknya me**m sekali," ujar Dira yang sudah memalingkan wajahnya karena tak mau Ken melihat wajahnya yang mulai memerah karena malu.
Ken tersenyum dan merubah posisinya menjadi memeluk Dira dari belakang.
"Kamu kenapa malu seperti itu! Lagian gak ada larangan untuk m***m sama istri sendiri," bisik Ken yang sudah mulai memberikan kecupan-kecupan yang mampu membuat Dira bergidik geli serta aura panas yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya.
...****************...
Maaf ya guys kalau telat up.nya karena lagi stuck lagi idenya... Semoga tetap suka ya...
Ini ada revisi sedikit ya... Soalnya ketukar kata-katanya
Jangan lupa like, komen, vote, serta hadiahnya ya...
__ADS_1