Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kepergian Karen


__ADS_3

Cahaya sinar matahari mulai menembus celah kaca membuat seorang pria di dalam ruangan yang berantakan itu mulai mengerjapkan matanya. Perlahan ia mulai memijat kepalanya yang terasa pusing dan berat akibat terlalu banyak meminum alkohol. 


Darren mulai terbangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang itu. Dengan gerakan refleks ia segera menutup senjata berharganya dan mencoba mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi. Ketika mencoba untuk mengingat kembali apa yang terjadi, kepalanya terasa pusing dan tak ada ingatan yang terlintas. 


Darren mencoba melihat ke sekeling apartemwnya yanh begitu berantakan untuk melihat apakah ada orang di dalam ruangan itu, tapi dia hanya melihat ada secarik kertas di atas meja. Darren segera mengambil kertas itu dan mulai membacanya, di dalam kertas putih itu tertulis bahwa ibunya sedang kritis di rumah sakit. Darren terbelalak dan segera berlari menuju kamarnya untuk mandi. 


Setelah selesai bersiap-siap Darren segera pergi menuju ke rumah sakit dimana Karen dirawat. Sesampainya di rumah sakit, banyak sorot mata yang terus memperhatikannya dan banyak juga yang berbisik-bisik


"Eh … itu bukannya pria yang sedang viral di medsos ya? "


"Iya ... Sepertinya bener dia adalah pria homo serta sangat kejam dengan istrinya, padahal istrinya sangat cantik loh!"


"Bener banget, pria aneh yang keluar dari kodratnya dan sangat kejam dengan istrinya."


" Kalau gue yang punya suami seperti itu, udah sejak dulu gue sebar luaskan biar dia tau rasa!"


 Melibat banyak yang menyorotinya dengan tatapan jijik membuat Darren mempercepat langkahnya menuju ruang inap Karen. Karena terburu-buru membuat Darren lupa untuk memakai masker, orang-orang itu menatapnya seperti itu pasti ada sangkut pautnya dengan berita yang viral kemarin.


Ketika ia hampir sampai di ruangan ICU, tiba-tiba ada para dokter dan suster yang berlarian menuju ruangan Karen. Melihat hal itu perasaan Darren menjadi tak enak dan ikut berlari.


Karena para dokter sedang memberikan pertolongan darurat, membuat Darren dilarang masuk kedalam ruangan ICU. Dia hanya bisa melihat kondidi Karen saat ini lewat jendela transparan yang memperlihatkan apa yang sedang terjadi di dalam ruangan itu. Para dokter sudah di aibukkan dengan memberikan berbagai pertolongan serta memberikan kejutan listrik di dada Karen sampai akhirnya....  


Bunyi bip ……… terdengar dari dalam ruangan itu, suara itu membuat Darren semakin cemas. Sedangkan Para dokter menghembuskan nafas panjangnya serta mengangkat kedua tangan mereka untuk menghentikan aktivitas mereka.  


"Pasien telah meninggal pukul 11:15 Wib."


Mendengar perkataan dari dokter itu, Darren segera berlari menerobos masuk kedalam ruangan ICU untuk memastikan lagi apa yang dikatakan oleh dokter pria itu benar apa tidak. .


"Tuan anda dilarang masuk!"


Bukanya mendengarkan ucapan penjaga ICu Darren justru mendorongnya sampai terjatuh di lantai. Semua yang ada di ruangan ICU terkejut ketika melihat kedatangan Darren yang tanpa memakai baju khusus kunjungan masuk kedalam ruangan ICU.  


" Ma …. Mama .. Bangun. … " pekik Darren dengan menggoyangkan tubuh Karren yang sudah membeku. 


Tubuh wanita paruh baya itu sudah tak ada respon sama sekali, matanya masih tertutup rapat, serta sudah tak ada hembusan nafas lagi darinya. Hal itu membuat Darren semakin menangis histeris, meskipun ia sempat bertengkar dengan Karen yang terus saja menyuruhnya untuk menikah. Sesungguhnya Darren juga masih sangat menyayanginya dan belum siap untuk di tinggal pergi oleh Karen.


Karen memang cerewet selalu saja mencoba mengatur kehidupanya, tapi jika tak ada Karen tak ada lagi yang menjadi pelindungnya dari para orang-orang tua yang terus saja ingin membuatnya lengser dari jabatanya.

__ADS_1


Perusahaan Maxwell Furniture & Desain Interior adalah bisnis keluarga besar yang di dalamnya selalu saja terjadi persaingan antar keluarga.


Melihat mamanya yang tetap tak ada reaksi Sareen segera menghampiri dokter yang ada di situ, dengan menarik kerahnya.


"Katakan kepada saya, kenapa mama saya tidak bergerak sama sekali?" teriak Darren kepada dokter pria itu.


"Tuan, Anda tenang dulu. Ibu anda telah meninggal dunia. Jadi saya harap anda bisa menerima ini semua dengan tabah dan sabar," jawab Dokter itu.


Tubuh tegap yang tengah mencekram baju dokter itu mulai melemah dan melepaskannya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan terus menggelengkan kepalanya. Darren masih tak percaya bahwa mamanya telah pergi meninggalkanya sendiri di dunia ini.


......................


Disisi lain terlihat seorang pria tampan yang terus memeluk sambil memandangi istrinya tanpa berkedip sedikitpun. 


Ehm … ehm … suara dehwman dari Andrian.


"Kalian itu kalau mau uwu jangan di sini, nanti aja kalau sudah ada di rumah. Emangnya kalian gak kasihan apa sama yang masih jomblo!" ujar Andrian yang seketika membuat Dira menunduk malu. 


"Makanya cepet nikah!" cetus Ken.  


" Yaelah ketus banget jawabnya!"


" Hey … aku tahu kalau aku itu cantik, tapi jangan seperti itu juga, karena aku udah punya pacar " celetuk Olive dengan melambai ingin memukul Aron.


Mendengar ucapan dari Olive semua yang ada di situ merasa geli, apalagi Aron yang langsung mengerutkan kening tidak mengerti dengan apa yanh di ucapkan olive.  


"Kak …" panggil Senja kepada Andrian. 


Mendwngar suara yang sangat ia kenali itu memanggilnya, Andrian seketika membalikkan tubuhnya untuk melihat Senjam


"Hai sayang …" Sapa Andrian dengan memeluk senja.  


"Ri, dia siapa?" tanya Dira yang sedikit terkejut melihat Andrian memeluk seorang wanita di depanya dengan memanggil dengan panggilan sayang.


"Oh … perkenalkan ini Senja, dia pacarku." senja lalu mengulurkan tangan kepada Dira untuk berkenalan dan disambut uluran tangan juga oleh Dira.


"Wah … selamat ya Ri, aku ikut senang dengernya. semoga kalain segera menikah ya."

__ADS_1


"Amin ..." sahut Rian.


Aron yang mendengar bahwa wanita cantik yang bisa menglihkan perhatianya ini adalah pacar Andrian seketika merasa patah hati dan sedikit kecewa. Belum juga start udah berhenti dulu! Batin Baron.


Setelah mereka semua berkenalan dengan senja, Andrian meminta pamit untuk pulang karena mereka ada janji pergi ke tempat lain. Dira juga mengucapkan banyak-banyak terimakasih karena Andrian mau datang dan selalu membantunya dalam setiap hal. Andrian membalas dengan sebuah senyuman yang mengembang dan mampu membuat Ken sedikit merasa tak suka.


Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan, Andrian akan tetap berusaha membantu dan melindungi Dira sebagai teman. Bagaimanapun Dira tetap teman masa kecil serta wanita yang pernah singgah di hatinya c bertahun-tahun. Tapi hati itu sekarang sudah mempunyai wanita yang baru sebagai penghuninya.


Melihat Andrian yang sudah pergi, Olive juga ikut berpamitan untuk pergi.


"Makasih ya kak olive sudah mau datang dan membantu Dira,"


Melihat Dira yang memberika sebuah senyuman dan ucapan terima kasih membuat olive bingung dan tak mengerti.


"Kamu gak benci sama aku Dir? Selama ini kan aku sudah banyak berbuat jahat sama kamu!" ujar Olive yang dijawab dengan sebuah gelengan dari Dira.  


"Mungkin dulu Dira sempat mempunyai rasa benci sama kak olive, tapi itu dulu. Sekarang kakak juga sudah rela berkorban untuk membantu Dira , jadi Dira sudah tidak membenci kakak karena masa lalu biarlah berlalu."  


Olive terharu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Dira, ia ingin memeluknya tapi Ken segera menghalanginya. Tatapan tajam itu memberitahukan kepadanya bahwa ia tak boleh memeluk Dira, meskipun sekarang ia wanita tetap saja kodrat dia adalah seorang pria yang tak boleh sembarang memeluk Dira.


"Aku ikut senang Dir, kamu sekarang sudah memiliki suami yang tepat. Andai aku masih jadi laki-laki pasti aku akan mencintai kamu juga!" goda Olive.


Perkataan Olive seketika mampu membuat Ken mengerutkan kening. .


" Bercanda tuan muda Ken, aku lebih suka dengan hidupku yang seperti ini kok!" imbuhnya yang kemudian berlalu pergi meninggalkan dua pasangan suami istri itu.


...****************...


Halo guys...author mau mengucapkan terimakasih banyak atas doa dari kalian semua. Semoga doa baik itu kembali ke kalian semua.


Karena kemarin ada yang komen kenapa di konferensi pers Dira tidak membeberkan secara detai kejahatan Darrwn dan tidak sekalian membeberkan kejahatan Sandra agar dia sekalian hancur jawabnya adalah....


Karakter Dira di sini adalah wanita muslimah yang baik dan tisak suka mengumbar keburukan orang lain,sedangkan konferensi pers itu saja dia lakukan karena Dira tidak mau membuat nama baik keluarga Ken juga ikut jelek makanya dia mau melakukan konferensi pers. Terua kalau sandra nanti akan ada hukumanya tersendiri tapi tidak dengan cara di beberkan secara umum tapi dengan cara hukum. Awalnya author sudah ingin membuat cerita seperti yang kalian mau, tapi mengingat kembali bagaimana karakter Dira di sini, membuat author menghapusnya karena author tidak mau membuat Dira menjadi wanita jahat dan sama seperti mereka.


Tapi .... Author sudah revisi lagi ceritanya, jadi kalian boleh lihat lagi siapa tahu suka sama versi revisi.


Kalau begitu itu saja dari author... Salam sayang dari author but kalian reader setia novel papa bucin yang posesif.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote, klik Favorit serta hadiahnya ya.... 😊😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2