
Di luar ruangan operasi terlihat Dira, Kean, Lean, dan Carol terus memanjatkan doa untuk keselamatan Ken.
Ya Allah … Lean mohon, selamatkan papa Lean ya Allah… jangan engkau ambil dulu papa dari Lean. Jika engkau menyelamatkan papa, Lean janji akan jadi anak yang lebih baik lagi… Amin.
Ya Allah, selamatkanlah anakku satu-satunya. Dia adalah satu-satunya yang hamba miliki di dunia ini. Jangan ambil dia dulu dari sisiku. Apalagi anak-anaknya masih terlalu kecil, mereka masih sangat membutuhkan figur ayahnya. Biarkanlah dia bisa merasakan kebahagiaan dengan berkumpul bersama keluarga kecilnya terlebih dahulu. Amin..
Ya Allah … hamba tahu jodoh, maut dan rezeki itu telah engkau tentukan. Jika engkau masih berkenan mengizinkan dia hadir untuk melengkapi kehidupanku dan juga anak-anak, maka selamatkanlah dia dari mautmu ya Allah…
Ya Allah… Jika om Ken adalah papa Kean, selamatkan dia ya Allah… Kean janji akan mengajari papa ilmu agama, agar papa bisa menjadi orang yang lebih baik lagi … amin
Dengan tubuh yang transparan, Ken meneteskan air matanya ketika melihat orang-orang yang dicintainya terus menangis serta khawatir dengan keselamatannya.
Melihat detak jantung yang telah berhenti, dokter sudah ingin mengumumkan jam kematian. Tapi tiba-tiba
Di dalam ruangan operasi yang begitu menegangkan, telah terjadi sebuah keajaiban besar. Seorang pasien yang detak jantungnya sempat berhenti, kembali berdetak.
"Dok … pasien hidup kembali!" ucap Perawat yang masih menatap layar bedside monitor. Semua tenaga medis yang berada di dalam ruangan operasi terkejut melihat hal itu, mereka semua menghembuskan nafas panjang yang melegakan karena bersyukur pasien telah berhasil diselamatkan.
Segera para tenaga medis yang ada di dalam ruang perasi, segera menyelesaikan operasinya.
Lampu ruangan operasi telah padam, menunjukkan bahwa operasi telah selesai. Setelah sekitar 2 jam lebih, akhirnya ada seorang dokter yang keluar dari ruang operasi.
Melihat ada yang keluar dari ruangan operasi, mereka semua segera berlari menghampiri dokter itu.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Carol cemas. Sedangkan yang lainya ikut mengangguk dan juga tegang menunggu apa jawaban dari dokter.
"Alhamdulillah pasien selamat. Untungnya ada sebuah keajaiban besar yang datang di detik-detik terakhir. sehingga pasien masih bisa melewati masa kritisnya. Tapi untuk saat ini pasien masih belum bisa sadarkan diri, sehingga pasien akan masih di rawat di ruangan ICU terlebih dahulu untuk memantau bagaimana perkembangannya lebih lanjut.
" Alhamdulillah ... "ucap serentak dari mereka dengan saling berpelukan satu sama lain.
__ADS_1
" Terimakasih dokter ... "ucap Carol yang langsung memegang tangan dokter.
" Ibu jangan berterima kasih dengan saya, karena yang memberikan sebuah mukjizat adalah sang pencipta bukan saya. Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai dokter"paparnya dengan bijaksana.
"Iya dok … saya tau!"
Ya Allah … terimakasih karena engkau telah menyelamatkan Ken untuk kami.
" Apa kita bisa masuk kedalam untuk menjenguknya dok?"tanya Carol.
" Boleh, tapi harus bergantian ya … jangan banyak-banyak, karena itu bisa mengganggu istirahat pasien. Kalau begitu saya permisi dulu!"pamitnya, lalu pergi meninggalkan Carol, Dira, Kean dan Lean.
" Ya sudah, Tante saja dulu yang masuk kedalam. Soalnya Dira sama anak-anak mau sholat dzuhur dulu."
Carol hanya menganggukkan perkataan Dira. Setelah itu Carol masuk kedalam ruang ICU yang ada di samping ruang operasi. Sedangkan Dira dan anak-anaknya pergi ke mushola untuk sholat dzuhur.
Di dalam ruangan ICU, terlihat seorang pria yang masih menutup matanya dengan segala peralatan medis yang masih melekat pada tubuhnya. Melihat anaknya yang tak sadarkan Diri seperti ini, membuat hatinya sakit dan hancur berkeping-keping.
Setelah mengatakan hal itu Carol Carol terduduk lemas di lantai, karena sudah tidak sanggup lagi menopang Tubuhnya ketika melihat kondisi Ken yang saat ini. Hati seorang ibu pasti akan hancur-sehancurnya ketika melihat kondisi anaknya yang seperti di ambang kematian seperti ini. Begitu juga dengan Carol.
......................
Di sisi Lain Dira, Kean dan Lean telah selesai melaksanakan sholat dzuhur. Mengingat ini sudah siang, sekalian Dira mengajak Kean dan Lean untuk makan di kantin. Dira tahu mereka pasti sudah sangat kelaparan.
"Ma kita mau kemana?" tanya Lean yang melihat mereka tidak berjalan menuju ruangan Ken berada.
"Kita makan dulu ya, baru kembali menjenguk papa"
"Lean gak mau, Lean gak ***** makan kalau belum melihat bagaimana kondisi papa sekarang!" sanggahnya.
__ADS_1
Dira Segera berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka. "Lean sayang … Mama tau kalau Lean itu khawatir dengan kondisi papa. Tapi Lean juga harus makan, biar Lean kuat dan tidak sakit. Agar Lean bisa jagain papa, kalau Lean sakit pasti papa akan merasa sedih. Oke!" Paparnya dengan mencoba tersenyum dan terlihat kuat.
Sebenarnya Dira juga tidak ada ***** makan, tapi dia harus terlihat kuat dan bisa menjaga anak-anaknya untuk tetap mau makan agar mereka tidak jatuh sakit.
" Iya dek, yang dikatakan mama ada benernya juga. Kalau kamu gak mau makan, nanti kamu bisa sakit. Kalau kamu sakit, bukanya bantuin jaga papa kamu justru menambah beban mama!" imbuhnya.
Setelah berpikir, akhirnya Lean mengikuti perkataan Dira dan Kean. karena dia tidak ingin ikut-ikutan sakit terus nambah beban bagi mamanya lagi.
Sesampainya di kantin mereka makan dengan menu-menu makanan yang tersedia di kantin rumah sakit. Lean hanya memakan makanannya sedikit saja.
"Lean … makanannya kok gak dihabisin, sayang kalau harus buang-buang makanan," ujarnya mengingatkan Lean yang harus menghabiskan makanannya.
"Lean udah gak ***** makan ma.." rengeknya.
"Dek … kamu harus habiskan makanannya, nanti kalau gak dihabiskan mubazir. karena diluar sana masih banyak orang yang kelaparan ingin makan, ini kamu yang bisa makan malah membuang-buang makanan. Itu gak baik tau" imbuhnya.
Setelah mndengar perkataan dari Dira dan Kean, Lean berusaha untuk bisa menghabiskan makanannya. Selesai makan, Dira juga membungkuskan makanan untuk Carol agar dia juga bisa makan.
Selesai membayar makanannya, Dira Kean dan Lean beranjak pergi menuju ruangan dimana Ken dirawat.
Di dalam perjalanan menuju ruangan Ken, tanpa sengaja ada seorang dokter pria yang menyenggol Dira. Untung saja Dira tidak terjatuh dan makanan yang ia bawa juga selamat.
"Maaf … Maaf mb. saya tidak sengaja, kamu tidak apa-apa? "ungkapnya dengan melihat ke arah Dira.
" Iya gapapa kok, saya baik-baik saja, "balas Dira dengan menoleh ke arah pria itu.
Ditatapnya lekat-lekat wajah wanita yang ditabraknya. Dira …?
...****************...
__ADS_1
Lunas ya... Ken tidak jadi meninggal. Tapi siapa pria yang menyenggol Dira?
Padahal udah aku up dari hari jumat jam 6 pagi loh... Tapi gak lulus2 makanya ini coba aku up lagi semoga lulus