
Bau asap bertebaran, deru suara klakson dan knalpot, membuat jiwa yang lelah menjadi semakin penat. Jalanan jakarta memang terkenal dengan kemacetannya. Apalagi disaat jam-jam rawan pulang kerja seperti ini, pasti akan sangat macet.
Hati Ken juga merasa penat, ketika jalanan sangat macet. Rasa rindu ingin bertemu dengan anaknya, harus tertunda karena macet. Jika tidak ingin mampir ke toko mainan, mungkin sudah lewat jalan tol. Demi bisa membelikan kedua anaknya mainan, Ken rela melewati jalanan yang sangat macet ini.
Akhirnya, setelah sekitar perjalanan hampir dua jam karena macet. Mereka sampai juga di lobi Apartemen. Ken turun dari mobil, dan meminta bantuan kepada Rendi untuk membantu membawa mainan yang telah dibelinya tadi.
"Ini mau dibawa kemana boss?" tanya Rendi dengan penasaran.
"Ke Apartemen Dira!." Berlalu pergi dengan membawa mainan di tangan kiri dan kanan.
Oh… ternyata ada yang ingin mengambil hati anaknya… pantes aja beli sendiri. Ternyata boss sayang anak juga ya… sampai membelikan begini banyaknya.
Bunyi lift terbuka di lantai Apartemen Dira. Ken dan Rendi keluar dari lift, lalu lanjut berjalan menuju apartemen yang di tempat Dira, dan akhirnya mereka sampai di depan pintu Apartemen no xxx.
Ken terus memencet bel, mengetuk pintu, bahkan sampai memanggil. Tapi, tetap tidak ada suara atau pergerakan orang yang akan keluar membukakan pintu.
Kemana dira? Kenapa belum membuka pintu? Apa dia tidak ada di rumah?. Batin Ken.
Mendengar suara ketukan pintu yang semakin keras dan membisingkan. Seorang pria keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar.
"Kalian siapa?" Mendengar ada yang memanggilnya Ken dan Rendi menengok kebelakang." Oh...ternyata kalian lagi! kenapa kalian suka sekali bikin ribut dan ganggu tetangga disini sih?", pekik pria itu.
"Maaf pak, kalau kita sudah mengganggu. Kalau boleh tau, penghuni Apartemen ini kemana ya?" tanya Rendi dengan sopan.
"Saya tidak tahu! Kenapa kalian tidak meneleponnya saja? Daripada bikin Ribut! " ujar pria itu dengan menutup pintu Apartemennya kembali.
Aduh... Kenapa gue lupa menelepon sih!. dengan segera Ken mencari no Kean, dan tidak diangkat. Kemudian, Ken menelpon Nisa tapi, nomor telponnya tidak aktif. Hal itu membuat Ken semakin panik.
Segera Ken menelepon Bodyguard nya.
Kenzo : Apa kalian tau Dira dan keluarganya dimana?
__ADS_1
Bodyguard : Tidak boss, sejak tadi pagi kita tidak melihat ibu Dira dan keluarganya keluar dari Apartemen sama sekali bos!
Ken : Dasar kalian gak becus! Kemana aja kalian ha? Sampai gak tau Dira kemana? Kalau dia gak keluar, sekarang pasti dia ada di Apartemennya! . Awas kalian ya.. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Dira dan keluarganya, kalian yang akan tanggung akibatnya! Ken mematikan teleponnya. Sedangkan dua Bodyguard itu, ketakutan mendengar amarah Ken.
Saat ini suasana hati Ken marah, cemas, khawatir, dan takut menjadi satu. Ken takut kalau sampai dira pergi lagi. Tiba-tiba Ken teringat sesuatu....
Segera Ken melangkah pergi yang diikuti oleh Rendi di belakangnya.
"Anda mau kemana boss?" tanya Rendi yang masih terus mengikuti langkah Ken yang semakin cepat.
"Ruang Keamanan, kita lihat Cctv!."
Setelah sesampainya di ruangan Cctv Ken melihat semua rekaman Cctv yang ada. Dilihatnya Dira dan keluarganya pergi terburu-buru dengan membawa koper. Melihat hal itu, Ken menjadi semakin panik dan cemas.
Dir… kamu kemana? Jangan bilang kamu akan meninggalkan aku lagi!, aku tidak akan membiarkan kamu pergi kali ini!.
Melihat hal itu, Ken langsung menyuruh Rendi untuk Menelpon kepala sekolah Kean, untuk menanyakan apakah ada kabar dari Kean. Ternyata mereka izin pulang ke jogja, karena ada kerabatnya yang meninggal.
"Ren pesanan saya tiket pesawat ke jogja malam ini juga, yang tercepat! Dan Cari tahu alamat bu Nisa di jogja, " perintah Ken.
"Boss… apa anda serius? Jakarta-jogja itu membutuhkan waktu sekitar 8-9 jam. Apakah tidak bisa di tunda besok? atau menunggu sampai mereka pulang saja!. Lagian kita sudah tau kalau mereka sedang ada di jogja. Anda juga butuh istirahat boss, kalau tidak….. "
" Saya tidak butuh nasihat kamu! Jika kamu tidak mau menemani saya pergi ke jogja malam ini, tidak masalah. Saya bisa berangkat sendiri dengan sopir. Lagipula Saya tidak akan bisa istirahat, sebelum saya tahu kalau mereka benar-benar ada di jogja, dan bagaimana keadaan mereka sekarang! . Ditambah mereka tidak ada yang bisa dihubungi sama sekali."
Sepertinya tekad Ken sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat. Sebenarnya Rendi merasa sangat capek dan ingin istirahat. Tapi, tidak mungkin Rendi membiarkan Ken pergi ke jogja sendiri, apalagi dengan kondisi yang seperti ini. Apa boleh buat Rendi terpaksa harus menemani Ken, kalau sampai terjadi apa-apa sama Ken, bisa-bisa dia juga yang akan di habisi oleh Carol.
...****************...
Alunan suara bacaan doa yasin dan tahlil begitu menggema di kediaman Risa untuk mendoakan mending ibunya tercinta. Di sisi lain Dira, nisa dan para kerabat perempuan juga sibuk membantu untuk menyiapkan makanan untuk orang yang membacakan doa. Sedangkan, Kean dan Lean menemani Risa agar dia tidak terlalu sedih.
Setelah Acara selesai, Mereka pamit untuk pulang ke rumah Nisa yang tak jauh dari rumah Risa.
__ADS_1
Hari yang sangat melelahkan bagi Dira dan anak-anak. Kean dan Lean sudah tertidur pulas karena kecapean. Sedangkan Dira masih duduk di tepi ranjang untuk memandangi wajah terlelap kedua anak kembar ya. Tiba-tiba Lean mengigau…
Pa… papa… papa jangan pergi pa..., Lean mau ikut papa… jangan tinggalin kita lagi….
Seketika dira terkejut dan bingung, di usapnya dada Lean agar dia tenang dan tertidur lagi. Apa yang sudah di impian Lean? Dan siapa yang dipanggil ya papa? Selama ini mereka tidak pernah tau siapa papa mereka, kenapa bisa mengigau memanggil papa?.
Akhirnya Lean sudah tertidur lagi. tapi, tidak dengan dira, dia terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Lean. Apa sebenarnya mereka membutuhkan sosok seorang ayah? Sampai mengigau seperti itu! Maafkan mama ya sayang… mama tidak bisa memberikan kalian keluarga yang utuh!. Gumam Dira sambil mengecup puncak kepala Kean dan Lean.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Tapi, Dira belum bisa tertidur. Hatinya terus saja gelisah memikirkan apa yang dikatakan Lean. Akhirnya dira bangun dan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat tahajud.
Dalam sujud rakaat Terakhirnya dira berdoa :
Ya Allah… tunjukkanlah kepadaku jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah dan kegelisahan hati ini. Jika engkau mengizinkan aku untuk bisa memberikan anak-anakku seorang ayah. Maka, sembuhkanlah luka di hati ini, agar bisa menerima seorang pria lagi dalam hidupku, dan dekatkanlah jodoh itu. Karena kutahu engkau maha yang membolak balikan hati ini. Amin..
Suara ketukan pintu terdengar. Membuat Dira yang masih berdzikir tersentak kaget. Siapa yang tengah malam bertamu begini?. Karena ketukan dan ucapan salam semakin keras Dira bangun untuk mencoba membukakan pintu, karena takut mengganggu ketenangan tetangga.
Sebelum membuka pintu, Dira melihat siapa yang mengetuk pintu dari balik horden. Pak Ken? dan pak Rendi? Kenapa mereka kesini? Tanpa berlama-lama Dira membukakan pintu.
Ketika mendengar pintu di buka, dan melihat siapa yang membukakan pintu, Ken langsung memeluk Dira erat. Akhirnya aku bisa menemukan kamu! Aku kira, kamu pergi meninggalkan aku lagi!. gumam Ken lirih.
Dira terkejut melihat Ken yang tiba-tiba memeluknya. Dira berusaha untuk melepaskan pelukan Ken, tapi tidak bisa.
"Pak... Tolong lepasin saya! Kalau tidak saya akan...
Tidak ada jawaban dari Ken, badanya melemas dan pelukanya mulai terlepas. ternyata Ken sudah pingsan di pelukan Dira.
...****************...
TBC
Makasih untuk kalian yang sudah setia menunggu novel ini up. Maaf kalau up ya agak telat. 🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan klik favoritnya ya... Bye.. Bye🖐️🖐️🖐️
Salam sayang banyak-banyak untuk kalian Darj author.