Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Sate kambing


__ADS_3

Di dalam ruangan  kerjanya, Ken masih saja disibukkan dengan dokumen-dokumen yang harus ia kerjakan dan tanda tangani. Tiba-tiba ada bunyi notifikasi masuk, segera ia melihatnya ternyata Kean sedang mengirim sebuah Video. Ketika ken melihat video apa yang dikirim oleh Kean dia hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat istrinya yang begitu lahap memakan beberapa Cake secara bergantian. 


Ya Allah sayang ... Kenapa semuanya makanan manis? Tumben-tumbenan Dira mau makan-makanan manis sebanyak itu. Tapi kamu sungguh menggemaskan kalau lagi seperti ini, mas jadi ikut bahagia melihat kamu sudah kembali tersenyum lagi. Gumam Ken dalam hati dengan terus memutar vidio itu berulang kali  sambil tertawa sendiri.


Melihat Dira yang menghabiskan semua cake itu sendiri Kean dan Lean hanya bisa geleng-geleng kepala tak habis pikir kalau mamanya sanggup makan cake sebanyak itu sendiri. 


"Alhamdulillah akhirnya kenyang," ucap Dira sambil meminum kembali taro buble milkshakenya. "Kalian kenapa menatap mama seperti itu? Apa ada yang salah di wajah mama?" tanya Dira dengan meraba wajahnya. 


" Bukan wajah mama yang salah, kita hanya heran saja melihat mama bisa menghabiskan semua cake itu sendiri!" cetus Kean yang diangguki oleh Lean. 


Dira melihat kembali ke atas meja dan memang hanya tersisa kotak kue yang sudah tak ada isinya sama sekali. Melihat begitu banyaknya kotak itu Dira menelan salivanya, ia juga baru menyadari telah memakan banyak sekali cake. 


Kenapa gue serakus ini ya? Batin Dira dengan menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal. 


Melihat Dira yang ikut bingung, kean dan Lean saling tatap lalu pamit keluar dari kamar Dira untuk istirahat siang. 


Setelah kepergian Kean dan Lean, tiba-tiba matanya sudah sangat mengantuk lagi dan tanpa sadar ia tertidur di sofa. 


***


Hari mulai sore, begitupun dengan matahari yang mulai bergeser ke ufuk barat. Ken melihat jam pada pergelangan tanganya dan menunjukkan pukul 15:30, ia menghembuskan nafas panjang. Pekerjaannya tinggal sedikit lagi, tapi dia sudah tak sabar ingin pulang ke rumah untuk bertemu istrinya yang menggemaskan itu. 


Setelah lama berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja dan membawa pekerjaan itu pulang kerumah. Daripada ia tetap disini tapi pikaranya tak fokus yang terus ingin pulang.


Setelah membereskan dokumen-dokumen Ia bangun dari tempat duduk kebangsaannya dan keluar dari ruangan kerjanya.


"Anda mau kemana bos?" tanya rendi. 


"Mau pulang, kalau kamu masih banyak pekerjaan kamu lanjutkan saja dulu. Saya pulang sendiri!" cetusnya yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Rendi.


Tak lama kemudian bunyi lift terbuka, menunjukkan bahwa ia telah sampai di parkiran khusus petinggi kantor PT Fabio. Melihat pintu lift terbuka, Ken keluar berjalan menuju mobilnya berada. 


Ia segera masuk kedalam mobil dan menginjak pedal gas mengemudikan mobilnya melaju keluar dari area kantor PT Fabio grup. Perjalanan dari kantor menuju kediaman Fabio cukup memakan waktu 25 menit saja dengan kecepatan  tinggi di jalanan tol. 


Sesampainya di kediaman Fabio ken keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah menuju ke kamarnya. Saat memasuki kamar hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya yang tertidur di sofa dengan meja di depannya yang masih berantakan. Sepertinya ia tertidur lagi sebelum membersihkanya. Ken berjalan perlahan menghampiri Dira, ia duduk disamping istrinya dan terus menatap wajah cantik wanita yang sangat ia cintai.


"Kamu kenapa berubah menjadi seperti putri tidur sih sayang?" gumamnya dengan mengelus lembut wajah Dira dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir ranum itu.


Merasakan seperti .ada yang menyentuhnya Dira terbangun dan yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya sedang menatap ke arahnya sambil tersenyum dan  menopang kepalanya  dengan tangannya di sofa. 


"Mas sudah pulang?" ucapnya yang bergerak memeluk tubuh Ken. 


"Iya, habisnya mas sudah kangen sama kamu. Tapi mas belum mandi loh sayang, kok kamu udah meluk-meluk Mas seperti anak kucing yang mengendus-endus ibunya seperti itu!" ledek Ken.

__ADS_1


" Aroma tubuh mas enak dan terasa nyaman. Masak istri sendiri dikatain anak kucing sih … emangnya gak boleh ya memeluk suami sendiri seperti ini …" celetuknya yang sudah mendongakkan kepala menatap wajah Ken. 


"Boleh saja kok, mas justru suka. Hanya saja akhir-akhir ini kamu terlihat lebih manja dari sebelumnya. Jadi, mas merasa sedikit gimana gitu ... ," jelas ken. 


Awalnya Ken memang merasa sedikit aneh ketika Dira bersikap manja dengan nya seperti ini. Padahal dulu ketika ken pulang kerja dan belum mandi ia akan ngomel jika ken memeluknya tapi sekarang terbalik Dira yang justru langsung memeluknya dan bermanja seperti ini. Diraa juga menjadi tidak suka mencium aroma parfum, sehingga ken sudah beberapa hari ini tak pernah memakai parfum karena Dira akan enek dan ngomel. 


"Yaudah mas mau mandi dulu biar seger dan mau sholat keburu habis waktunya, soalnya badan mas terasa lengket semua! " ujarnya yang melepaskan pelukan Dira. 


" Aku juga belum sholat, kita sholat bareng ya.., " kata Dira


 " Loh bukannya tadi subuh kamu bilangnya menstruasi, terus kenapa sekarang sholat? " tanya Ken yang bingung. 


"Ya tadi pagi memang ada keluar bercak darah sedikit, terus tadi siang udah gak ada lagi. Jadi Dira sholat lagi, soalnya belum ada waktu 24 jam," jelasnya. Sedangkan Ken hanya manggut-manggut dan beranjak bangun dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi. 


***


Matahari telah terbenam di ufuk barat, senja telah datang menghiasi langit yang menandakan bahwa waktu maghrib telah tiba. Di saat Dira baru selesai sholat maghrib tiba-tiba dia baru menyadari bahwa ada satu kantong plastik apotik di atas nakas. Ia membukanya dan mengambil barang yang ada di dalam kantong plastik tersebut. 


Ha? Tespek? Kenapa ada banyak sekali tespek disini? Apa mas ken yang beli?. Batin Dira.


"Mas, ini mas yang beli?" tanya Dira dengan memperlihatkan satu kotak tespek. 


"Oh … bukan, itu mama tadi pagi yang ngasih, mama mengiranya kamu hamil makanya dibelikan Tespek," jawab Ken.


" gitu aja? "


" Iya, oh ya sayang kalau kamu gak jadi menstruasi kamu cek aja ya … siapa tau .. " ken tak melanjutkan ucapanya tapi Dira sudah faham kemana arah pembicaraan ken.


" Em … yaudah tapi besok pagi aja ya … "sahut Dira


Setelah itu Dira menghampiri Ken yang duduk di sofa tengah membuka laptopnya. 


"Mas …" panggil Dira yang sudah duduk bersandar di pundak Ken. 


"Ada apa sayang?" tanya Ken yang masih fokus mengetik.


"Aku laper dan pengen makan sate kambing …" ujar Dira.


Ken menghentikan tangannya yang sedang mengetik, lalu menoleh ke arah istrinya. 


"Sate kambing? Mau mas pesenin?" tawar Ken. 


 Dira menggeleng dan cemberut membuat Ken mengerutkan kening tak mengerti. 

__ADS_1


" terus gimana?" 


"Pengen makan di tempatnya langsung , boleh gak?" pinta Dira dengan memperlihatkan pupy eyenya. Sungguh Dira saat ini seperti anak kecil yang begitu manja.


Melihat wajah istrinya yang memohon seperti anak kecil membuat Ken merasa tak tega." Yaudah kita pergi beli sate," kata Ken.


Seketika wajah Dira tersenyum lalu mencium pipi ken. "Makasih mas … " ucapnya yang kemudian langsung beranjak bangun dari duduknya untuk berganti pakaian. 


Ken yang mendapatkan ciuman dadakan dari istrinya masih diam membisu sambil memegang pipi bekas ciuman dira. Ini adalah pertama kalinya Dira mencium tanpa diminta, ken memang benar-benar di but terkejut oleh sikap istrinya saat ini.


Sampai Dira sudah selesai mengganti baju, Ken masih duduk terdiam di sofa sambil tersenyum sendiri seperti orang yang habis kesambet.


"Mas... Kok belum ganti baju? Ayo..." ajak Dira yang sudah tak sabar ingin memakan sate kambing.


Panggilan Dira membuat Ken kaget dan segera bangun dari tempat dusuknya, lalu mengganti pakaianya.


Tak butuh waktu lama Ken sudah siap, dan mereka pun keluar dari kamar. Carol, Kean dan Lean yang duduk di meja makan sedikit terkejut melihat mereka yang sudah rapi.


"Kalian mau kemana? Kok sudah rapi?" tanya Carol di saat merka sampai di ruang makan.


"Kita mau keluar ma, Dira pengen makan sate kambing. Mama mau ken belikan? Kean sama Lean mau ikut?" tawar Ken.


"Mama sudah gak beraninmakan sate kambing. Lagian di rumah juga sudah ada makanan,"jawab Carol.


" Sate kambing? Sejak kapan mama doyan makan sate kambing? "tanya Lean yang keheranan karena dari mereka bertiga tidak ada yang suka makan kambing.


" Iya, kita bertiga kan gak suka daging kambing, "imbuh Kean untuk memperjelas.


Ken, Carol yang mendengar perkataan dari Kean dan Lean menjadi bingun dan menatap ke arah Dira untuk mencari penjelasan.


Tatapan mereka sunggung mengintimidasi ke arah Dira. " Emm... Dira juga gak tausih, tiba-tiba pengen banget banget makan sate dan gule kambing,"ujarnya polos.


Carol mengerutkan kening, ia merasa ada yang aneh dengan Dira." Kamu ngidam sayang? "tanya Carol yang dijawab sebuah gelengan.


" Dira juga gak tau, soalnya belum ngecek! " jawab Dira polos.


Carol tersenyum." Yasudah kalian berangkat saja, nanti Dira keburu kelaparan dan ngiler lagi gara-gara gak makan sate kambing," goda Carol.


Setelah itu Ken dan Dira pamit untuk pergi terlebih dulu, sedangkan Kean dan Lean masih saja bingung. Tadi siang mama aja muntah ketika di kasih makanan favoritnya dan sekarang tiba-tiba pengen makan makanan yang gak di suka. Mama benar-benar aneh!. Batin Kean dan Lean.


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...

__ADS_1


__ADS_2