
Di dalam ruangan bernuansa putih dah hijau. Terlihat seorang gadis cantik tengah sabar merawat Kakak kembarnya yang belum sadarkan diri. Saat ini Nathan sudah di pindahkan ke rumah sakit tempat Lean bekerja karena tiba-tiba Nathan harus menjalani operasi dan di rumah sakit sebelumnya sudah tidak bisa mengatasi.
Sebuah ketukan pintu terdengar dari luar.
"Masuk,"
Mendengar suara jawaban yang menyuruh untuk masuk, Lean segera membuka pintu untuk mengecek kondisi Nathan.
"Kak, Lean," sapa Nala yang bangun dari tempat duduknya.
Lean hanya menjawab sapaan Nala dengan senyuman. Kemudian Ia melanjutkan untuk memeriksa keadaan Nathan bersama seorang suster yang mendampinginya.
"Om sama Tante kemana, Nal? Kok hanya Kamu sendiri yang jaga?" tanya Lean selesai memeriksa kondisi Nathan.
"Papi pulang sebentar karena tiba-tiba ada urusan mendadak yang harus segera di selesaikan, baru saja telepon katanya sore baru bisa datang kalau Mami sibuk kerja," jawab Nala.
"Oh, ya. Barusan Anne telepon, katanya mau datang ke sini," ujarnya.
"Anne sudah tahu kalau Kak Nathan di pindahkan ke sini?" tanya Nala.
"Iya, tadi pagi Kakak yang bilang. Kakak memang tidak tahu apa yang sudah terjadi dalam keluargamu, tapi Kamu harus kuat dan sabar ya. Sekarang kondisi Nathan juga sudah jauh lebih baik,"pungkasnya agar Nala tidak terlalu khawatir.
Tiba-tiba Nala menghampiri Lean dan memeluknya. Awalnya, Lean sedikit terkejut, tapi melihat Nala yang menangis seperti sedang membutuhkan kekuatan membuat Lean membiarkannya.
Lean mengusap punggung Nala untuk menenangkannya yang saat ini sedang menangis dalam pelukannya.
"Keluarkan saja semua dek jika itu bisa membuatmu jauh lebih tenang," ungkapnya.
Setelah cukup lama menangis dalam pelukan Lean, Nala mulai melepaskannya.
"Maaf ya Kak kalau Nala buat baju Kakak jadi basah" ucapnya sambil mengusap air mata yang membasahi pipi.
"Iya gapapa, kok. Apakah sudah jauh lebih tenang?" tanyanya yang di jawab sebuah anggukan oleh Nala.
"Yasudah kalau gitu, Kakak tinggal dulu ya? Soalnya Kakak masih ada pasien yang harus di kunjungi," paparnya yang berlalu pergi keluar dari kamar Nathan.
***
Setelah cukup lama berpelukan, Agatha melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Apakah Mama ada masalah?" tanya Anne ketika melihat wajah Agatha yang terlihat sendu.
"Mama gapapa kok, Anne. Oh, ya Anne bolehkan Mama tahu lebih dalam lagi tentang keluarga atau mamamu?"
Anne sedikit terkejut saat mendengar ucapan Agatha yang mengatakan ingin tahu lebih dalam lagi tentang keluarga atau mamanya.
"Memangnya ada apa ya, Ma? Kok Mama ingin tahu tentang keluarga dan mama Anne?" pungkasnya yang merasa sedikit aneh dengan sikap Agatha.
"Mama hanya ingin tahu saja, tapi jika Kamu keberatan juga gapapa," ujar Agatha.
Anne tersenyum. "Memangnya Apa yang ingin Mama tahu?" tanyanya.
Agatha ikut tersenyum melihat Anne yang welcome dengannya. "Apakah Kamu mempunyai Kakak, Anne?"
"Iya, Aku punya dua kakak laki-laki kembar," jawabnya.
Saat mendengar jawaban Anne Agatha terlihat syok, Ia tidak mengira bahwa Anne juga mempunyai kakak kembar sama seperti dengan yang ada di dalam mimpinya dua anak laki-laki kembar yang memanggil wanita itu dengan sebutan mama.
Agatha meremas bajunya, Ia semakin penasaran lagi dengan keluarga Anne.
"Kalau Papamu, apakah sudah menikah lagi, Anne?" tanya Agatha lagi.
"Tidak, sampai saat ini Papa masih belum menikah dia adalah pria yang sangat setia dengan pasanganya."
"Anne, sepertinya ada yang terus memperhatikan kamu deh," ucap Agatha saat melibat ada dua orang berpakaian hitam terus memandang Anne.
Anne menoleh ke arah yang di maksud oleh Agatha, ketika Anne ingin menoleh Agatha segera menutup wajah Anne dan menyuruhnya untuk tidak melihat orang itu. Namum, Anne keras kepala dan tetap melihatnya karena penasaran. Saat mengetahui siapa yang di maksud oleh Agatha dia hanya bisa tersenyum.
" Mama tenang saja, mereka itu hanya bodyguard suruhan Papaku kok! Bukan orang jahat,"pungkasnya.
Bola mata Agatha membola saat mendengar jawaban dari Anne.
Apakah Anne adalah anak orang penting sampai harus di jaga oleh bodyguard? Batinnya.
" Bukan, Anne bukanlah Anak presiden ataupun orang yang seperti Mama pikirkan. Itu hanya karena Papa saja yang terlalu protektif! Setelah kejadian Mama yang di culik sampai bisa jatuh dari tebing, Papa sangat, sangat protektif kepada anak-anaknya," jelasnya.
Agatha hanya tersenyum saat mendengar penjelasan dari Anne. Sepertinya Papa Anne orang yang sangat menyayangi keluarganya.
Setelah itu, tiba-tiba ada pesan masuk dari Lean yang mengingatkan Anne untuk segera datang ke rumah sakit karena Nala sedang sendirian menjaga Nathan.
__ADS_1
"Siapa Anne? Apakah Kamu ada urusan?" tanya Agatha saat melihat Anne begitu fokus dengan ponselnya.
"Oh, ini pesan dari Kakak yang menyuruh Anne segera datang ke rumah sakit untuk menemani teman Anne," jawabnya.
"Apakah Mama sibuk? Apa Mama mau ikut ke rumah sakit sama Anne? Nanti sekalian kenalan dengan Kakakku yang seorang dokter,"tawarnya.
Agatha tersenyum dan mengangguki tawaran dari Anne. Lagian, hari ini dia juga tidak ada kegiatan. Jadi, lebih baik Ia pergunakan untuk. Mencari informasi lebih banyak lagi sebelum pulang ke New York.
Setelah itu, mereka berdua pergi bersama ke rumah sakit tempat Lean bekerja sekaligus menjenguk Nathan.
Saat melihat dari dekat siapa yang sejak tadi sedang bersama Anne , kedua bodyguardnya diam membisu dan terus menatap Anne dan wanita itu bergantian.
"Kalian kenapa menatap Saya seperti itu? Mau saya laporin sama, Papa ya kalau kalian tidak menundukkan pandangan saat melihat saya!" ancamnya.
"Jangan Non, Kami hanya terkejut saja saat melihat Nyonya ini wajahnya sangat mirip sekali dengan Anda," papar salah satu bodyguardnya dengan wajah takut dan tegang.
Setelah itu, mereka menundukkan pandangannya karena takut kalau Anne mengadu yang aneh-aneh dengan Ken karena sebelumnya Ken sudah menetapkan beberapa peraturan saat menjaga Anne.
Pertama : Meskipun menjaga Anne, mereka dilarang keras manatap wajah Anne lebih dari 1 menit. Harus menundukkan pandangan.
Kedua : Tidak boleh menyentuh Anne sembarangan kalau bukan dalam keadaan darurat. ;
Ketiga : Harus menyingkirkan para lelaki buaya yang mau mendekati Anne.
Ke empat : Harus melaporkan semua kegiatan Anne.
Ke lima : Apapun yang terjadi mereka harus mengutamakan keselamatan Anne kalau sampai terjadi apa-apa dengan Anne nyawa mereka taruhannya.
Melihat wajah takut dari keduanya membuat Anne merasa puas dan menahan tawa. Setelah itu mereka membukakan pintu agar Anne masuk ke dalam mobil. Kemudian, mobil melaju menerobos jalanan untuk menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, banyak perawat yang menyapa saat berpapasan dengan Anne. Mereka semua tahu kalau Anne adalah adik dari dokter populer di rumah sakit ini. Namun, saat melihat Anne berjalan dengan wanita dewasa yang sangat mirip dengannya ada beberapa suster terkejut karena mereka tahu kalau Ibu dokter Leane sudah meninggal dunia.
"Eh ... Wanita yang jalan sama Anne, itu siapa ya? Kok mirip banget seperti ibunya."
"Hush ... ngawur aja kalau ngomong! Ibu Mereka kan sudah meninggal!"
"Iya sih, tapi sumpah seriusan mirip banget!"
Saat mendengar bisikan dari para perawat, Agatha kembali melihat wajah Anne.
__ADS_1
Apakah Aku semirip itu dengan Anne? Batin Agatha.
...****************...