
Hari demi hari berlalu tragedi yang pernah terjadi hanya tinggal menjadi kenangan karena ada masa depan yang akan menanti. Begitupun dengan siang dan malam akan silih berganti datang menghampiri untuk meninggalkan sebuah kenangan yang indah maupun buruk. Janganlah selalu menatap masa lalu yang kelam, karena akan ada masa depan yang lebih indah dan menakjubkan.
Setelah tiga hari di rawat inap, akhirnya Ken sudah diperbolehkan untuk pulang. Sebenarnya Ken masih ingin menikmati Indahnya kota jogja bersama Dira dan anak-anaknya. Tapi itu tidak bisa ia lakukan karena sudah begitu banyak pekerjaan yang menanti di jakarta.
Kean dan Lean juga harus masuk sekolah, tidak bisa izin terlalu lama. Sehingga mereka pulang ke Jakarta bersama dengan menggunakan jet pribadi.
Saat berada di dalam pesawat, para pramugari dan pilot menyapa kedatangan mereka dengan ramah. Seorang pria tampan dengan pakaian putih kebangsaan itu menyapa Ken dan memberitahukan kepada mereka bahwa dia yang akan memandu perjalanan kali ini.
Saat melihat kehadiran Dira, Kean dan Lean pilot itu menatap mereka dengan tatapan menyelidik. Karena ini pertama kalinya dia melihat seorang Putra satu-satunya keluarga Fabio terbang membawa seorang wanita dan juga anak-anak. Ditambah lagi ada seorang anak yang wajahnya sangat mirip dengan Kenzo.
Apa mereka cucu keluarga Fabio? Tapi kenapa tidak pernah ada berita yang mengatakan Kenzo sudah menikah dan mempunyai anak? Bahkan berita yang selalu beredar selama ini mengatakan bahwa Kenzo adalah pria yang tidak suka dengan wanita. Kenapa tiba-tiba sudah mempunyai istri yang sangat cantik dan dua anak kembar yang begitu tampan? Apa mereka selama ini disembunyikan? Batin pilot.
Melihat pilot itu terus menatap ke arah Dira, membuat Ken menjadi kesal.
"Sampai kapan kamu ingin menatap wanita saya? Apa kamu tidak ingin segera mengemudikan pesawat ini?" tegurnya dengan sorot mata yang tajam. Raut wajah itu memperlihatkan bahwa dia sangat tidak suka bila ada pria yang menatap wanitanya tanpa berkedip.
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud begitu, pesawat ini akan segera take off," ucapnya dengan berlalu pergi menuju ke tempat pilotnya berada.
Lean yang duduk disamping Ken, tertawa geli melihat sikap papanya yang sedang cemburu. Menyadari bahwa bocah kecil itu tertawa, Ken langsung melempar tatapan kepadanya.
" Apa yang kamu tertawa an Lean?" tanyanya dengan mengerutkan kening.
"Nothing, I just want to laugh!" ucapnya dengan bibir yang terus tertawa.
Ken semakin tak mengerti dengan sikap Anaknya itu, Dia hanya mengusap puncak kepala Lean dengan lembut. Lalu memperbaiki posisi duduknya dengan bersandar serta melanjutkan kembali membaca majalah.
Dira yang melihat interaksi mereka seperti melihat interaksi seorang ayah dan anak. Apa Lean memang sangat membutuhkan sosok seorang ayah? Sejak kedatangan kenzo di jogja dia selalu terlihat bahagia saat berada di samping Kenzo. Tapi, kenapa Kean justru menghindar? Apa yang ada di hati dan pikiranya saat ini! Anak ini memang sangat keras kepala dan misterius, tidak bisa ditebak!. Dira hanya tersenyum memandang anaknya yang masih saja fokus bermain kubus rubik ya ga ada di tangannya. Itu adalah mainan favoritnya, bahkan mainan yang dibelikan Kenzo ia berikan kepada anak-anak kecil tetangganya di jogja.
Saat ditanya kenapa ia memberikan mainan kepada anak-anak lain? Dengan santai dia hanya menjawab: 'Kean hanya ingin berbagi mainan mahal kepada mereka. Karena mereka tidak mempunyai mainan mahal, Sedangkan Kean mempunyai banyak mainan mahal di rumah!' Dira hanya tersenyum melihat sikap baik hati dan suka berbagi anaknya itu. Dengan pelan Dira juga mengusap kepala Kean.
Kean yang menyadari bahwa Dira sedang mengusap kepalanya, Dia mendongak untuk melihat wajah cantik dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Mama Kenapa? Kenapa sedih?" tanyanya.
"Tidak, Mama bukanya sedih. Mama hanya terharu saja, melihat anak mama ternyata sudah besar sekali sekarang!". Pungkasnya kepada Kean.
"Oh … Kean kira mama lagi sedih.."imbuhnya yang dibalas dengan sebuah gelengan dari Dira.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya pesawat Landing juga di bandara Soekarno Hatta. Ketika menggunakan pesawat jet pribadi, memang lebih cepat 30 menit daripada pesawat biasanya. Maka dari itu, biasanya jarak tempuh Jogja-Jakarta adalah 1 jam 15 menit, menjadi 45 menit saja. (maaf ya kalau ini ada kesalahan, kalau ada yang tahu bisa komen. Nanti author Revisi)
Di saat pesawat sudah Lending, mereka turun dari pesawat dan berjalan menuju Gerbang kedatangan (Arrival Gates) . Dira menggandeng Kean, sedangkan Ken menggandeng Lean. Entah mengapa sejak dari jogja Lean sangat lengket sekali dengan Ken, sampai melupakan mamanya sendiri. Hal itu membuat Ken sangat bahagia, sedangkan Dira dan Kean hanya memandang dari kejauhan.
Setelah keluar dari Gerbang kedatangan (Arrival Gates), terlihat dari kejauhan sudah ada supir yang menjemput Mereka dengan membawa Mobil Toyota Alphard G 2.5 terbaru warna putih. Sesampainya di depan mobil Mereka segera masuk ke dalam mobil. Lean mencium bau mobil baru. Seketika menanyakan kepada Ken yang duduk di kursi depannya.
"Apa papa membeli mobil baru?" tanya Lean yang duduk di kursi belakang Ken.
"Iya, ini mobil baru buat buat kalian pergi ke sekolah, papa sudah menyiapkan ini dari beberapa hari yang lalu," jawab Ken dengan tersenyum.
"Yey… asyik…." jawab Lean kegirangan.
"Sepertinya, om tidak perlu repot/repot untuk membelikan mobil baru untuk kita. Soalnya hari ini mobil Kean akan datang. Walaupun tidak sebesar dan semewah mobil ini, tapi itu cukup bagus karena mobil itu hasil dari jerih payah Kean sendiri!" Tungkasnya dengan masih memainkan kubus rubik.
Semuanya terkejut dengan jawaban Kean.
" Kean… dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu sayang? Apa kamu memakai uang tanpa sepengetahuan mama lagi! "tanya Dira beruntun.
" Itu uang dari penjualan game Kean yang menjadi ranking no 2 , baru cair beberapa hari yang lalu dan langsung Kean belikan mobil. Karena sepertinya kita membutuhkan mobil sekarang agar lebih mudah kalau mau kemana-mana, "tuturnya.
"Penjualan game? Kamu membuat aplikasi game?" Tanya Ken.
"Iya Pa. Kak Kean memang sangat jago tentang ilmu komputer, bahkan Dia jago hacker dan membuat game sendiri!" imbuh Lean.
Ken hanya tertegun melihat kepintaran anaknya itu, yang jauh diatas rata-rata. Anak sekecil itu sudah mempunyai game sendiri? Memang sungguh hebat!. Puji Ken dalam hati.
__ADS_1
Dira hanya bisa menghela dan menghembuskan nafas panjang. Melihat siapa anaknya itu yang selalu saja membuat Dira terkejut. Kenapa Kean tiba-tiba punya inisiatif untuk membeli mobil? Bukankah selama ini dia setuju untuk tidak membeli mobil? Apa yang sebenarnya terjadi?. Kean… mama bangga dengan sifat baik dan kepintaran kamu. Tapi, mama juga sedikit merasa takut melihat kamu yang sepintar ini …
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan Lobi Apartemen. Setelah itu mereka semua turun dari mobil dan mengambil koper yang ada di bagasi belakang . Selesai mengambil koper, mereka berjalan masuk menuju apartemen masing-masing.
Sesampainya di lobi Apartemen, ada seorang resepsionis wanita yang memanggil Dira.
Mendengar bahwa Resepsionis itu memanggilnya, Dira berjalan menuju meja Resepsionis.
"Ada apa mb?" tanya Dira kepada resepsionis wanita berambut pendek itu.
"Ini ada kiriman bunga buat mb Dira," ucapnya dengan menyodorkan sebuah buket bunga mawar putih dan pink itu kepada Dira.
"Dari siapa?" tanya Dira sambil menerima bunga itu dari tari tangan si resepsionis.
"Saya tidak tahu mb, karena yang mengantarkanya adalah kurir" tungkasnya.
Setelah itu, Dira membuka kartu ucapan yang ada di buket itu. Disana tertulis kata:
*A beautiful flower for a very beautiful woman. Have a nice day Anindira Fidelya. *
Ini bunga dari siapa? Kenapa tidak ada nama pengirimnya?. Batin Dira yang masih melihat bunga itu dan mencari petunjuk siapa pengirim bunga itu.
...****************...
Have a nice day and stay healty buat kalian semua.
Semoga suka dengan ceritanya ya....
Coba kalian tebak, bunga itu dari siapa? Kalau ada yang tahu komen di kolom komentar ya....
Semoga bisa tembus 40 komentar dan 300 like ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan klik Favorit... Bye