Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Pengunduran diri Dira


__ADS_3

Setelah mendapatkan telepon dari rendi, Ken juga mendapat pesan dari Nisa. Dengan langkah yang cepat Ken berjalan menuju lantai bawah kantor PT Fabio grup.


Selang beberapa menit, pintu lift terbuka. Karena panik, Ken berjalan  lebih cepat lagi, sampai tidak menghiraukan sapaan dari para karyawannya. Mata Ken terus menelusuri setiap sudut, mencari dimana  keberadaan dira. Tapi, Ken tak kunjung menemukan dimana keberadaan dira. 


Darj kejauhan Rendi yang melihat Ken terus celingukan sedang mencari seseorang, segera menghampirinya. 


"bos!" 


Ken menoleh ke arah Suara yang memanggilnya.


"di mana dira?" dengan nada yang sedikit berat. 


"sudah pergi bos!" jawab rendi dengan santai.


"kamu gimana sih!". Tanpa memperdulikan rendi lagi, Ken melangkah pergi menuju ruangan HRD. Karena nisa tadi sempat mengatakan, bahwa dira datang ke kantor untuk memberikan surat pengunduran diri. 


"bos... Mau kemana?" Ken terus berjalan, tanpa menghiraukan pertanyaan rendi. Melihat Ken yang tidak merespon, dengan terpaksa rendi mengikuti Ken dibelakangnya.


***


Di sisi lain dira telah selesai memberikan surat pengunduran dirinya ke ketua HRD, dan berniat kembali ke ruangan kerjanya untuk mengemas barang-barangnya. 


Ketika dira keluar dari lift, Ken masuk lift di sebelahnya.membuat mereka tidak saling berpapasan. 


Dira terus berjalan menuju ke ruang kerjanya. Tanpa memperdulikan tatapan para karyawan lain kepadanya. Sesampainya di ruang kerjanya, suasana di ruangan itu sangat sepi. Sepertinya, para rekan Kerja dira sudah mulai sibuk di dapur. Setelah selesai merapikan barang-barangnya, dira berniat berpamitan kepada para rekan Kerjanya terlebihdulu. 


Belum sempat melangkah. Ken sudah berdiri di hadapannya dengan nafas yang terdengar tak beraturan.


"direktur!" ucap dira dengan sedikit membolakan matanya, karena terkejut melihat Ken yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya. 

__ADS_1


Akhirnya Ken mulai bisa mengatur nafasnya. Ada rasa lega dalam dirinya yang melihat kondisi dira yang baik-baik saja. Saat ini Ingin rasanya Ken memeluk dira. Tapi, Ken mengurungkan niatnya itu, karena dira pasti akan sangat marah, jika Ken melakukan hal itu . Syukurlah kamu baik-baik saja dir. kalau sampai terjadi sesuatu dengan kamu, mungkin aku sudah memecat semua orang yang  membicarakan kamu. Tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Batin Ken.


Melihat Ken yang hanya diam, dan terus menatapnya lekat-lekat, membuat dira sedikit merasa risih dan aneh. 


"bapak ada urusan apa?" 


"Apa alasan kamu tiba-tiba mengundurkan diri?. Apa pihak HRD sudah menyetujuinya?" tanya Ken to the point.


"em... sepertinya saya tidak harus menjelaskan kepada bapak, tentang apa alasan saya untuk mengundurkan diri. Lagipula pihak HRD juga sudah meng acc surat pengunduran saya."


"saya sudah menangguhkan surat pengunduran diri kamu!"


Dira terbelalak ketika mendengar perkataan Ken. Dia tidak habis pikir dengan sikap ken. Kenapa dia begitu peduli denganku?. Padahal dira hanya seorang pegawai magang biasa. Jika dira mengundurkan diri, PT Fabio grup juga akan dengan mudah mendapatkan penggantinya. Melihat begitu banyak orang yang melamar pekerjaan di kantor ini. 


"maksud bapak apa ya?. Kenapa bapak menangguhkan surat pengunduran diri saya?. Saya kan hanya seorang pegawai magang biasa di sini. Jadi, bapak tidak perlu mempersulit saya! ." 


Sorot mata Ken berubah menjadi lebih tajam, Membuat dira sedikit takut melihatnya. 


Perkataan Ken membuat Dira merasa sedikit kesal, bukankah dira hanya karyawan magang biasa. Kenapa Ken begitu menghalanginya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Karena tak mau ambil pusing, dira tidak menjawab pertanyaan Ken dan pergi begitu saja meninggalkan Ken. tapi langkah dira terhenti saat Ken memegang lenganya. 


Dira terhenti. Dengan menghela nafas panjang dira membalikkan badan dan menatap Ken tajam. 


"bapak bisa lepaskan tangan saya!". Dengan segera Ken melepaskan tangan dira.


" saya minta maaf, lagian kamu mau kemana? Saya kan belum selesai bicara, kenapa kamu sudah mau pergi!" ucap Ken yang merasa kesal karena dira tak mau menjawab pertanyaannya, malah ingin pergi begitu saja. 


" sepertinya itu bukan urusan bapak, saya mau pergi kemana. Saya berharap anda bisa bersikap sewajarnya, seperti sikap direktur dengan karyawannya!" dira mulai melangkahkan kakinya lagi untuk pergi. tapi, lagi-lagi Ken membuatnya terhenti.


" jika kamu berhenti bekerja. Bagaimana kamu menafkahi anak-anak kamu!. Bukankah biaya untuk menghidupi dua anak sekaligus tidaklah mudah!. Jadi, apa alasan kamu mau berhenti bekerja? "

__ADS_1


Kali ini dira sudah merasa sangat kesal, dengan sikap ken yang menurut dira terlalu ikut campur. Dira merasa bahwa hubungan mereka tidak begitu dekat, sampai Ken harus tau segalanya. Memang akhir - akhir ini ken sering membantunya. Tapi, itu tidak bisa menjadi alasan untuk Ken bisa ikut campur dalam urusannya.


" anda tidak perlu khawatir dengan kehidupan saya dan anak-anak saya!. Karena saya bisa mengurusnya sendiri!." kali ini Dira benar-benar pergi, dia sudah tidak menghiraukan apa yang akan dikatakan Ken.


Sebenarnya dira tidak hanya bekerja sebagai ahli gizi di kantor PT fabio grup. Tapi, dira juga bekerja sebagai seorang freelancer. Dira bekerja di PT Fabio karena kean yang mengaturnya. Sebelumnya dira memang pernah mempunyai cita-cita bisa bekerja sebagai ahli gizi di rumah sakit atau perusahaan. Tapi, melihat kondisinya yang harus menjadi single mom, dira mengurungkan keinginannya itu. tanpa disadari kean mengetahui keinginan dira dan ingin mewujudkannya. Jadi, kean mencoba mengirimkan CV mamanya ke beberapa rumah sakit dan perusahaan-perusahaan besar, dan ternyata takdir membuat Dira di terima bekerja di PT Fabio grup agar bisa bertemu dengan Kenzo. Tapi, setelah banyak kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, membuat dira ingin mengundurkan diri dan ingin mengobati penyakitnya dulu.


Di dalam Taxi online yang di pesannya, Dira duduk bersandar di kursi penumpang. Wajah dira terlihat sangat kusut, sesekali terlihat sedang memijat pelipisnya dan memejamkan mata. Dari raut wajah dira, Terlihat sangat jelas bahwa dira sedang tidak baik-baik saja.


Setelah beberapa menit perjalanan, dira sampai ke tempat yang di tuju.


"mb sudah sampai" ucap si sopir Taxi online.


"mendengar perkataan dari supir bahwa sudah sampai, dira membuka matanya dan memberikan uang 2 lembar seratus ribuan kepada supir.


" loh... Mb, ini uangnya kebanyakan. "


" udah gapapa buat bapak saja!.anggap saja itu rezeki dari Allah untuk bapak!" dengan memberikan senyuman dira keluar dari Taxi.


"makasih mb.... Alhamdulillah..." ucap sopir Taxi online itu.


Walaupun mata dira terlihat tertutup, selama perjalanan dira masih mendengarkan pembicaraan sopir itu di telp bersama Istrinya, bahwa dari pagi baru saja mendapatkan penumpang.


Kenzo yang sejak tadi mengikuti mobil dira, terkejut ketika melihat kemana dira pergi. Di depan gedung terpampang dengan jelas tulisan di papan nama dokter psikiater Andrian Prayoga. Seketika detak jantung Ken seperti berhenti berdetak. Apa! Jadi, dira datang ke tempat psikiater?. Apakah ini alasan dia berhenti bekerja?. Tapi, kenapa harus psikiater pria?. Bukankah psikiater wanita banyak?. Begitu banyak pertanyaan di hati Kenzo.


Di dalam gedung itu.


"halo.... Princess..... Akhirnya kamu datang juga!" seru rian dengan senyuman bahagia, karena melihat pujaan hatinya datang.


#TBC

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah suka dengan novel author.... Jangan lupa buat like, komen, klik favorit dll. Karena itu sebagai bentuk apresiasi dari kalian buat author. Maaf kalau author hanya up 1 bab, karena author sedang kurang vit. Doakan author sehat dan semangat terus biar bisa crazy up buat kalian.


Sayang banyak-banyak dari author buat kalian💕💕💕


__ADS_2