Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
I Love You


__ADS_3

Setelah acara Konferensi pers selesai, Ken mengajak Dira untuk ke ruanganya. Dalam perjalanan menuju ruangan Ken banyak para karyawan yang menunduk untuk memberikan hormat kepada Ceo dan nyonya Ceo perusahaan PT Fabio grub itu. Bukan hanya sapaan, tapi banyak para karyawan juga yang berbisik-bisik ketika melihat mereka berjalan sambil bergandengan tangan. 


Mendengar bahwa CEO mereka telah menikah dengan seorang wanita yang pernah bekerja sebagai Ahli gizi di perusahaan ini membuat banyak para karyawan patah hati. 


"Ternyata selama ini gue mengidolakan suami orang … tapi gapapa sih sah-sah aja kan, habisnya suami orang begitu menawan!" 


"Iya sama, gue juga selama ini mencintai istri orang!" imbuh Endo.


Semua teman yang berjalan bersamanya seketima menoleh ke arah Endo.


"Memangnya Lo sempat suka sama Anindira?" cetus Rita yang di balas dengan sebuah anggukan oleh Endo.


Pasalnya ketika Dira baru masuk kerja di sini, Endo memang sudah langsung jatuh hati sampai menjadi penggemar beratnya. Meskipun banyak berita yang bermunculan tentang gadis pujaannya itu, Endo masih tetap saja mencintai Dira karean berita apapun tentang Anindira tidak pernah mematahkan semangat dan rasa cinta di dalam hati Endo karena dia menganggap bahwa itu adalah masa lalunya Dira, dan siapa tahu dia bisa menjadi masa depannya Dira tapi ternyata itu juga tidak bisa karena Dira adalah istri dari direkturnya yang tak mungkin ia bisa saingi. Akhirnya Endo memutuskan untuk mencoba mengikhlaskan bidadari surganya.


"Eh … kira-kira mereka kapan ya menikahnya?" 


Semua hanya menggeleng-geleng kepala karena mereka juga tidak tahu kapan mereka menikah, karena di saat konferensi pers tadi mereka tidak menyebutkan kapan mereka menikah hanya memberitahukan bahwa mereka telah menikah dan mempunyai anak. 


" Mungkin sudah lama, soalnya mereka sudah punya anak. Pasti anak mereka imut-imut banget … melihat ibu dan bapaknya yang begitu tampan dan juga cantik begitu! Jadi iri gue," celetuk Rita.


......................


Di sisi Lain terlihat seorang pasutri yang telah masuk kedalam ruangan yang sudah di kunci terlebih dahulu.


"Loh mas, kenapa di kunci?" tanya Dira yang merasa heran kenapa Kenzo menginvi pingu ruangnya.


"Biar gak ada yang ganggu!" jawab Ken yang sudah melingkarkan tanganya di pinggang Dira. Melihat tatapan Ken yang begitu Lekat serta sikapnya yang seperti ini membuat Dira sedikit was-was. 


"Sayang …" 

__ADS_1


"Iya mas ada apa?" 


"Mas ingin bertanya soal jawaban kamu saat ada yang bertanya tentang kita menikah karena Cinta. Apakah kamu sudah mencintai Mas?" tanya Ken dengan tatapan yang penuh harap bahwa Dira akan mengatakan iya. 


Melihat tatapan suaminya yang begitu berharap padanya membuat Dira tersenyum. 


" I love you Suamiku Kenzo Clarence Fabian. "


Tiga kata satu kalimat yang selama ini Kenzo harapkan ternyata bisa ia dengar juga dari bibir wanita yang paling di cintainya. Mendengar ucapan itu keluar dari mulut Dira, membuat Ken merasa sangat bahagia sampai hatinya bersa sangat berbunga-bunga saat ini


Suasana yang begitu romantis ini membuat Ken tak ingin melewatkanya. Ia segera menempelkan bibirnya ke bibir ranum milik Dira, sebuah ciuman lembut mulai terjadi untuk menyalurkan rasa cinta dan bahagianya dari kedua pasutri itu. Waktu terus berjalan ciuman yang awalnya begitu lembut telah berubah menjadi saling menyesap satu sama lain hingga membuat mereka berjalan menuju ranjang yang ada di dalam ruang ken. 


Ciuman itu belum juga berakhir sampai mereka terjatuh di atas ranjang. Hembusan nafas yang tersengkal-sengkal begitu terdengar dari keduanya, aura panas juga telah menjalar ke tubuh mereka.


"I Love you more Istriku" setelah mengucapkan kalimat  itu ken kembali memberikan stempel cinta yang lebih dalam dan panas lagi sampai mereka melakukan hubungan suami istri. 


"Terimakasih sayang karena sudah mau mencintaiku!" bisik Ken dengan masih melingkarkan tangannya di perut Dira yang rata.


Mendengar ucapan itu dari Ken, membuat Dira membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke suaminya. Ia memegang wajah tampan itu dengan kedua tanganya  serta sorot mata penuh rasa cinta. 


" Aku yang seharusnya berterima kasih sama mas Karena mas sudah mau mencintaiku dengan segala kekuranganku. Dulu Aku memang mempunyai kisah hidup serta cinta yang begitu pahit sampai membuat aku menutup hati serta tak mau lagi mengenal apa itu cinta. Tapi setelah mas hadir dalam hidupku dengan membawa cinta dan ketulusan, aku baru mengerti bahwa cinta itu tak seburuk itu ketika kita saling mencintai. "


Mendengar ucapan itu Ken terharu dan mengecup kening Dira sambil tersenyum. 


"Sekali lagi mas berterima kasih karena kamu masih mau membuka hati itu untuk mas bukan orang lain. Mulai hari ini, mari kita membuka lembaran baru dengan kehidupaan yang dipenuhi oleh cinta tanpa mengingat kembali masa lalu oke! " pinta Ken yang dibalas dengan sebuah anggukan dan kedipan mata.


"Kalau begitu, apakah mas boleh minta tambah biar Adiknya Kean dan Lean segera hadir," ujar Ken yang langsung mendapat sebuah pukulan dari Dira.


" Au ... Sakit sayang ..." Rintih Ken dengan memegang tangan yang di pukul Dira. Sebenarnya pukulan itu tak sakit sekali, hanya saja Ken ingin menggoda istrinya yang wajahnya sudah memerah.

__ADS_1


" Mas gak usah lebay deh, aku mukulnya loh gak keras. udah mas mandi sana, ini kan masih di kantor, mas juga harus kerja bukannya malah minta jatah terus … " omelnya yang sedikit merasa kesal karena ken menjahilinya.


" Yah… gapapa kali sayang... , lagian tidak akan ada yang mendengar kok … karena mas sudah memasang kedap suara di ruangan ini! "


Seketika Dira terbelalak ketika mendengar ucapan dari Ken. "Gak mau mas … sana mandi terus kerja lagi! Masa bosnya cuman mau santai-santai aja kayak gini," gerutunya dengan mendorong-dorong agar Ken mau mandi.


" Mas mandi tapi kamu tetap disini temani mas kerja sampai pulang ya … " pinta Ken dengan wajah yang memelas kepada istrinya karena dia tahu kelemahan Dira adalah dia mudah merasa tidak tega ketika melihat orang yang begitu memohon padanya. Akhirnya Dira menjawab dengan anggukan kepala, melihat hal igu Ken mencium bibir istrinya lalu beranjak turun dari ranjang dan segera masuk kedalam kamar mandi. 


Melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil membuat Dira hanya bisa tersenyum simpul.


"Mas, Mas kamu itu terlihat dingin ketika bersama orang lain tapi ketika bersama aku kamu itu seperti bayi gede!" cetus Dira dengan memegangi perutnya. semoga Allah segera mengabulkan keinginan kamu dan juga anak-anak ya mas, untuk menitipkan lagi sebuah nyawa di dalam rahim ini. Batin Dira


Setelah selesai mandi, Ken mengirimkan pesan kepada Rendi untuk memesankan mereka japanese food untuk makan siang serta menyuruhnya untuk mengambil pesanan ken dari desainer keluarga Fabio yang sudah dikirim ke alamat kantor.


Ken memesan beberapa set baju ganti  serta alat sholat untuk Dira agar bisa di pakai ketika dia sesang ada di sini. 


Selang beberapa menit kemudian, Dira sudah keluar dari kamar mandi dengam memakai bathrobe. Di lihatnya Ken sudah memakai pakaian sholat lengkap.


"Loh mas kok sudah ganti baju? Baju darimana?" tanyanya yang penasaran.


"Dari lemari itu sayang," tunjuk ken kepada sebuah pembatas ruangan yang memang berbentuk seperti lemari.


Karen merasa penasaran, Dira berjalan menuju lemari itu dan membukany. Ternyata di dalam lemari itu terdapat banyak sekali pakaianserta perlengkapan lainya. Ini sebenarnya kantor atau tempat tinggal sih? Kenapa lengkap sekali?. Batinya dengan menelusuri seisi ruangan yang begitu lengkap dan juga luas. Pantas saja di lantai ini hanya ada ruangan mas Ken, ternyata ruanganya memang begitu lengkap seperti tempat tinggal. Jika sudah lengkap seperti ini, kenapa masih memiliki apartemen yang dekat kantor? Memang pikiran orang kaya gak bisa di mengerti! Gumamnya.


Melihat Dira yang terdiam dengan terus memandang ruangan ini, membuat Ken hanya tersenyum.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote, klik favorit serta hadiah bunga atau koinya ya... Biar author lebih semangat lagi

__ADS_1


__ADS_2