
Bagi Anneta Ken adalah cinta pertama baginya, sedangkan Kean dan Lean adalah cinta kedua. Sedangkan, Mama (Dira) adalah sosok pahlawan yang akan selalu di kenang dan selalu ada dalam hati. Mungkin Ia memang tidak pernah tahu bagaimana rasanya hidup bersama seorang Ibu, tetapi mendengar dari kisahnya Ia tahu bahwa Mama sangatlah sayang dan sangat berjasa dalam hidupnya.
Ma ... mama tenang saja, sekarang giliran Anne yang akan gantiin tugas mama. Anne akan belajar menjadi anak perempuan yang bisa mengurus Papa, Kak Kean dan Kak Lean. Jadi, mama tenang di surga ya ... Batin Anne sambil menatap ke arah Ken dengan penuh rasa sayang.
"Pa ... Anne Sayang ... banget sama Papa," ucapnya sambil memeluk lengan Ken.
Ken mengusap dan mengecup pucuk kepala Anne. "Papa juga sangat sayang ... sekali sama Anne," pungkasnya.
"Pa ... Apa Arti Anne bagi, Papa?" tanyanya.
"Anne ... adalah kekuatan, cahaya terang, sekaligus obat penawar bagi hidup Papa."
"Se-besar itu arti Anne buat Papa?" tanyanya lagi.
"Ya, tentu saja karena Anne sangat berarti bagi Papa," tandas Ken.
"Apa karena Anne mirip dengan Mama?"
Ken terdiam dan tidak berani menjawab jujur pertanyaan dari Anne, Ia takut kalau Anne akan merasa bahwa kasih sayang Ken hanya karena Ia mirip dengan Dira. Namun, Ken juga tidak bisa berbohong karena hal itu juga merupakan salah satu alasannya, tetapi tak sepenuhnya.
Sejak awal, kehadiran Anne memang membawa seberkah cahaya bagi keluarga Fabio. Namun, bagi Ken cahaya terbesarnya masih Dira. Bahkan Kasih sayang dan cintanya masih lebih besar ke Dira daripada Anne.
Tetapi setelah Dira pergi, Anne, Kean dan Lean lah yang menjadi kekuatan terbesar untuk Ia tetap bertahan hidup sampai saat ini.jika tidak ada mereka bertiga entah akan jadi seperti apa dirinya.
Melihat Ken terdiam dan tidak menjawab, Anne tahu kalau Papanya sedang bimbang antara ingin menjawab atau tidak pertanyaannya.
Tak lama kemudian mereka sampai di tempat pemakaman khusus keluarga Fabio. Sebelum jalan-jalan, Anne memang ingin datang ke makam Carol terlebih dulu untuk menjenguknya.
__ADS_1
Ken dan Anne turun dari mobil dengan membawa buket bunga dan sekeranjang bungan tabur yang mereka beli sebelumnya. Mereka berdua berjalan bersama menuju makam Carol. Sesampainya di makam, Anne segera menyapa Carol.
"Assalamualaikum Oma, hari ini Anne datang menjenguk Oma sama Papa. Besok usia Anne sudah 17 tahun, tapi Oma sudah tidak bisa lagi merayakannya bersama Anne. Semoga Oma tenang di sana ya ..."
Ken menyapa Carol dalam diam agar Anne tidak mendengarnya.
Assalamualaikum Mom, Ken minta maaf ya kalau sampai saat ini Ken tidak bisa memenuhi keinginan Mama agar Ken menikah lagi karena Ken sudah bahagia hidup seperti ini. Hari ini Ken bertemu dengan seseorang yang sangat mirip sekali dengan Dira, tetapi dia adalah istri dari Klien Ken. Momy tenang di sana ya, semoga kelak kita bisa berkumpul bersam lagi.
Setelah menyapa, Ken dan Anne membersihkan makan Carol, dan semua makam dari keluarga besar Fabio. Selesai membersihkan makam, Ken dan Anne duduk di samping makam sambil membacakan yasin dan tahlil.
Di sana 'tak ada makam Dira karena memang jasadnya tidak di temukan sehingga Ken tidak bisa membuatkan makam untuknya, tetapi doa selalu Ia kirimkan.
***
Prang ...
"Papi egois kalau menyuruh Mami berhenti dari pekerjaan ini! Kenapa harus Mami yang berkorban untuk berhenti bekerja? Kenapa tidak Papi saja?"cercanya.
Rian mengerutkan dahinya." Mami sekarang sudah berani bicara kasar dan membatah perkataan Papi, ya? Apakah ini sikap dari seorang istri yang baik? Semua bisa di selesaikan dengan kepala dingin, gak harus sampai memecahkan piring dam bertengkar seperti ini. Gimana kalau Nala mendengarnya?"
" Kenapa? Siapa suruh Papi duluan yang membuat Mami emosi! Andai saja Papi gak seenaknya saja menyuruh Mami berhenti bekerja di saat puncak karierku, pasti Mami juga gak akan marah seperti sekarang,"ketusnya.
" Papi menyuruh Mami berhenti karena merasa kasihan dengan anak-anak yang masih membutuhkan kasih Sayang dan perhatian dari Mami! Setelah jabatan Mami naik, Mami sudah jarang sekali berada di rumah. Bahkan Mami sudah gak pernah peduli lagi dengan Nala, Nathan, dan Papi lagii! " pungkas Rian.
" Siapa bilang Mami gak peduli? Mami masih peduli kok! " elak Senja.
" Jika Mami masih peduli dengan mereka, apa Mami tahu di mana Nathan sekarang? "tantangnya.
__ADS_1
Senja terdiam sejenak, Ia berpikir lagi dimana Nathan sekarang berada.
" Kenapa Mami diam saja, Mami gak tau, kan? "
" Em ... Lagian Mereka juga sudah besar, sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Jadi, gak perlu harus semuanya di pantau oleh Mami, kan? " tampiknya.
Rian geleng-geleng kepala saat mendengar jawaban Senja, sepertinya sekarang karir adalah segalanya baginya. Bahkan keluarga bukan lagi prioritas utama baginya.
Jabatan mengubah semuanya, Rian tahu itu adalah hal yang Senja perjuangkan dan inginkan selama ini. Namun, Ia juga ingin Senja tidak melupakan statusnya sebagai seorang ibu dan istri.
Bahkan dia sudah sangat jarang sekali memenuhi kebutuhan Rian dengan alasan capeklah, atau yang lainnya.
" Oke! sepertinya keluarga bukan lagi perioritas Mami lagi!" tandasnya lalu pergi meninggalkan Senja yang masih diam di tempatnya.
"Pi, mau kemana?" tanya Senja,tetapi tak di hiraukan lagi oleh Rian.
Nala yang mendengar kedua orang tuanya bertengkar hebat seperti itu, hanya bisa menangis di balik pintu kamarnya. Sedangkan Nathan sudah jarang pulang karena malas melihat keadaan keluarganya yang sudah tidak seharmonis dulu. Ia lebih memilih bermain sepuasnya bersama teman-temannya di luar dan akan pulang ketika malam.
Setelah Rian pergi, Senja duduk di sofa sambil memegang kepalanya yang terasa pusing setelah bertengkar hebat dengan Rian. Rumah tangganya sekarang sudah di luar ekspetasinya dulu.
Mungkin sudah terlalu lama hidup bersama, membuat Rian sudah merasa bosan dengannya. Jabatannya saat ini sangatlah susah Ia dapatkan sehingga tidak mungkin baginya untuk melepaskannya begitu saja demi menjadi seorang ibu rumah tangga saja.
Ini adalah pilihan terberat baginya saat ini. Apakah Kak Rian mempunyai selingkuhan di luar? Jadi dia terus saja membuat masalah dan bertengkar denganku? Batin Senja.
Jika Senja mempunyai pikiran bahwa Rian telah berselingkuh, itu bukanlah kebenaran karena selma ini Rian tidak pernah mempunyai pikiran itu. Dia menyuruh Senja untuk Resign karena dia ingin Senja lebih fokus mengurusnya dan anak-anak. Bukan hanya terus mengurus jadwal pekerjaanya yang semakin padat.
Karena merasa penat dan butuh teman curhat, Rian menghubungi Ken dan Aron bertemu di tempat biasanya.
__ADS_1
...****************...