Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Carol down


__ADS_3

Sejak kejadian 6 tahun lalu, begitu banyak hal yang telah terjadi dalam hidupnya. Kehidupannya yang telah hancur, seketika menjadi bahagia semenjak hadirnya dua malaikat kecil ini dalam hidupnya. Meskipun tak mudah baginya untuk menjadi seorang single mom dengan dua bayi kembar, tapi Dira tetap menikmati kehidupannya bersama kedua bayi kembarnya. Kean dan Lean bagaikan cahaya yang menerangi kehidupan Dira yang begitu gelap sekaligus anugerah dan kekuatan baginya.


Sesampainya di depan ruangan ICU, Dira hanya bisa melihat kondisi Ken di balik jendela transparan. Melihat ruangan ICU yang sepi, Dira mencari dimana keberadaan Carol.  Dimana tante Carol? Kenapa tidak ada siapa-siapa di dalam?. 


"Mama sedang apa? Kenapa seperti sedang mencari seseorang?" tanya Kean. 


"Mama sedang mencari oma Carol, soalnya di dalam gak ada!" tuturnya dengan terus celingukan. 


Kean dan Lean hanya bisa mengerutkan kening dan saling tatap, karena mereka tidak bisa melihat kondisi ruangan ICU. Sebenarnya mereka juga ingin bisa melihat kondisi Ken saat ini, tapi sayang jendela kacanya terlalu tinggi bagi mereka yang tingginya hanya satu meter. 


"Kean, Lean. Kalian tunggu mama di sini dulu ya … soalnya Mama mau tanya ke suster dulu untuk bertanya tentang oma! "tuturnya dengan mengusap pundak kedua anak kembarnya. Sedangkan mereka hanya bisa menganggukkan kepala untuk menyetujui perkataan mamanya.


Setelah itu, Dira segera pergi ke ruangan suster yang menjaga ruangan ICU. 


" Ada yang bisa di bantu mb? "tanya suster dengan rambut pendek. 


" Saya mau tanya, Apa mb tau dimana wanita paruh baya yang menjenguk pasien yang ada di ruangan ICU ?"tanyanya kepada suster yang beramput pendek penjaga ruangan ICU.


" Oh … Ibu itu, tadi dibawa ke ruangan pasien karena tadi sempat pisang di ruangan ICU mb, "jelasnya. 


" Pingsan? "tanya Dira memastikan


" Iya mb, tadi beliau sempat pingsan di ruangan ICU jadinya dibawa ke ruang rawat pasien di kamar xxxx,"pungkasnya.


"Oh… kalau begitu terimakasih ya mba" ucapnya dengan segera kembali menemui Kean dan Lean. 


Di depan ruangan ICU, Kean dan Lean berusaha untuk melihat kondisi Ken dengan naik kursi tunggu yang ada di depan ruangan ICU. Tapi, sayangnya mereka tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana kondisi Ken.


Melihat tingkah lucu kedua anaknya, Dira hanya bisa tersenyum.


"Kalian sedang apa?"


Kean dan Lean segera menoleh ke sumber suara itu.


"Mama ..." seru mereka berdua.


Dira segera menghampiri Kean dan Lean.


"Kita cuman ingin lihat kondisi papa aja ma, karena jendelanya terlalu tinggi dan kita juga gak boleh masuk kedalaman. Jadinya kita naik ke kursi!"tutur Lean yang diangguki oleh Kean.

__ADS_1


" Oh ya ma ... Apa Mama sudah tau dimana Oma?" tanya Kean.


"Oma sekarang ada di ruangan xxxx, karena tadi oma sempat pingsan ketika menjenguk papa. Oh ya, Kalau kalian mau lihat kondisi papa, biar mama bantu. Kemudian Dira menggendong Lean untuk bisa melihat bagaimana kondisi papanya sekarang dari pembatas kaca ruang ICU. 


Pa … semoga papa bisa mendengar isi hati Lean ya, karena Lean belum bisa masuk kedalam. papa cepat bangun ya … Lean kangen sama pelukan papa… nanti kalau papa bangun  kita bisa main bareng, jalan-jalan bareng, makan bersama dll. Lean sayang sama papa, jadi papa harus bangun dari tidurnya ya … batin Lean dengan memegang jendela pembatas itu seakan-akan dia bisa mengusap wajah papanya yang masih belum sadarkan diri.


Setelah Lean selesai, giliran Kean yang di gendong untuk melihat Ken. 


Om … Om cepat bangun ya, kasian Oma sampai pingsan ngeliat kondisi om yang seperti ini. Oma pasti sangat khawatir sekali dengan kondisi om yang sekarang, bukan hanya oma saja tapi mama, Kean dan Lean juga khawatir sama om. Jadi, om harus segera bangun ya. Batinya...


Aku lihat kondisi mama kamu sebentar ya mas, setelah tahu bagaimana kondisi mama kamu, aku akan kembali lagi. Pamitnya dalam hati.


Selesai melihat bagaimana kondisi Ken, mereka pergi menuju ruangan dimana Carol dirawat. Sesampainya di ruangan yang dimaksud oleh perawat tadi, dengan pelan-pelan Dira membuka pintu kamar tersebut dengan pelan. 


Di dalam ruangan itu terlihat seorang wanita yang masih tidur  terlelap di atas ranjang pasien, dengan tangan yang telah terpasang selang infus. Sepertinya dia tidak hanya pingsan saja, sampai harus di infus. Perlahan Dira, Kean dan Lean berjalan masuk kedalam ruangan itu untuk melihat bagaimana kondisi Carol. Tubuhnya terkulai lemas, Hembusan nafasnya masih teratur, dan matanya terlihat begitu sembab seperti telah menangis tanpa henti. Dira mengerti bagaimana  perasaan Carol saat ini, karena dia juga seorang ibu. 


"Kean Lean kita bagi tugas ya ... Gimana kalau kalian jagain  oma di sini dan mama yang akan jagain papa ?" pintanya kepada dua anak kembar itu.


Awalnya mereka hanya terdiam seperti sedang berpikir, dan melihat ke arah Carol. Setelah melihat kondisi Carol, mereka akhirnya menganggukkan kepala yang artinya bahwa mereka setuju dengan permintaan mamanya. 


Melihat hal itu Dira hanya bisa tersenyum dan berjongkok di depan anaknya.


"Kalian memang anak yang baik," ucapnya dengan mengeluh puncak kepala mereka. "Kalau begitu, kalian jaga oma dulu ya ... kebetulan ada ranjang yang kosong juga di sini. Jadi kalian bisa sekalian tidur kalau mengantuk, lagian oma juga masih tidur tapi kalian gak boleh berisik ya. Biar omanya gak terganggu" imbuhnya dengan nada pelan dan tersenyum. 


Setelah itu, Dira meletakkan makanan, cemilan, serta minuman yang telah mereka beli  di atas nakas. Kemudian dia beranjak pergi dengan langkah kaki pelan agar tak mengganggu istirahat Carol.


......................


Di sisi lain Darren terus berusaha mendekati Dira dengan  datang berkunjung ke apartemennya, tapi sayang sudah beberapa hari dia datang Dira masih saja belum kembali ke apartemennya. 


Karena masih belum bisa bertemu dengan Dira, Darren kembali masuk kedalam mobilnya. Raut wajahnya terlihat sangat lesu karena sudah beberapa hari ini usahanya sia-sia, tidak ada hasil sama sekali. Pikirannya terus saja dipenuhi dengan Dira.


Kamu sebenarnya kemana sih Dir? Kenapa gak pulang-pulang. Apa jangan-jangan kamu menghindari aku lagi!. Batinya dengan tangan yang terus memijat kepalanya.


"Nio, Menurut kamu kemana Dira pergi?" tanyanya kepada Asistenya yang masih terus mengemudikan mobil. 


"Saya tidak tahu bos, mungkin pulang ke rumah orang tuanya!" jawabanya asal. 


"Ah … mana mungkin Dira kembali ke rumah itu, Dia kan sudah di usir oleh orang tuanya dari 6 tahun yang lalu. Jadi, tidak mungkin Dia pulang ke rumah orang tuanya!"

__ADS_1


Haduh bos ... Kenapa saya jadi bingung ya dengan sikap aneh anda. Sudah cerai 6 tahun baru datang mencari dan mengejarnya. Kalau memang anda cinta, kenapa dulu Anda ceraikan istri anda! Batin Nio dengan menggeleng kan kepalanya karena merasa heran.


......................


Hari demi hari telah berlalu, siang dan malam silih berganti datang dan pergi tanpa meninggalkan jejak.


Setelah Rendi datang, Dia segera mengurus kepindahan rawat Ken ke rumah sakit yang jauh lebih besar dengan peralatan yang lebih lengkap. Tapi sudah hampir seminggu, Ken belum juga sadarkan Diri.


Carol dan Dira bergantian sif untuk menjaga Ken, sedangkan si kembar tinggal di kediaman Fabio. Mereka hanya sesekali datang untuk menjenguk, Dira memang tidak memperbolehkan mereka untuk sering datang ke rumah sakit karena mereka masih terlalu kecil untuk setiap hari berada di lingkungan rumah sakit. 


Di saat Dira selesai membacakan Al-Quran untuk Ken, Tiba-tiba jari Ken mulai bergerak dan matanya juga mulai membuka perlahan-lahan.


"Mas ... Apa mas sudah sadar?" tanya Dira.


Ken hanya mengedipkan matanya, setelah itu Dira memencet bel untuk memanggil dokter. Selang beberapa menit dokter dan para suster datang dan memeriksa kondisi Ken.


"Bagaimana dok kondisinya?"


"Alhamdulillah ... Kondisi pasien sudah jauh lebih stabil, tapi kita masih akan terus memantaunya!" ucap Dokter itu.


"Alhamdulillah..." Ucapnya dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Begitu terpancar aura kebahagian di wajah Dira.


"Sa-ya a-da di-mana?" ucapnya pelan dengan suara yang terbata-bata.


"Mas ada di rumah sakit!" jawabnya.


"Ka-mu sia-pa?"tanyanya lagi.


Dira hanya terbelalak ketika mendengar Ken menanyakan dia siapa.


...****************...


Makasih semuanya yang sudah mendoakan dan selalu mensuport karya author. Padahal kemarin author mau crazy up, eh ternyata NT eror sampai dua hari baru lulus review yang membuat author jadi badmood lagi.


Jangan lupa like, komen dan vote ya...


Kalau kalian mau berteman dengan author bisa follow ig author: Novi_Rahajeng


Ini autor kasih bonus, kalian komen mereka sesuai gak jadi Visualnya kean dan Lean

__ADS_1



Pasti kalian bisa menebak mana yang Lean dan mana yang Kean.


__ADS_2