
Suara deburan ombak terdengar nyaring serta suara kicauan burung beterbangan dengan pasanganya. Matahari mulai terbenam di ufuk barat dan pemandangan senja mulai terlihat sangat indah di pantai.
Pengunjung yang datang ke tempat ini kebanyakan sepasang kekasih yang ingin melihat keindahan senja yang tak bisa tukiskan oleh kata-kata. Mungkin hanya dirinya yang datang karena ingin menghilangkan rasa penat akibat patah hati ditinggal menikah dengan wanita yang sejak lama ia suka.
Di sekitarnya saat ini banyak sekali pasangan muda hingga tua sedang bermesraan yanh membuat seorang Andrian semakin penat sekaligus iri.
Aku kesini ingin menenangkan diri, tapi kenapa justru banyak pasangan yang membuatku iri. Tuhan… dimana jodohku? bukankah semua makhluk hidup akan berpasang-pasangan, tapi kenapa jodohku belum terlihat juga? Gumamnya dalam hati.
Karena merasa iri melihat para pasangan yang saling beradegan romantis, akhirnya Andrian memutuskan untuk pergi dari tempat itu, di perjalanan menuju tempat parkiran tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita.
"Sorry … sorry gue gak sengaja," ujar Andrian dan segera mengulurkan tanganya untuk membantu wanita yang telah jatuh di tanah itu.
Melihat ada uluran tangan dari orang yang telah di tabraknya, ia meraih uluran tangan itu untuk bangun dari duduknya. Saat ia sudah terbangun tanpa sengaja Netra keduanya bertemu dan saling bertatapan.
Bola mata yang indah itu dapat membuat seorang Andrian terpesona ketika Netranya bertemu dengan wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini.
" Halo … bisakah anda melepaskan genggaman tangan Anda?"
Mendengar suara lembut yang keluar dari wanita cantik itu semakin membuat Andrian terhanyut dalam alunan cinta pada pandangan pertama.
Melihat pria yang ada di depannya hanya terdiam sambil menorehkan senyuman di bibirnya dan belum juga melepaskan genggaman tangannya. Membuat wanita itu terpaksa harus melepaskan tangan Andrian secara paksa.
Hal yang dilakukan oleh wanita itu membuat Andrian tersentak dari lamunannya.
" Eh … So-rry …" ucapnya gugup karena ternyata sejak tadi dia masih terus memegang tangan wanita cantik itu.
" Boleh kenalan? Aku Andrian," ucapnya untuk memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan di hadapan wanita itu.
"Senja," jawabnya.
" Senja … nama yang begitu indah seperti wajahnya yang begitu cantik dan mempesona," gumam Andrian lirih.
__ADS_1
"Anda bicara apa?" tanya senja memastikan karena dia tak mendengar apa yang dikatakan oleh Andrian.
"Bukan apa-apa."
Karena senja sedang terburu-buru harus menyusul temannya, akhirnya dia segera pamit untuk pergi. Andrian masih terus saja memperhatikan pundak senja yang semakin menghilang menjauh. Selang beberapa detik ia baru tersadar bahwa dia belum meminta nomor handphone atau media sosial wanita cantik itu.
"Sial … kenapa gue bisa lupa sih … akibat terlalu terpesona dengan kecantikannya sampai lupa dengan apa yang harus ditanyakan. Gapapa kalau memang kita berjodoh pasti akan bertemu lagi, senja …" ucapnya dengan wajah bahagia, seketika rasa penatnya hilang di saat bertemu dengan senja.
......................
Di sisi lain terlihat seorang pria tengah duduk bersandar di kursi penumpang sedang memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing karena pekerjaan yang begitu banyak. Dulu sebelum menikah jika pekerjaannya di kantor masih menumpuk ia tidak akan pulang ke rumah, tapi sekarang berbeda meskipun pekerjaannya masih menumpuk dia ingin segera pulang untuk bertemu anak dan istrinya.
Alunan suara Adzan magrib terdengar merdu memecahkan hiruk pikuk kota Jakarta yang begitu padat.
"Ren, kita berhenti sholat magrib di rest area dulu ya," titah Ken kepada Rendi yang masih terus mengemudikan mobilnya.
"Baik boss."
Selang beberapa menit mereka sampai di rest area untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dulu. Melihat mobil telah berhenti Ken segera turun dari mobil menuju mushola yang ada di rest area, sedangkan Rendi menunggunya di dalam mobil.
Selesai sholat magrib mereka segera melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Fabio. Sesampainya di pelataran keluarga Fabio, Ken segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Suara ketukan sepatu dengan lantai terdengar sedang menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dari luar kamar terdengar suara alunan bacaan ayat-ayat suci Al-quran dari istrinya, Ken membuka pintu perlahan agar tidak mengganggu Dira yang sedang mengaji.
Ken masih berdiri di depan pintu untuk mengamati punggung istrinya yang terbalut oleh mukena yang ia hadiahkan sebagai mahar di hari pernikahan mereka. Sebuah senyuman mengembang di bibir Ken, hatinya sangat tenang ketika mendengar bacaan ayat-ayat suci Al-quran yang dibaca oleh Dira. Suara merdu inilah yang selalu ia dengar ketika masih dalam keadaan koma akibat kecelakaan, suara yang dapat menyejukkan hati.
Melihat Dira telah selesai mengaji, Ken perlahan menghampirinya sambil memeluk Dira dari belakang.
"Assalamualaikum istriku," ucapnya di dekat telinga Dira.
"Waalaikumsalam, Mas baru pulang? Sudah sholat maghrib?" tanyanya yang masih memegang mukenah yang baru saja ia lepas.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah," jawabnya yang masih memeluk istrinya dengan erat. Pelukan ini seketika bisa mengobati rasa rindu, lelah, dan capeknya setelah seharian bekerja.
"Mas mandi dulu ya, masak baru pulang kerja langsung meluk gini sih … Bersih-bersih dulu, apa mau aku siapkan air hangat di bathup?" tawarnya.
" Sebentar saja ya, habis ini mas mandi. Gak perlu sayanh, mas langsung mandi air hangat lewat shower aja," tolaknya karena tidak ingin merepotkan istri cantiknya.
Setelah itu Ken melepaskan pelukannya dengan mendaratkan sebuah ciuman di pipi Dira lalu pergi untuk mandi. Sedangkan Dira melanjutkan melipat mukena nya lalu menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh ken.
Selang beberapa menit kemudian, Ken telah selesai mandi dengan memakai handuk yang dililitkan di atas pinggang, lalu segera berjalan menuju walk in closet untuk mengganti pakaian. Dilihatnya di sana masih ada istrinya yang masih mengambilkan pakaian untuknya.
"Astagfirullah mas ... kan udah dibilangin kalau habis mandi itu jangan cuman pakai handuk aja!"gerutu Dira sambil menutup matanya dengan pakaian Ken yang ada di tangannya.
Ken hanya tersenyum lalu perlahan berjalan menghampiri Dira, sedangkan Dira hanya bisa berjalan mundur sampai ia terhenti di depan tembok.
" Mas stop, jangan mendekat!" ucapnya dengan tangan yang maju ke depan dan ternyata sedang menyentuh sesuatu.
"Gimana aku gak mendekat coba, kalau baju aku aja masih ada di tangan kamu. Apakah menyenangkan meraba badan suami kamu!" godanya yang melihat Dira yang terus meraba-raba tubuhnya.
Mendengar Ken yang mengatakan bahwa dirinya tengah meraba-raba tubuh Ken dengan segera Dira l melepaskan tangannya.
Setelah itu Ken mengambil bajunya yang digunakan Dira untuk menutupi wajahnya. Ketika Ken sudah berhasil mengambil bajunya, mata Dira masih saja terpejam. Melihat ekspresi istrinya yang sangat menggemaskan membuatnya langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir ranum itu.
Dira langsung terbelalak dan membuka matanya ketika merasakan ada sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Ingin dia melepaskan ciuman yang diberikan oleh ken tapi dengan cepat Ken sudah mengendalikan tubuh Dira. Lagi-lagi Dira hanya bisa menyerah karena tak bisa menghindar dari perbuatan pria yang memang berhak meminta itu darinya.
Malam yang sunyi menjadi saksi sebuah adegan romantis di dalam ruangan walk in closet.
...****************...
Otaknya jangan pada traveling yah... Mereka hanya kiss aja kok oke... 👌
Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya... Semoga suka dengan part ini
__ADS_1