
Aku bisa bersikap lembut terhadap orang-orang yang aku sayang tapi aku juga bisa bersikap kejam kepada orang yang mengganggu orang-orang yang aku sayang"
~Kenzo Clarence Fabian~
Deru suara petir menggelegar menghiasi malam dengan hujan yang begitu deras. Suasana malam ini begitu mencekam dan begitu menakutkan bagi Kean dan Lean, mendengar suara petir yang begitu keras membuat mereka lari dan menggedor-gedor pintu kamar mamanya.
"Ma … pa … bukain pintunya, kita takut …." teriak Lean yang sudah menangis histeris.
Mendengar suara petir yang bergemuruh dan suara gedoran pintu dari anak-anaknya, membuat Dira segera terperanjat turun dari ranjangnya dan segera berlari untuk membukakan pintu.
Melihat pintu yang telah dibuka Kean dan Lean langsung berhambur memeluk Dira dengan kuat. Ken yang melihat hal itu langsung ikut terbangun dari tidurnya.
"Tenang ya sayang … mama sudah ada di sini," peluk Dira kepada kedua anaknya agar mereka tenang.
"Mereka kenapa sayang?" tanya Ken yang sudah berdiri di samping Dira.
"Mereka selalu begini ketika mendengar suara petir mas."
Mendengar suara Ken datanh, seketika Lean melepaskan pelukannya lalu berganti tenggelam dalam pelukan papanya. Ken segera menggendong Lean sedangkan Dira menggendong Kean untuk masuk dan tidur dikamar mereka.
Kean dan Lean tidur di tengah, Kean memeluk Dira sedangkan Lean memeluk Ken. Bunyi sholawat terus dilantunkan oleh Dira untuk menenangkan kedua anaknya sekaligus menidurkan mereka. Akhirnya mereka berempat tidur dalam satu ranjang.
......................
Kegaduhan suara petir serta hujan badai telah pergi hanya menyisakan bumi yang basah serta tetesan air dari ujung dedaunan.
Kehidupan keluarga harmonis mereka tiba-tiba diterjang badai besar dengan beredarnya berita bahwa Kenzo merupakan orang ketiga dari retaknya pernikahan Darren Maxwell dan Anindira Fidelya. Di dalam berita itu juga menjelaskan bahwa Kenzo Clarence Fabian dan Anindira Fidelya telah menikah secara diam-diam dan mempunyai dua anak kembar di luar nikah, berita tersebut langsung membawa dampak yang begitu besar bagi PT Fabio sampai membuat harga sahamnya menurun secara drastis.
Banyak para klien serta pemegang saham silih berganti menghubungi Kenzo maupun Carol untuk menanyakan tentang kebenaran berita itu. Baru kemarin mereka tertawa lepas tapi hari ini Kegaduhan menghampiri.
__ADS_1
Kenzo mengepalkan tanganya dan memukul meja kerjanya. Aura kemarahan tercetak jelas di wajah tampan itu, emosinya sudah tak bisa dikendalikan lagi.
"Rendi cari tahu siapa yang menyebarkan berita itu, sebarkan semua bukti yang kita punya dan suruh semua saksi melakukan siaran langsung!" titah Ken.
"Baik boss!"
Setelah mendapatkan perintah dari Ken, Rendi segera pergi untuk menjalankan tugasnya. Selang beberapa detik kemudian, Dira datang untuk masuk ke ruang kerja Ken dengan mata yang sembab akibat terus menangis dan menyalahkan dirinya.
"Mas, maafin aku ya … gara - gara masa lalu aku kamu jadi ikut terlibat masalah seperti ini!" ujar Dira yang sudah memegang tangan Ken.
Wajah cantik itu terlihat begitu sendu, air matanya terus mengalir membasahi pipi, hatinya merasa sangat bersalah karena kekacauan ini berawal dari Dirinya.
Ken mengusap Air mata yang membasahi wajah sang istri dengan jemarinya. "Sayang … dengerin Mas oke, kamu gak salah apa-apa justru kamu di sini adalah korban dari kejahatan mantan suami kamu itu! Jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu lagi ya … kamu gak boleh menangis lagi karena air mata kamu itu sangat berharga dan tak pantas untuk menangisi masalah ini, " ucap Ken dengan memeluk Dira untuk memberikannya kekuatan.
Dira menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu, perasaannya jauh lebih tenang saat mendapatkan sebuah pelukan hangat dari suaminya.
"Kamu gak usah khawatir lagi ya, karena aku akan segera menyelesaikan masalah ini dan aku juga sudah mempunyai cukup banyak bukti untuk bisa membuktikan bahwa Darren adalah pria homo yang selingkuh dan juga melakukan Kdrt."
"Iya mas tahu dan mas juga mempunyai cukup banyak bukti agar bisa membuktikan bahwa kamu adalah istri yang di selingkuhi dan juga mendapatkan perlakuan kasar. Kamu gapapa kan kalau mas memperlihatkan kamu yang dulu tanpa hijab?" Izin Ken terlebih dahulu karena dia tau bahwa itu adalah aib istrinya, tapi dia juga tak punya cara lain.
"Tapi mas … itu sama saja membuka aib lama aku!" ujar Dira yang sudah melepaskan pelukannya.
"Sayang … hanya ini satu-satunya cara untuk bisa memulihkan nama baik kamu, apa kamu mau semua orang berdosa karena telah ikut memfitnah kamu?"
Dira terdiam membisu memikirkan kembali apa yang di oleh ucapkan Ken.
Ken memegang kedua pundak Dira. " Kamu lihat mata mas, Kita di sini adalah memberikan fakta yang sebenarnya terjadi agar semua orang tahu bagaimana kebenaranya. Jika kamu hanya diam saja, dia akan semakin menjadi dan merasa menang."
Tiba-tiba Rendi datang lagi.
__ADS_1
" Ada apa Ren? "
" Ini boss, ada seorang pria yang melakukan siaran langsung untuk membantu nyonya."
Segera Dira mengambil alih ipad itu dan menonton siaran langsung yang dilakukan oleh Aron. Dalam siaran langsung itu Aron menjelaskan bahwa 6 tahun yang lalu dia adalah orang yang menjadi saksi sekaligus orang yang telah membantu Darren dan Angel untuk mencelakakan Diri. Di dalam siaran itu juga Aron mengatakan bahwa Dira adalah wanita baik yang selalu patuh dengan suaminya hanya saja mungkin dia kurang beruntung karena mendapatkan suami seperti Darren.
Mendengar penjelasan dari Aron Dira sempat meneteskan air matanya lagi, ternyata Aron benar-benar menyesal sampai membantunya membuat klarifikasi. Dalam siaran yang di lakukan Aron ada orang yang percaya itu dan masih banyak juga yang berpikir negatif. Ada yang mengatakan ucapan Aron adalah omong kosong dan Aron juga merupakan salah satu orang suruhan Dira agar mau membelanya.
"Kamu kenal dengan pria ini sayang?" tanya Ken yang di balas dengan anggukan kepala.
"Dia adalah teman aku waktu kuliah."
Melihat masih banyak yang tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Baron, Andrian yang juga melihat hal itu memutuskan untuk membantu melakukan siaran langsung.
Dalam siaran langsung yang dilakukan oleh Andrian, dia menunjukkan rekam medis yang pernah dialami Dira akibat trauma psikologis yang terjadi di masa lalunya.
"Sayang … coba kamu lihat, banyak orang yang membantu kamu untuk klarifikasi dan membela kamu. Jadi boleh ya aku mengeluarkan semua bukti yang kita punya, Ingat bahwa kamu tidak sendiri banyak orang yang sayang sama kamu dan Mas juga akan selalu ada disampingmu," ucap Ken untuk meyakinkan Dira lagi.
Melihat banyak yang berusaha membantunya sampai harus menerima hujatan, akhirnya Dira menyetujui usul yang di berikan oleh ken dan Rendi segera mengeluarkan semua bukti yang telah mereka punya.
Ya Allah sebenarnya aku tak mau membalas dendam tapi aku juga tak mau membiarkan fitnah berada di atas kebenaran. Semoga apa yang kita lakukan ini benar. Batin Dira.
Setelah semua bukti yang di miliki oleh Ken di publikasi, dunia media sosial menjadi sangat gempar dan heboh. Para pengguna media sosial ada yang meminta maaf, mengasihi Dira, menghujat Darren dan masih ada yang tak percaya juga dengan berita yang telah beredar luas.
Di sisi lain Darren sangat ketakutan, ketika melihat citranya dalam waktu sekejap hancur begitu saja. Rahasia besar yang telah ia simpan rapat-rapat akhirnya terbongkar juga, kali ini dia benar-benar hancur.
Aaaa.....
Teriak Darren sambil mengaca-acak rambutnya serta melempar semua benda yang ada di dalam apartemennya. Awalnya dia tertawa bahagia ketika melihat berita pertama yang beredar tapi dalam sekejap berganti dirinyalah yang hancur. Ruangan apartemen itu terlihat sangat berantakan dan handphonenya juga terus berbunyi membuat dirinya semakin frustrasi mendengarnya.
__ADS_1
Di sisi lain Karen yang melihat berita tentang Darren yang tersebar luas serta Darren yang tak bisa di hubungi membuat dirinya terkena serangan jantung dan tergeletak di lantai.
...****************...