Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Menyambut kepulangan Tuan Putri


__ADS_3

Kebahagiaan itu sederhana, cukup bisa berkumpul bersama dengan orang-orang yang disayang itu sudah mampu membuat kita bahagia. 


~ Anindira Fidelya~


Seberkah sinar telah menyinari kehidupan keluarga fabio, semoga kebahagiaan ini bisa bertahan lama. Semenjak  Anneta lahir, begitu banyak kebahagiaan yang ia berikan, Ia memang seperti namanya Bhadrika ( pembawa keberuntungan). 


Setelah kondisi Dira dan  Anne membaik, mereka sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sejak pagi, semua orang di  kediaman Fabio tengah sibuk mempersiapkan penyambutan kedatangan tuan putri. Bahkan sudah ada sebuah dekorasi mini, serta beberapa photografer yang datang untung melakukan newborn photoshoot buat Anne. 


Kamar Anne juga sudah didekorasi dengan cantik, bernuansa abu dan pink pastel . Kamar Anne di desain seperti kastil mini, yang terdapat sebuah box bayi dan juga sebuah ranjang dewasa sebagai tempat tidur yang menjaganya. Di dalam kamar terdapat begitu banyak boneka serta mainan yang sudah tertata rapi, bahkan lemari pakaiannya sudah tersedia baju-baju, serta aksesoris yang cantik dan imut. 


Carol memang sangat detail dalam menyiapkannya sama seperti dulu saat menyiapkan kamar untuk Kean dan Lean . Apalagi sekarang cucunya perempuan, membuat Carol kalap mata untuk membeli barang-barang cantik dan imut. 


Disaat Dira sampai di kediaman fabio, sudah banyak para maid yang berjajar rapi menyambut kedatangan mereka. Kepulangan Anne seperti tengah di tunggu-tunggu oleh semuanya.


Dira merasa seperti seorang ratu yang membawa tuan putrinya kembali ke kerajaan. Melihat rumah yang sudah di dekor cantik, membuat rona kebahagiaan di wajah Dira begitu nampak jelas. Dira benar-benar tidak menyangka bahwa Carol akan menyiapkan ini semua, pantas saja Ia tidak datang menjemput ke rumah sakit, ternyata Ia sedang menyiapkan kejutan ini. 


"Selamat datang di rumah sayang …" ucap Carol sambil memeluk Dira. 


"Makasih banyak ya Ma," ungkap Dira sambil meneteskan air mata bahagia. 


Carol mengusap air mata itu. " Hari yang bahagia gak boleh nangis dong. Ini memang sudah seharusnya mama lakukan buat kamu dan Anne, " pungkas Carol. 


Setelah itu, Carol mengambil Anne dari gendongan Ken." Selamat datang ke rumah tuan putri Anneta …" ujar Carol sambil mencium pipi Anne. Ia merasa sangat rindu sekali dengan Anne, dari kemarin tidak bisa bertemu karena sibuk mengurus semua ini. 


Melihat Carol sudah menggendong Anne, Kean dan Lean juga tak kalah ingin mencium adiknya. Semua orang yang ada menyambut Dira dan silih berganti memberikan ucapan selamat Kepadanya.


Tiba-tiba seorang wanita membawa  Dira pergi  untuk di make over karena setelah ini mereka akan melakukan foto shoot bersama. Di saat Dira sedang di make over oleh Senja, Carol juga tengah memakaikan Anne gaun cantik  berwarna  senada dengan miliknya dan juga Dira. 


" Wah ... Anne cantik sekali ..." puji Lean saat melihat Anne menggunakan sebuah gaun berwarna rosepink.


"Iya... Benar. Sepertinya wajah Anne mirip denganku deh!" ujar Kean.


"Mana ada, Dia mirip denganku yang sangat tampan. Masak Iya Anne mirip dengan wajah kulkas seperti kakak!" ledek Lean yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Kean.

__ADS_1


Kean mengerutkan kening. "Apa tadi kamu bilang?" tanya Kean dengan nada sedikit tinggi.


"Wajah kulkas, kenapa?" pungkas Lean sambil menjulurkan Lidah.


Mendwngar Lean yang terus mengejeknya dengan sebutan wajah kulkas membuat Kean marah sampai terjadilah kejar-kejaran anatara mereka. Akhir-akhir ini Lean sering mengejek Kean dengan sebutan wajah kulkas karena sikap Kean yang dingin seperti kulkas.


Yang melakukan photoshoot pertama adalah Anne, setelah berfoto dengan berbagai gaya. Mereka berfoto dengan formasi lengkap untuk di jadikan pajangan di dinding. Setelah acara photoshoot selesai , waktunya makan bersama dengan para pekerja di kediaman Fabio.


Selesai acara, Dira dan Anne pamit kembali ke kamar terlebih dahulu untuk beristirahat. Sedangkan yang lainnya masih berkumpul bercanda bersama di ruang bawah. 


***


Di sisi lain terlihat Aron tengah mengemudikan mobilnya mencari biji nangka yang diinginkan oleh Chika. Entah kenapa Chika tiba-tiba ngidam pengen makan beton rebus atau biji nangka yang direbus. Saat Aron mendengar apa yang diinginkan Chika, Dia hanya bisa geleng kepala. 


Kenapa wanita hamil ngidamnya aneh-aneh sih! Batin Aron yang masih fokus mengemudi sambil melihat ke jalanan siapa tahu ada yang jualan nangka. 


Setelah beberapa jam berkeliling di berbagai pasar tradisional, akhirnya Aron menemukan apa yang diinginkan oleh Chika. Ia membeli satu nangka utuh karena tidak mungkin hanya membeli bijinya saja. 


Sesampainya di rumah, Chika masih berbaring di sofa sambil menonton acara tv menunggu kedatangan Aron. Mendengar pintu apartemen terbuka, Chika segera bangun dari duduknya.


"Dapat, tapi harus ngambil di dalam nangkanya dulu," jawab Aron sambil berjalan menuju dapur untuk memotong dan mengeluarkan biji nangka. 


Karena sudah tak sabar, Chika bangun dari duduknya berjalan menghampiri Aron yang berada dapur. 


"Kamu istirahat aja di sofa, ini biar aku aja yang kerjakan," ucap Aron yang sudah memotong nangka itu. 


"Apa kamu bisa?" tanya Chika yang sedikit meragukan Aron. 


Aron menoleh ke arah Chika sambil mencium pipinya. "Apakah kamu meremehkan aku? Bukankah hanya direbus dengan air mendidih dan garam?"papar Aron. 


Chika tersenyum saat mendengar bahwa Aron tahu cara memasaknya." Kamu tau dari mana? "tanya Chika yang sudah meletakkan dagunya di pundak Aron. 


" Dari ibu-ibu yang beli nangka! " ujar Aron.

__ADS_1


" Sudah … kamu istirahat di sofa aja ya … nanti kecapean dan muntah-muntah lagi lho … " imbuh Aron yang berusaha menyuruh Chika untuk pergi istirahat di sofa. 


Sebelum Chika pergi, Ia mencium pipi Aron sambil mengucapkan terimakasih. Hal itu sudah mampu membuat Aron bersemu merah, Ia baru menyadari bahwa hal sekecil ini mampu membuatnya bahagia. Rasa lelah berkeliling saat mencari biji nangka seketika memudar ketika melihat raut wajah Istrinya yang bahagia.


Aron menatap tubuh Chika yang sudah duduk bersandar di sofa sambil menonton tv, Ia benar-benar tidak menyangka bakalan sebucin ini dengan Chika. Padahal dia bukanlah wanita tipe ideal Aron, tetapi Dia bisa membuat Aron secinta ini dengannya. 


Jodoh dan cinta itu memang  lucu, bahkan kadang aneh juga. Padahal Chika sudah ada disampingnya sejak lama, tetapi Ia masih sibuk mencari yang lain sampai ketika di tinggalkan Chika. Aron baru sadar bahwa dia cinta dan membutuhkan Chika sampai sekarang dia menjadi sangat bucin kepada wanita yang kata orang biasa saja, tetapi di mata Aron luar biasa. 


Setelah biji nangkanya matang, Aron meniriskannya kedalam wadah dan membawakan kepada Chika agar Ia segera bisa memakan nya. 


"Biji nangkanya sudah siap …" seru Aron saat berjalan menghampiri Chika. 


"Wah … Dady benar-benar hebat! Celetuk Chika sambil mengelus perutnya yang masih rata. Wajar jika perutnya masih rata karena masih hamil muda. 


Aron membukakan kulit betonnya serta meniupnya terlebih sebelum menyiapkannya ke mulut Chika. 


" Apakah Enak ? " tanya Aron saat Chika sudah memakannya. Sedangkan Chika menikmati makananya sambil tersenyum. Tergambar jelas rona bahagia di wajahnya. 


"Bukankah Dady baik sekali sayang, dia sudah memenuhi keinginan kamu!" celetuk Chika dengan mengelus perutnya lagi.


"Tentu saja, Dady baik. Jadi, kamu jangan minta yang aneh-aneh lagi ya ..." pungkas Aron lalu mencium perut Chika.


"Baik Dady," ucap chika dengan menirukan suara anak kecil.


Melihat Chika yang bahagia, Aron ikut bahagia dan terus mengupaskan biji nangkanya. Sedangkan Chika tinggal memakannya sambil menonton tv. 


Disaat tengah menikmati kebersamaanya, tiba-tiba ada suara bel berbunyi. 


"Siapa sayang?" tanya Chika yang masih duduk bersandar di pundak Aron. 


"Gak tau juga sih, tapi Aku bukain pintu dulu ya …" pungkas Aron yang bangun dari duduknya.


Bel dan suara ketukan pintu terus terdengar dari luar. "Iya sebentar," teriak Aron yang masih berjalan menuju pintu. 

__ADS_1


Tak lama kemudian, pintu pun terbuka memperlihatkan seorang wanita dengan wajah yang penuh lebam langsung memeluk Aron. Aron terkejut saat wanita itu memeluknya, dia segera mencoba melepaskan pelukan wanita itu karena takut kalau Chika melihatnya akan jadi salah paham. 


...****************...


__ADS_2