
Menatap senja yang biasanya begitu indah, hangat dan menenangkan berubah menjadi seperti mendung yang begitu gelap dengan Suara petir yang mencengkram. Hati yang mulai belajar mencintai seseorang, seketika hancur berkeping-keping di saat mengetahui bahwa Cinta yang ia miliki tak kan pernah bisa mendapatkan balasan yang sama.
Ketika Cinta yang tulus,suci dan begitu indah dalam ikatan sebuah pernikahan, seketika menjadi sebuah goresan luka yang begitu dalam di hati, disaat mendapatkan sebuah penghianatan.
Buliran bening mulai menetes dari pelupuk mata, ketika melihat hal yang tak pernah diinginkan itu terjadi. Hati ini begitu sakit seperti teriris ketika melihat suami yang mulai dicintainya, ternyata telah mengkhianati pernikahan mereka. Memang benar pernikahan ini terjadi bukan atas keinginan dan cinta. Tapi, hal yang paling menyakitkan adalah pernikahan ini di jadikan untuk menutupi sebuah rahasia yang besar.
Hal yang paling menyakitkan bagi Dira adalah kenyataan bahwa selama ini Darren tak mau menyentuhnya, bukan karena Darren menunggu sampai Dira siap untuk melakukannya. Tapi, karena Darren adalah seorang penyuka sesama jenis. Sakit? Tentu saja sakit, tapi tak berdarah. Karena dengan Bodoh dan konyolnya Dira berfikir bahwa suatu saat nanti Darren akan bisa mencintainya juga.
Melihat Dira yang menangis sesegukan, Rian terkejut dan segera mem bunyikan loncengnya dengan keras. Setelah mendengar hal itu Dira bangun dari Tidurnya dengan mata sembab dan pipi yang basah bekas tetesan air mata.
Rian menyodorkan Dira segelas air putih Untuk menenangkanya. Dira pun mengambil minuman itu dan meminumnya. Setelah melihat dira yang sedikit tenang, Rian mulai bertanya.
"Dir… apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis seperti itu? Apa yang sudah kamu lihat di sana?," tanya Rian cemas karena melihat dira yang awalnya tersenyum, kemudian menangis sesegukan.
"Oh, aku gapapa Ri, " Dengan senyuman yang terlihat dipaksakan. " Aku hanya melihat hal yang bahagia dan juga menyakitkan di sana," lanjut Dira.
" Syukurlah. Jadi, setelah melihat sekilas memori kamu. Apa kamu masih ingin meneruskannya?" tanya Rian.
Dira menghela nafas panjang. " Ya … aku akan tetap meneruskannya. Karena aku sudah terlanjur masuk Kedalam, jadi aku akan meneruskan dan menyelesaikannya. "
" Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu kamu!" Rian melenggang pergi menuju tempat duduk kerjanya.
" Thanks ya Ri."
" your welcome. "
Kemudian, jari-jari Rian tengah sibuk mengetik untuk memasukkan data-data pemeriksaan Dira ke dalam Komputernya.
__ADS_1
" Baiklah … aku sudah selesai memasukkan data-data pemeriksaan kamu. Apa kamu mau request, berapa kali kamu melakukan terapi dalam seminggu?. "
" Em … kalau bisa lebih sering juga tidak apa-apa. Biar aku lebih cepat sembuh, dan masalah ini cepat terselesaikan," ucap Dira .
" Aku tidak menyarankan untuk lebih sering. Karena otak kamu perlu istirahat dan mencerna semuanya. jadi, paling cepat 2x seminggu. Bagaimana?, " ujar Rian.
Dira hanya menganggukkan kepala. Tanda bahwa dia menyetujui saran Rian.
Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Rian mengajak Dira untuk lunch bersama, dan Dira pun setuju. Akhirnya, mereka pergi dengan mengendarai mobil Rian. Di dalam mobil saat perjalanan menuju restoran, begitu banyak canda tawa yang terjadi. Rian terus mencoba menghibur Dira dengan celotehan dan candaannya. Agar Dira lebih rileks dan santai.
Melihat tawa Dira yang begitu lepas, membuat Rian tersenyum bahagia. Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang ada di pikirannya. Tapi, Rian mengurungkan niatnya untuk bertanya Kepada Dira. Dia tak mau membuat Dira tertekan atau lebih stres lagi karena pertanyaannya.
Setelah 20 menitan, mereka sampai di sebuah restoran bintang lima. Dira terbelalak ketika Rian memarkirkan mobilnya.
"Loh Ri, kita makan disini?," tanya Dira.
"Iya, memangnya kenapa dir? Kamu gak suka tempat ini?," Dengan raut wajah yang memastikan.
Senyum mengembang di bibir Andrian. Hampir saja dia mengira bahwa Dira tidak akan suka dengan tempat yang sudah di pilihnya. Setelah itu mereka keluar dari mobil, berjalan beriringan masuk ke restoran. Ternyata Andrian sudah reservasi tempat, dan pelayan di restoran itu langsung mengantar mereka ke tempat yang sudah di Reservasi oleh Andrian.
Sesampainya di tempat itu, mereka duduk saling berhadapan. Tiba-tiba ada panggilan alam buat Dira. Jadi, dia pamit ke toilet dulu, ketika Dira mencoba untuk berdiri ….
Ada seorang wanita yang tidak sengaja menyenggol tubuh dia.
" Eh… maaf ya ... Kamu gapapa?," tanya wanita itu.
Sedangkan Andrian segera berdiri. Karena kejadian itu masih di depan meja mereka duduk.
__ADS_1
Dira mendongakkan wajahnya, dan ternyata … Bola mata mereka saling bertemu. Seketika tubuh dira membeku, melihat siapa pria yang berdiri di samping dengan memeluk mesra wanita yang tadi menyenggolnya. Ternyata pria itu adalah seseorang yang pernah membuat dira jatuh cinta sekaligus patah hati yang dalam. Dia juga yang telah menghancurkan kehidupan Dira. Dia adalah … Darren Maxwell, seorang pria yang baru saja di ingat oleh Dira setelah melakukan terapi.
Di sisi lain Darren juga terdiam, dan terus memperhatikan wajah Dira. Dia terus mengingat-ingat siapa wanita yang ada di depannya sekarang. Kenapa wajah dia seperti tidak asing ya? Tapi, siapa? Darren terus mengingat-ingat. Selama ini, Darren tak pernah punya kenalan wanita berhijab. Semua wanita yang ada di sekitarnya adalah wanita dengan pakaian yang seksi-seksi. Tapi, kalau boleh jujur dia sangat cantik dan bercahaya. Darren menyeringai apa dia Dira …
Andrian terus memperhatikan Dira yang terdiam dengan tatapan kosong ke arah pria di depannya. Sedangkan, Carla juga merasakan hal yang sama dengan Andrian. Melihat hal itu Carla dan Andrian memandang Dira dan Darren bergantian.
"Sayang …," senggol Carla ke pinggang Darren. Seketika membuat Darren terkejut dan tersentak dari lamunannya.
"Eh… iya sayang … kenapa?." Darren menengok ke samping untuk melihat wajah Kekasihnya.
"Kamu kenapa bengong? dan menatap wanita itu dengan lekat-lekat. Emangnya kamu kenal?," kata Carla.
" Iya Dir … apa kamu mengenalnya? Soalnya jika diperhatikan tatapan kalian begitu Aneh," imbuh Rian.
Dira juga ikut tersentak, ketika Rian bertanya kepadanya. Disaat Dira ingin menjawab, Darren lebih dulu bertanya.
" Apa kamu Dira?, " tanya Darren memastikan apakah dia benar Dira apa bukan.
Mendengar bahwa Darren menyebut namanya, Dira sedikit merasa ada yang aneh. Seperti ada desiran halus di hatinya. Perasaan yang dulu pernah ada terlintas lagi, rasa cinta sekaligus sakit datang bersamaan.
"Kamu mengenal Dira?," tanya Andrian ke Darren.
Jadi, dia benar Dira. Tapi, kenapa penampilannya begitu berubah. Sekarang dia terlihat begitu cantik dan mempesona. walaupun lekuk tubuhnya tertutup rapat dengan pakaian yang oversize menurut Darren, dengan hiasan hijab di kepalanya. Itu membuat dira terlihat sangat cantik dan anggun. Kenapa gue baru sadar kalau ternyata Dira sangatlah cantik!.
Darren hanya tersenyum dengan seribu arti. Melihat senyuman dan tatapan Darren yang tak biasa, membuat Carla kesal. Carla sudah menduga bahwa wanita di depannya ini adalah Dira mantan Istri Darren. Karena merasa kesal, Carla pergi begitu saja meninggalkan Darren yang masih mematung di depan Dira.
#Tbc
__ADS_1
In sya Allah kalau tidak ada halangan Author akan Crazy up. Jadi, siapkan jempol kalian untuk like, komen dan klik favorit ya. Makasih juga buat yang sudah selalu setia membaca novel papa bucin yang posesif.
Salam sayang banyak-banyak dari author dan Dira untuk kalian semua yang sudah setia dan menyemangati dira💕💕💕