
Hari demi hari telah berlalu, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh Andrian tiba juga. Sejak semalam ia sudah tak bisa tidur karena merasa grogi dan terus menghafal kalimat ijab qobul yang akan ia ucapkan pagi ini.
Di Dalam ruangan hotel terlihat seorang pria yang sudah siap dengan baju putihnya tengah mondar mandir di dalam kamar. Tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar.
Mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Andrian segera melangkah berjalan menuju pintu, saat pintu telah terbuka ternyata Kenzo dan Aron yang datang.
"Oh ternyata kalian, gue kira siapa, " Andrian berlalu pergi setelah membukakan pintu untuk Aron dan Kenzo.
"Wajah kamu kenapa pucat seperti itu Ri?" tanya Ken dengan menepuk pundak Rian.
"Biasah nervous sebelum nikah, sampai gue gak bisa tidur semalaman," ujar Rian yang sudah duduk di sofa.
"Oh … kirain kenapa? Baca sholawat yang banyak biar gak nervous. Aku dulu juga gitu, waktu mau nikah!" Ken juga sudah duduk di sofa yang bersebrangan.
" Oh ya, nanti gue coba! Tapi Kenapa wajah lo ditekuk dan lesu gitu Ken? Dimana Dira? " tanya Andrian ketika melihat wajah Ken yang tak segar sama sekali.
"Dia pergi ke kamar pengantin wanita lah, dia kan jadi bridesmaid calon istri lo," pungkas Ken
Ken menghembuskan nafasnya kasar. " Ya … beginilah nasib jadi suami siaga. Apalagi Dira hamil berubah drastis sangat manja dan banyak maunya. Jadi, ya begitulah. Nanti kamu juga akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang !" imbuh Ken. Lalau menceritakan semua keluh kesahnya.
Sejak kejadian yang menghebohkan itu, mereka bertiga memang jauh lebih akrab lagi dan menjadi teman dekat. Ken yang sebelumnya tak mempunyai teman dekat menjadi punya teman dekat dan bercerita kepada mereka, meskipun yang di curhati adalah para jomblo yang belum menikah. Tapi sekarang Andrian sudah akan menjadi suami tinggal Aron saja yang belum menemukan tambatan hati.
Ketika mendengarkan cerita Ken, Aron dan juga Rian hanya bisa tertawa keras sampai Rian melupakan rasa nervesnya akibat menertawakan bagaimana keadaan Kenzo saat ini.
Ken menautkan kedua alisnya sambil geleng-geleng kepala, melihat curhatanya menjadi sebuah bahan tertawaan bagi Aron dan Andrian. Tak lama kemudian, ada petugas wo datang memberitahukan bahwa Rian harus turun sekarang karena acara akad nikah akan segera dimulai.
***
Di sisi lain, terlihat Senja yang sudah selesai di rias dengan adat sunda. Riasan yang natural membuat aura pengantinya semakin keluar.
Setwlah selesai di rias, Senja meminta mereka berlima berforo bersama. Senja berdiri di tengah dengan di himpit oleh para bridesmaid yang tak kalah cantiknya.
Dira yang melihat wajah Senja yang begitu tegang, seketika mendekatinya lalu memegang tanganya untuk memberikan ketenangan.
"Gak usah tegang dek, rileks aja," ucap Dira dengan tersenyum.
" Pengenya gitu mbak, tapi tetep aja nervous. Oh ya, gimana keadaan calon keponakanku?" tanya Senja untuk mengalihkan nervousnya dengan membicarakan tentang kehamilan Dira.
Tiga wanita yang lainya juga ikut nimbrung mendengar pembicaraan Senja dan Dira. Tidak hanya membicarakan tentang kehamilan Dira saja, mereka juga bercanda untuk membuat Senja lebih rileks lagi sampai tak terasa waktunya Senja untuk keluar telah tiba.
Karena terlalu sibuk bercanda dan bercerita, tiba-tiba ada petugas Wo datang mengetuk pintu mengatakan bahwa sudah waktunya Senja keluar menuju ballroom tempat dimana akad dilangsungkan.
Para wanita-wanita cantik itu segera menemani Senja pergi menuju ballroom.
__ADS_1
Suasana di dalam ballroom sangat menegangkan, Andrian terus menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Tak lupa pula ia mengucapkan kalimat sholawat yang disarankan oleh Ken.
"Bagaimana nak Andrian, Apakah sudah siap?" tanya penghulu yang mendampingi pernikahan mereka.
"In sya Allah siap pak, " jawab Andrian.
Setelah itu penghulu memberikan ajaran kepada ayah senja yang akan menikahkan mereka berdua. Dimas dan Andrian sudah saling berjabat tangan sampai akhirnya ijab qabul diucapkan.
Selesai ijab qabul diucapkan, suara gemuruh para hadirin yang datang mengucapkan kata Sah terdengar mengisi ruangan itu. Mendengar kata sah yang terdengar dalam ruangan nyang ada di depanya, Senja merasa lega sekaligus masih gugup.
Tak lama kemudian, pintu ballroom terbuka dan keluarlah wanita cantik dengan kebaya putih serta siger sunda yang menghiasi kepalanya di dampingi oleh empat wanita cantik berjalan menuju dimana Andrian berada.
Melihat Wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya , Andrian tak henti-hentinya menatap Senja dengan tatapan penuh cinta sampai tak terasa air matanya jatuh menetes l. Menyadari hal itu Andrian segera menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi, ia segera berjalan menjemput mempelai wanita.
Sesampainya di depan penghulu, ayah dan juga para saksi nikah. Senja duduk di kursi, lalu menandatangani surat nikah mereka. Setelah itu, Senja mencium tangan suaminya dan Andrian mencium kening Senja. Kemudian Andrian menyerahkan mahar yang ia berikan untuk senja berupa uang tunai senilai $2021, satu set perhiasan dan juga seperangkat alat sholat.
Akhirnya acara akad selesai juga dengan sakral dan penuh khidmat.
***
Acara akad telah selesai, di lanjut dengan acara resepsi yang diadakan di tempat yang sama juga. Kedua mempelai telah siap dengan gaun putih serta tuxedo hitam yang melekat pada tubuh Andrian.
Suasana di dalam gedung itu terlihat begitu ramai dengan dekorasi yang begitu mewah karena pesta ini dilaksanakan dengan begitu megahnya. Tamu undangan juga sudah datang dan duduk di meja yang sudah diatur.
Di depan pintu masuk ballroom juga di pajang foto-foto prewedding yang dilakukan oleh Senja dan Andrian.
Semua sorot mata tertuju kepada pasangan pengantin baru yang terlihat begitu cantik dan juga tampan.
Di meja khusus teman-teman Senja.
"Wah sumpah! Gue gak nyangka kalau Senja bakalan dapat suami yang tajir, tampan, dokter pula! Benar-benar beruntung, habis di selingkuhin sama buaya dapetnya bagus banget …" sindir Elea teman kampus Senja sambil melirik ke arah Mike yang duduk tak jauh darinya.
"Iya bener, habis kehilangan buaya langsung keruntuhan berlian!" imbuh teman yang lainya.
" Ya … begitulah hidup. Diselingkuhin buaya akan digantikan dengan yang jauh lebih baik. Sedangkan si buaya dapetnya …" Lita tak meneruskan ucapannya karena mendapatkan tatapan tajam dari Cintya.
Mike yang mendengar bisikan para teman-temanya hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya.
__ADS_1
" Bukankah sudah aku katakan gak perlu datangkamu tetap aja datang! "gerutu cintya yang hanya mendapatkan sebuah sorotan tajam dari Mike.
Hati Mike saat ini sangat kesal melihat Senja yang sudah move on dan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik darinya di saat ina masih mengharapkan Senja.
Rangkaian demi rangkaian acara telah di lewati, dan akhirnya sampai pada acara dimana para tamu undangan memberikan selamat dan doa restu bagi kedua mempelai.
Saat giliran teman-teman Senja naik ke panggung, para teman wanita yang dulu tak dekat denganya menjadi bersikap jauh lebih baik kepadanya. Merak memberikan selamat serta memeluk Senja dengan memberikan selamat. Senja hanya bisa tersenyum palsu melihat para teman palsu itu.
Saat tiba waktunya Mike yang datang memberikan selamat, wajah Senja berubah menjadi tak nyaman. Ia benar-benar muak melihat wajah itu di sini.
"Selamat ya Sen, semoga pernikahan lo bahagia," ucap Mike yang ingin memberikan pelukan tapi di larang oleh Rian dan di hindari oleh Senja.
"Cukup ucapan selamat saja bro, gak perlu memeluk!" cetus Andrian yang membuat Mike merasa canggung dan malu. Melihat banyak orang yang memperhatikan mereka, Mike segera pergi dari temlat itu.
"Kamu gapapa sayang?" tanya Andrian kepada Senja.
Ketika para tamu undangan sudah hampir habis. Giliran Aron yang datang menghampiri untuk mengucapkan selamat.
"Selamat bro, sekarang dah jadi suami! Semoga keluarga lo bahagia selamanya sampai kakek nenek," ucap Aron dengan memeluk Andrian.
"Thanks Ron, semoga elo juga segera nyusul ya. Jangan lama-lama ntar keburu karatan tuh junior lo!" ledek Rian yang langsung mendapat pukulan di tbahunya dari Aron.
"Hei, Gue sekarang itu pengantin pria. Kenapa lo main pukul-pukul aja!" Protes Rian yang tak terima Aron memukulnya. Sedangkan Aron hanya memberikan senyuman mengejek, lalu berganti menyalami Senja.
" Selamat ya Ri, Akhirnya kamu nyusul aku juga! Semoga pernikahan kamu dan Senja Sakinah, mawaddah, warahmah dan berkah terus kedepannya, " ujar Dira memberi selamat saat berada di depan Rian dan Senja.
"Amin. Makasih ya Dir, sudah menyempatkan datang ke acara pernikahan kita, disaat kondisi kamu seperti ini," sahut Rian
"Iya mbak, aku juga makasih banyak mb udah datang dan menemani aku." peluk Senja kepada Dira.
"Iya sama-sama, semoga bahagia selalu ya sama Rian. Dia pria baik dan bertanggung jawab kok, jadi kamu gak usah khawatir," bisik Dira lalu melepaskan pelukan mereka. "Tapi kalau Rian macam-macam sama kamu atau menindas kami, bilang sama mbak nanti pasti mb akan hajar dia!" imbuh Dira yang diangguki oleh Senja. Sedangkan Andrian hanya bisa menelan salivanya dalam-dalam saat mendengar ucapan dan tatapan tajam dari Dira.
" Kamu gak usah khawatir Dir, aku gak bakalan nindas dia kok. Karena aku sangat mencintainya," Andrian merangkul sambil mencium pipi senja mesra. "Lagian ya, yang sahabat kamu itu kan aku. Masak kamu belainnya Senja sih," protes Rian.
"Maka dari itu, karena kamu teman baik aku. Jadi kamu gak boleh seenaknya menindas wanita, karena Senja sekarang adalah adik perempuan aku!" Dira dan Senja berpelukan lagi.
Ken sedikit merasa kesal disaat dia hanya seperti nyamuk yang tak dianggap. Karena Senja dan Dira saling berpelukan, Rian juga ingin merangkul Ken tapi dia segera menepisnya.
" Gak usah lebay, Aku doakan semoga kalian segera dapat momongan. kita pamit pulang dulu ya, soalnya kasihan Dira nanti kecapekan," ujar Ken yang di angguki oleh Senja dan Rian.
Sebelum Ken pergi Rian berbisik. " yang Semangat jadi papa siaganya!"
Ken melirik dan membalas bisikkan Rian." Lo juga harus siapkan tenaga, biar bisa beronde-ronde! Gue tunggu topceran gue atau lo!"ledek Ken yang berlalu pergi sambil mengangkat sudut bibirnya.
__ADS_1
Oke, Lo tunggu aja siapa yang lebih topcer! Gumam Rian.
...****************...