
Ketika mendengar suara ketukan sendal dengan lantai mulai mendekat , membuat Ken segera bersembunyi di balik pintu.
Saat membuka pintu, Dira sedikit terkejut saat melihat Ken tak ada di dalam Kamar.
"Mas ... Kamu di mana?" panggil Dira seraya berjalan masuk kedalam kamar untuk mencari keberadaan sang suami.
Tiba-tiba, ada sebuah pelukan dari belakang membuat Dira terkejut dan hampir saja menjatuhkan nampan yang dia bawa.
"Kamu mencariku sayang?" bisik Ken didekat telinga Dira.
"Mas ngagetin aja!" serunya yang ingin melepaskan pelukan Ken. Namun, Ken justru semakin mengeratkan pelukannya.
Dagu Ken sudah bersandar di pundak Dira, membuat nafasnya berhembus menyapu kulit lehernya. Nafas Ken membuat bulu kuduk Dira berdiri, apalagi saat Ken mulai menelusuri tengkuknya dengan bibir Ken membuat tubuh Dira menggeliat hebat.
"Mas ..." Dira mencoba menghentikan aktivitas Ken.
"Kenapa Sayang?" tanya Ken dengan menatap ke arah Dira.
"Ini masih siang, Mas makan aja dulu ya. Nanti baksonya keburu dingin,"pungkasnya.
Ken tersenyum." Baiklah, tapi nanti malam ... Mas tak akan melepaskanmu! "godanya.
" Mass!!! "pekik Dira saat melihat sikap Ken yang begitu jahil. Sedangkan Ken hanya tersenyum puas karena berhasil menjahili istrinya.
Melihat Dira yang menatapnya dengan tajam, serta bibir manyun yang menandakan bahwa dia sedang merasa kesal, membuat ken semakin gemas dan kembali mencuri sebuah kecupan.
"Mass!!!" seru Dira lagi dengan sorot mata tajam.
"Kenapa? Mau tambah lagi?" godanya yang sudah mencondongkan wajahnya lagi. Namun, Dira segera menghindar.
"Enggak! Siapa juga yang mau tambah lagi." Dira berjalan pergi untuk meletakkan nampan berisi semangkuk bakso dan segelas orange jus ke atas meja.
Ken mengikuti langkah Dira yang terlihat sebal dengannya. Ken dan Dira terlihat seperti sedang mengalami puber keduanya. Sama-sama saling ngambek, dan manja seakan mengganti masa lalu yang telah mereka lewatkan bersama.
__ADS_1
Setelah meletakkan nampan itu ke atas meja, Ken kembali memeluk Dira dari belakang.
"Maaf ya sayang ... Mas hanya ingin bercanda dan merajut kisah cinta kita yang sempat tertunda." Ken mengajak Dira untuk duduk di sofa.
Ketika mereka telah duduk di sofa, Ken memegang tangan Dira.
"Apakah Kamu tak menyukai sikapMas yang seperti ini?" tanya Ken dengan menatap wajah Dira lekat-lekat.
Dira menghembuskan nafas panjang. "bukan tidak suka, tapi terlihat seperti___" Dira tak melanjutkan ucapannya, justru tertawa saat melihat wajah menggemaskan suaminya yang sedang menghujani ciuman di telapak tangannya.
Meskipun usianya sudah tak muda lagi, tetapi ketampananya masih tetap sama. Bahkan jika ingin mendapatkan wanita muda yang cantik pun, dia masih bisa, tapi Ken tak melakukan hal itu.
"Kok gak di lanjutin? Padahal Mas sudah antusias untuk mendengarnya loh!" ucap Ken yang kembali menatap Dira lekat.
"Mas, apa Aku boleh bertanya sesuatu?" tanyanya. Kini raut wajah Dira telah berubah menjadi serius kembali. Sedangkan Ken hanya menganggukkan kepala, menandakan bahwa dia setuju dengan pertanyaan yang akan di ajukan oleh Dira.
"Kenapa Kamu tak pernah menikah lagi?" Saat Ken ingin menjawab, Dira lebih dulu menutup mulut Ken dengan jari telunjuknya. Karena dia belum selesai dengan ucapannya.
"Jangan jawab dulu, sebelum Aku selesai berbicara," ucapnya yang di jawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Ken.
"Kamu dengar baik-baik ya," ucap Ken. Saat ini giliran Dira yang menganggukkan kepalanya.
"Selama ini Mas tak pernah mau menikah lagi karena Cinta dan hati Mas hanya untukmu seorang. Bahkan Mas tak pernah tertarik dengan seorang wanita, dan lagi-lagi hanya Kamu yang bisa membuat hati Mas kembali berdetak lagi saat bersama seorang wanita."
Ken menyentuh Pipi Dira." Kamu tahu, saat pertama kali kita bertemu, Kamu sudah berhasil memporak-porandakan hati mas, sampai Mas berpikir kenapa Aku harus menyukai istri orang yang wajahnya sangat mirip dengan istriku? Tapi ternyata wanita itu memang istriku, satu-satunya bidadari yang Mas Cinta dan tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun, " jelasnya.
Dira langsung memeluk Ken dengan erat, entah kenapa pelukan itu membuatnya merasa sangat nyaman dan candu. Sebenarnya bukan hanya Ken yang merasa seperti itu, karena Dira juga merasakannya.
Ketika pertemuan pertama mereka, entah kenapa Dira sudah mempunyai rasa yang berbeda saat bersama Ken, tapi sekarang dia tahu jawabannya.
Itu semua karena Ken adalah satu-satunya pria yang juga dia cintai dan dapat memberikan sebuah kenyamanan dan ketenangan.
"Mas... I love you," lirihnya yang masih terdengar oleh Ken.
__ADS_1
"I Love you to sayangku," sahutnya dengan mengecup puncak kepala Dira.
Setelah cukup berpelukan, Ken memakan bakso yang di bawa oleh Dira. Namun, yang mengejutkan kembali adalah Ken tak mau memaafkannya sendiri. Melainkan minta di suap oleh Dira seperti seorang anak kecil.
" Makan yang banyak ya, Sayang ..." ledek Dira sambil mengusap kepala Ken.
"Tentu saja, asalkan Istriku masih mau menyuapiku," pungkasnya dengan tersenyum. Lalu kembali menciumi pipi Dira sampai membuatnya merasa geli.
"Mas ... sudah, geli!" pekik Dira.
"Mangkanya jangan jahil! Kalau jahil lagi, mas akan memberikan hukuman yang lebih dari ini!" ancam Ken yang mampu membuat Dira menatapnya sebal.
"Mas, bukankah Kita tidak terlalu pantas bersikap seperti ini? Terlihat seperti anak muda, saja! Padahal sudah berumur," ucapnya.
Tanpa berkata apa-apa, Ken justru mengambil mangkuk Dira. Lalu. Membuat tubuhnya bersandar di dada bidang miliknya, dan Ken memeluknya.
" Tak ada kata 'tak pantas' bagi orang yang baru merajut kasih kembali. Toh tidak ada larangan kalau orang yang sudah berumur gak boleh romantis seperti ini," ungkapnya.
"Bukannya seperti itu, Aku hanya takut kalau__"
"Takut apa? Kita kan sudah sah menjadi suami istri lagi. Tidak ada larangan untuk melakukan hal yang lebih, justru apa yang kita lakukan akan menjadi pahala karena hubungan kita bukanlah hubungan yang salah" tutur Ken.
Setelah itu Ken bercerita tentang bagaimana kisah cinta Rasulullah kepada Istrinya, Sedangkan Dira hanya tersenyum mendengarkan cerita dari Ken. Saat Dira masih menjadi seorang Agatha, dia mengira Ken adalah pria yang cuek dan irit bicara. Namun, ternyata dia akan banyak bercerita kepada orang-orang yang dia sayangi saja.
Semakin lama, sifat bucin Ken telah terlihat kembali. Dia baru tahu kalau ternyata Ken memang orang yang sangat mencintai pasangannya, dan kesetiannya bukanlah omong kosong.
Orang yang tak suka dengannya, banyak yang memberitakan bahwa Ken tak menikah lagi karena sebagai bentuk pencitraan, tapi ternyata itu nyata. Ken memang orang yang sangat setia dan mencintai pasangannya dengan setulus hati.
...****************...
Jangan lupa untuk like, komen, dan hadiahnya ya... Itu sangat penting buat author, jadi kalian jangan pelit akan hal itu.
Maaf kalau Author upnya sedikit slow karena sedang kurang enak badan dan ada di luar kota, tapi akan tetap di usahain untuk up. Jadi, tetap tunggu saja ya...
__ADS_1
Salam sayang dari author, 🥰🥰🥰