
Dalam perjalanan pulang dari pernikahan Andrian, di dalam mobil Dira sudah tertidur bersandar di pundak Ken. Mungkin ia sangat kecapekan mengingat ini adalah hari yang cukup panjang dan melelahkan bagi dia semenjak hamil. Mobil hitam itu terus melaju menembus jalanan kota jakarta menuju kediaman keluarga Fabio.
Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai juga di kediaman Fabio. Melihat Dira yang masih tertidur pulas, Ken menggendongnya turun dari mobil menuju kamar mereka.
Carol yang baru saja dari dapur untuk mengambil air minum, melihat Ken yang berjalan menggendong Dira segera berjalan menghampiri mereka.
"Dira tertidur Ken?" tanya Carol.
" Iya ma, sepertinya kecapekan. Ken bawa Dira masuk ke kamar dulu ya ma, " pamit Ken lalu melanjutkan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Tadi Carol juga sempat datang ke acara pernikahan Andrian tapi ia pulang terlebih dahulu. Sedangkan Kean dan Lean tidak ikut karena mereka mempunyai banyak tugas dari sekolah yang harus dikerjakan.
Sesampainya Di Kamar, Ken segera menurunkan Dira diatas Ranjang dengan hati-hati agar ia tak terbangun.
......................
Setelah para undangan dan juga keluarga besar sudah pulang semua, Senja dan Andrian kembali ke kamar mereka. Ketika membuka pintu kamar hotel Senja di kejutkan dengan sebuah kamar yang didekorasi seromantis itu dengan Lilin-lilin dan juga kelopak bunga mawar.
Ia merasa sangat bahagia dan memeluk Andrian dengan erat. Sejak dirinya bersama dengan Andrian, Rian selalu saja memberikan Senja berbagai kejutan yang tak pernah ia sangka-sangka.
"Makasih ya kak, makasih sudah hadir dalam hidupku dan memilihku menkadi pendamping kakak. Aku benar-benar merasa bahagia dan bersyukur bisa bersama kakak."
"Kakak juga bersyukur bisa mendapatkan kamu, jadi gak usah nangis lagi ya. Nanti cantiknya hilang loh kalau nangis," ledek Rian.
Senja mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal dibilang jelek oleh Rian. Melihat wajah Senja yang seperti ini, membuat Rian tak bisa menahan untuk melampiaskan rasa yang sudah ia tahan sejak tadi.
Rian segera mencium bibir manyun itu, Senja yang mendapatkan sebuah ciuman yang mendadak dari Rian hanya bisa terbelalak. Meskipun Senja terkejut, tapi Ia tak berusaha menolak justru melingkarkan tanganya ke leher Rian. Ciuman itu telah berganti menjadi sebuah ******* dan saling sesap satu sama lain. Mereka berdua masuk ke kamar hotel sambil terus berciuman tanpa melepaskanya.
Andrian menutup pintu dengan satu tanganya dan terus membawa Senja berjalan masuk dengan ciuman yang semakin lama semakin dalam sampai akhirnya mereka berdua terjatuh diatas ranjang.
Pipi senja bersemu merah, ia mulai mengatur nafasnya kembali. Sedangkan Rian mencoba membuka dasi kupu-kupu yang masih melekat pada kerah lehernya. Setelah ia membuka dua kancing kemeja atasnya Rian kembali melayangkan sebuah ciuman di bibir Senja dan tiba-tiba ada sebuah ketukan pintu yang mengganggu aktivitas mereka.
__ADS_1
"Kak, lebih baik kakak buka dulu deh pintunya," saran Senja. Andrian menghembuskan nafas kasar karena ada orang yang mengganggu malam pertamanya.
"Siapa sih yang ganggu malam-malam gini! " decaknya Kesal yang berjalan untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka ternyata mamanya yang datang.
"Mama, kenapa mama kesini!? " cetus Andrian dengan wajah Kesal.
Bukanya menjawab pertanyaan Andrian, Sekar justru mengintip kedalam ruangan itu. "Apa mama mengganggu kalian?" tanya Sekar.
Rian tersenyum smirk. " Kenapa mama masih bertanya? Bukankah sudah jelas mama mengganggu malam pertama pengantin dengan datang malam-malam mengetuk pintu!"
"Hehe, maaf mama hanya mau ngasih kamu ini. Siapa tau kamu membutuhkan nya, biar kuat beronde-ronde!" cerocos Sekar dengan menyodorkan sebuah botol kecil.
Meskipun Andrian belum berpengalaman, tapi ia tahu apa yang dibawa oleh mamanya itu. " Jadi Mama kesini hanya ingin memberikan itu! Apa mama menghina Rian? Rian masih sanggup kok tanpa bantuan obat itu, asalkan mama jangan datang mengganggu saja itu sudah lebih dari cukup!" pungkas Rian.
Melihat Rian yang belum juga kembali, membuat Senja penasaran siapa yang datang.
" Siapa kak yang datang? Kenapa tidak disuruh masuk? " teriak Senja.
" Tuh, Mama udah denger kan. Kalau Mama mau secepatnya gendong cucu, lebih baik mama pergi dan jangan kembali lagi oke, bye Ma." Andrian melambaikan tangan sambil menutup pintu kamar hotelnya.
"Tadi siapa kak, yang datang?" tanya Senja lagi karena tadi Rian belum menjawab pertanyaanya.
"Mama yang datang!"
"Kok gak di suruh masuk dulu?"
"Kalau mama di suruh masuk, kita gak jadi belah duren dong sayang …" ujar Rian yang langsung mendapatkan sebuah cubitan kecil dari senja.
"Au … sakit sayang, masak suami sendiri di cubit sih!" protes Rian yang tak terima di cubit oleh Senja.
Senja tak menghiraukan ucapan Andrian, dia justru bangun dari duduknya lalu pergi berjalan ke kamar mandi untuk menghapus make up dan juga mandi. Setelah berada didalam kamar mandi, Senja berkaca di depan wastafel. Ia memegang pipinya yang telah memerah seperti buah tomat ketika mendengar Rian mengucapkan kata belah duren.
Degup jantungnya memompa begitu kencang, ia menelan salivanya dalam-dalam. Meskipun ia sering mendengar pembahasan ini saat menerima pembelajaran tapi ia tetap saj gugup untuk mempraktekkannya. Apalagi ia sering mendengar dari teman atau kerabatnya yang sudah menikah, mengatakan bahwa jika pertama kali akan terasa sakit tapi setelah itu hanya ada kenikmatan yang tiada tara.
Karena tak mau berlarut-larut dalam pikiran kotornya, Senja segera menghapus make up dan juga membersihkan tubuhnya. Sedangkan di dalam kamar, Andrian sedang melakukan push up untuk mempersiapkan diri. Tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu kembali, Rian hanya menautkan alisnya ketika mendengar suara pintu diketuk.
__ADS_1
"Siapa lagi sih yang datang?" decaknya kesal sambil berjalan menuju pintu.
"Ma … kan sudah …" Seketika Andrian tak melanjutkan perkataannya lagi ketika melihat yang datang bukanlah mamanya melainkan ibu mertuanya.
"Mama Anita? Ada apa Ma? Apa ada perlu sama Senja?" Andrian mempersilahkan Anita untuk masuk terlebih dahulu, tapi Anita menjawab dengan sebuah gelengan oleh Anita.
"Nggak perlu nak, mama hanya ingin bicara sebentar sama kamu. Oh ya Senja dimana?"
"Senja ada di kamar mandi mah, ada apa ya ma?" tanya Andrian yang penasaran kenapa ibu mertuanya datang malam-malam kesini.
"Mama cuman mau bilang, kamu hati-hati ya kalau unboxing jangan kasar-kasar. Sama mama mau kasih ini sama kamu," Anita memberikan sebuah amplop kepada Rian. Kemudian berlalu pergi meninggalkan Rian tanpa berkata apa-apa lagi.
Rian masih berdiri mematung di depan pintu sambil memandang punggung ibu mertuanya yang sudah melenggang pergi. Ia masuk kembali ke kamar sambil membuka amplop itu, ternya ada sebuah surat didalamnya. Andrian duduk di sofa sambil mengeluarkan secarik kertas itu dari dalam amplop.
Untuk Andrian.
Sebelumnya Mama minta maaf kalau hanya menuliskan sebuah surat, bukanya berkata langsung karena Mama takut gak sangguo mengatakanya di depan nak Rian. Nak Rian titip Senja ya, jaga dia baik-baik.
Sebenarnya Mama belum percaya bahwa Senja akan menikah secepat ini, karena dalam hagi m Mama selalu merasa bahwa ia adalah gadis kecil yang masih selalu bersikap manja. Selama ini kami selalu memanjakanya tanpa melatihnya melakukan banyak hal. Jadi, ketika Senja tidak bisa memasak ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga harap di maklumi ya.
Jika ia melakukan kesalahan, tegurlah dengan cara yang baik jangan di bentak. Karena dia akan menangis jika ada yang berkata kasar atauoun membentaknya. Pokoknya mama titip Senja, tolong jaga baik-baik putri mama. Mama tau kamu adalah pria yang baik dan juga bertanggung jawab.
Siara pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Senja yang keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe. Ia menatap Senja dengan senyuman lebar dan berlalu menghampiri Senja. Ia memeluk Senja dengan erat.
Rian sadar bahwa ia telah merampas putri kesayangan dari kedua orang tua yang telah membesarkan wanita cantik ini. Jadi, ia berjanji akan selalu menyayangi dan menjaganya dengan baik.
Melihat Rian yang memeluknya tanpa berkata sedikitpun membuat Senja merasa bingung. Apa yang sudah terjadi dengan Andrian.
...****************...
Maaf ya kalau akhir - akhir ini up nya telat2 semog kalian tetap suka sama ceritanya. Mungkin seasen satu akan segera berakhir. Kalian setuju gak kalau ada season Duanya? Jawab di kolom komentar ya..
Makasih untuk yang sudah memberikan tips. Dan maksih juga buat kalian semua yang sudah senantiasa setia mendukung karya author ini dengan like, komen, vote Serta memberi hadiah buat author. Tanpa dukungan dari kalian semua author gak bisa ada di tahap ini. Di tunggu author akan publish novel baru yang akan ikut lomba novel berbagi cerita. Oke👌
__ADS_1