
Heningnya malam menjadi saksi kehampaan hati yang kosong itu, botol minuman berserakan dimana-mana. Entah sudah berapa botol alkhol yang ia habiskan, tapi hatinya masih tetap terasa hampa.
Penampilannya terlihat begitu acak-acakkan, wajah muram bagaikan orang yang sudah tak mempunyai semangat hidup lagi. Ini adalah kedua kalinya Ia kehilangan orang yang di cintai.
Saat kehilang Agatha istrinya, Samuel justru lebih parah dari ini. Ia tiap hari mabuk-mabukan, tak mau melihat Brian sedikitpun, tapi lama-kelamaan Ia menjadi sangat menyayanginya. Bahkan apapun akan di lakukam Samuel demi brian, tetapi sampai besar Brian tak bisa berbicara dan tak mau dengannya sampai Agatha palsu hadir dalam hidup mereka.
Membawa cahaya terang sampai membuat Brian menjadi anak yang penuh kebahagiaan, selalu ceria serta tumbuh menjadi anak baik. Namun, saat ini Agatha sudah tak ada. Entah apa yang akan terjadi lagi dengan Brian, dan juga Samuel. Hidup yang mulai terang kini menjadi gelap kembali karena cahaya itu telah pergi.
***
Setelah mengirim rekam medis Brian, dan Lean juga sudah menyetujui pengobatan. Jessy segera menyiapkan segalanya, mulai dari jet pribadi yang akan membawa mereka, 2 orang tenaga medis, serta alat-alat medis yang saat ini masih terpasang pada tubuh Brian.
"Apa Anda yakin tidak menunggu Brian sadar yerlebih dahulu?" tanya seorang dokter yang mengobati Brian saat ini.
"Tidak! Jika Brian sadar, dia justru akan menolak pengobatan di sana," pungkasnya.
Jessy memang sengaja membawa Brian di saat Ia belum sadarkan diri, kalau Brian sadar, dia akan menolak karena tak mau mengganggu kehidupan Agatha lagi. Jadi, lebih Jessy membawanya di saat tak sadarkan Diri agar lebih mudah.
Setelah semua urusan selesai, Jessy segera membawa brian menuju bandara karena penerbangan mereka tinggal 2 jam lagi.
Untung saja semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikitpun sehingga Brian bisa segera di bawa ke Indonesia. Malam yang gelap serta langit berbintang menemani kepergian Brian menuju Indonesia.
Semoga kamu tidak marah dengan apa yang aku lakukan saat ini Bri, ini semua ku lakukan demi kesembuhanmu.
***
Mentari pagi mulai muncul malu-malu untuk menyinari bumi ini lagi. Untung saja perjalan menuju ke indonesia berjalan dengan lancar sehingga mereka bisa sampai tepat waktu. Agatha Ken, dan Lean juga sudah menunggu di bandara untuk menjemput kedatangan Brian.
Raut wajah Dira terlihat begitu cemas, pandangannya lurus ke pintu kedatangan Internasional. Ketika melihat beberapa tenaga medis keluar dengan mendorong brankar, Dira segera berlari menghampirinya.
Ketika melihat Brian yang tak sadarkan diri, membuat Dira sedih, badannya terasa lemah sampai hampir terjatuh. Untung saja Ken dengan sigap menangkapnya, genangan air mata yang Ia coba tahan, kini sudah mengalir deras jatuh membasahi pipi.
__ADS_1
Jessy terdiam, saat melihat pria tampan yang datang bersama Dira.
OMG! Apa dia Suami Agatha yang asli? Kenapa bisa setampan ini? Tubuhnya manly, warna bola matanya begitu indah, wajahnya tegas, dan jauh lebih tampan dari Samuel. Batin Jessy.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Lean kepada tenaga medis yang ikut mengantar.
"Masih stabil," jawab petugas medis itu.
Ketika melihat Lean, Jessy dibuat tercengang lagi.
Dia adalah dokter genius itu? Ternyata jauh lebih tampan aslinya. Tapi tidak heran kalau dia bisa setampan ini karena papa dan mamanya juga tampan dan cantik. Jadi, wajar saja kalau dia jauh lebih tampan. Perpaduan yang sangat bagus!
Tanpa berlama-lama, Lean segera menginstruksikan mereka untuk membawa Brian masuk kedalam mobil ambulance yang sudah di siapkan. Awalnya Dura ingin ikut masuk ke mobil ambulance, tetapi tidak muat sehingga ia naik mobil yang satunya bersama Ken, dan Jessy.
"Apa Samuel tahu kalian kesini?" tanya Dira ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Tidak, bahkan Aku belum bertemu dengan Tuan, Sam," jawabnya.
"Semua orang tahunya, Bri sedang berlibur bersama teman-temannya di suatu pulau. Kalaupun Tuan mencari, mungkin Saya akan memberitahukannya," pungkas Jessy.
"Kenapa Bri tidak sadarkan diri? Apa dia koma?"
"Tidak, itu semua hanya efek dari obat." sebenarnya efek dari obat Bri hanya bertahan 3-4 jam, tetapi Jessy juga meminta agar Bri di berikan obat tidur sesuai aturan yang di perbolehkan agar Ia tak sadarkan diri selama perjalanan.
"Syukurlah."
"Dia siapa Mrs?" tanya Jessy tiba-tiba setelah hening beberapa saat.
Dira bingung mau mengenalkan Ken dengan status apa. Mereka tidak pernah bercerai, tetapi belum juga sah menikah lagi. Sedangkan Ken mencoba tenang, tetap penasaran juga dengan jawaban dari Dira
Kenapa Dira diam saja? Apa dia bingung harus mengenalkan aku sebagai siapa? Tapi saat ini yang wanita ini tau, Dira adalah Agatha istri Samuel.
__ADS_1
"Saya ayah Dokter Albert! " Dia suamiku! " seru Ken dan Dira bersamaan tetapi beda arti.
Dira tertunduk malu, ketika melihat Ken menjawab kalau dia adalah Ayah Lean. Sedangkan Dia dengan pedenya mengatakan bahwa Ken adalah suaminya.
Jessy tersenyum melihat tinggkah mereka yang terlihat menggemaskan. " Salam Kenal, Mr. Saya Jessy susternya Brian. Sebenarnya Saya sudah menebak jika anda adalah suaminya Agatha," ungkap Jessy.
Dira mengerutkan kening, lalu menoleh ke belakang menatap Jessy. "Apa maksud Kamu, Jess?" tanya Dira yang bingung dengan ucapan Jessy.
Setelah itu Jessy menjelaskan bahwa Ia sudah tahu kalau Agatha bukanlah istri Samuel yang Asli. Jessy juga tahu kalau saat ini Dira sudah kembali bersama dengan keluarga aslinya.
"Dari mana kamu tau itu semua, Jess? Lalu apakah Bri juga tahu?" tanyanya dan dijawab anggukan kepala oleh Jessy.
Dira terkejut saat melihat jawaban Jessy kalau ternyata Brian sudah tahu semuanya.
" Apa Anda tahu Mrs, kalau sebenarnya Brian yang sudah merencanakan ini semua. Dia ingin sebelum pergi, bisa melihat Anda kembali ke keluarga yang asli. Jadi, dia mencari tahu tentang semuanya sendiri tanpa sepengetahuan Mr. Samuel," ungkapnya.
Dira benar-benar tidak menyangka bahwa ini semua Brian yang melakukannya. Ia meneungkupkan kedua tangan ke wajahnya.
Ternyata kamu adalah orang di balik dari semua ini, Bri? Makasih ya sayang ... Kamu memang anak yang baik! Terimakasih karena sudah merelakan momy kembali ke keluarga Momy yang asli, tapi sampai kapanpun Kamu juga tetap anak momy. Meskipun kita tak ada hubungan darah, namun cinta dan kasih sayang mengalir pada tubuh kita. Semoga kamu bisa melawan penyakit ini dan bisa sembuh kembali.
Di dalam mobil ambulance, tiba-tiba kondisi Bri drop kembali. Lean segera mencoba mengeceknya, untung saja mereka segera tiba di rumah sakit.
Ketika melihat Lean dan tim medis mendorong brankar Bri dengan buru-buru membuat Dira khawatir dan ikut berlari.
Bri segera di bawa masuk kedalam ruang ICU karena kondisinya berubah menjadi tak stabil.
"Le, ada apa dengan Bri?" tanya Dira.
"Mama tenang dan berdoa saja ya," pungkas Lean yang segera masuk kedalam ruang ICU.
Dira, dan Jessy hanya bisa melihat tim medis yang sedang memeriksa Bri, lewat jendela transparan.
__ADS_1
...****************...