
Selesai bersiap-siap, Anne menunggu Dira terlebih dulu sebelum Ia turun ke bawah untuk sarapan bersama. Tak lama kemudian, Dira keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju yang di belikan oleh Ken.
"Mama cantik deh pakai pakaian itu," puji Anne dengan senyuan mengembang.
"Oh ya?" jawab Dira. Lalu berjalan untuk melihat dirinya di depan kaca.
Saat berkaca, Dira tersenyum melihat penampilannya yang jauh berbeda dari sebelumnya.
"Iya, cantik," ucapnya sambil terus memandangi dress panjang yang di belikan oleh ken.
Setelah itu, Anne membantu Dira utuk memakai hijab karena mulai hari ini, Dira sudah memutuskan untu berhijab kembali dan akan memeluk agama islam kembali.
Anne tersenyum melihat penampilan Dira yang terlihat sama seperti dulu, meskipun usianya sudah banyak bertambah, tetapi masih terlihat sangat cantik dan jauh lebih muda dari usianya karena Dira pandai merawat diri.
Selesai bersiap-siap, mereka berdua turun ke lantai bawah bersama. Anne berjalan dengan memeluk lengan dira, Ia terlihat seperti anak kucing yang terus menempel pada ibunya.
Di meja makan sudah terlihat, Kean, dan juga Ken yang sudah duduk menuggu kedatangan mereka. Sedangkan lean masih tertidur kembali karena Ia masuk kerja siang.
Saat melihat Anne dan Dira turun bersama, netra Ken dan Kean tak berkedip sedikitpun, terus memandang ke arah mereka berdua. Melihat penampilan Dira yang sekarang sudah terlihat sangat mirip seperti Dira yang dulu. Ketika Lala datang membawakan makanan dan melihat Dira datang, tidak sengaja Ia menjatuhkan makanan tersebut kelantai.
Tubuh Lala membeku, pandangannya lurus ke arah Dira tanpa berkedip, detak jantungnya terasa terasa berhenti sejenak.
"Nyonya ...," lirih Lala dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Bu Lala kenapa?" tanya Anne. Namun, Lala masih terdiam membeku tanpa menjawab pertanyaannya.
Kemudian, Anne menghampiri Lala dan mencoba menahan tubuh lala yang hampir saja jatuh ke lantai.
"Bu Lala kaget karena melihat, mama?" tebak Anne.
Lala menoleh ke arah Anne, seperti sedang menanyakan kepastian kalau apa yang dikatakan Anne barusan benar kalau wanita yang ada di hadapannya saat ini benar Dira.
__ADS_1
"Iya, itu mama," pungkas Anne yang faham dengan arti dari tatapan Lala.
Tubuh lala tiba-tiba merasa lemas, Ia benar-benar tidak mengira bisa melihat Dira lagi. Tiba-tiba Lala mencoba berlari dengan sisa-sisa tenaga menghampiri Dira lalu bersujud di depannya.
"Maafkan Saya, Nya ... Maafkn Saya karena dulu tudak menjaga Anda dengan baik," ucap Lala dengan air mata yang sudah mengalir deras. Selama ini dia selalu saja merasa bersalah karena dulu telah meninggalkan Dira di toilet sendiri.
Dira terkejut dengan sikap Lala, Ia mencoba menyuruh Lala untuk bangun dari sujudnya.
" Bangunlah, jangan seperti ini," ucap Dira sambil membantu Lala untuk bangun.
Setelah itu, Lala bangun dan mengusap pipinya yang sudah basah karena air mata. Ia terus memandangi wajah Dira lekat-lekat sampai membuat Dira salah tingkah.
"Jangan memandangiku seperti itu," ujar Dira yang hanya di jawab dengan senyuman oleh Lala.
Lala memandangi wajah Dira karena Ia merasa sangat senang meihat Dira masih hidup dan bisa kembali ke keluarga ini lagi. Akhirnya, beban yang menekan tubuhnya selama ini hilang juga. Rasa bersalah yang terus membelenggu, sekarang telah pergi meninggalkan kelegaan dalam hati.
Di karenakan Anne sudah waktunya berangkat ke sekolah, Dira juga ikut 0pamit pergi karena Dia sudah janji untuk mengantar Anne pergi ke sekolah. Sebelum berangkat, Kean memberikan Dira sebuah jam tangan keselamatan.
"Ini adalah jam keamanan yang bisa melacak dimana lokasi, serta bagaimana kondisi mama setiap saat. Jika terjadi sesuatu, tekan tombol bahaya. Otomatis jam ini akan mengirimkan pemberitahuan bahaya kepada kita semua,"terang Kean.
" Maksudnya? "tanya Dira yang masih belum mengerti.
Setelah itu, Kean dan Ken menunjukkan gelang yang sama dan mereka pakai juga.
" Anne, mana gelangmu! Jangan sampai tidak di pakai, "ucap Ken dengan wajah serius karena Anne sering sekali lupa memakai jamnya.
" Kean menciptakan gelang ini karena tidak mau kejadian 16 tahun terulang kembali, dan telat untuk bisa mengetahui kondisi serta lokasi keberadaan orang yang sedang dalam bahaya. Ketika mama menekan tombol itu, sama saja mama memberitahukan kita semua kalau mama sedang berada dalam bahaya. Tim keamanan serta kita semua akan segera datang membantu mama. Apalagi Kean gak tahu apa yang sedang di rencanakan oleh tuan Samuel sehingga kita harus lebih waspada dengan keselamatan mama maupun semuanya, "papar Kean.
Kean memang sudah mode siaga saat mendengar ancaman dari samuel semalam karena perasaannya tiba-tiba saja menjadi tidak enak.
Setelah itu, Dira pamit untuk mengantar Anne pergi ke sekolah bersama pak Kemal. Sedangkan Kean dan Ken juga pergi ke kantor karena banyak urusan yang harus mereka urus gara-gara rangkaian acara anniversary perusahan banyak yang gagal.
__ADS_1
Saat di dalam mobil, Anne masih sama seperti sebelumnya , terus menempel kepada Dira bagaikan perangko. Tak lama kemudian, mereka sampai di sekolah Anne. Dira ikut turun ingin melihat Anne sampai masuk ke sekolah, setelah punggung Anne sudah tidak terlihat lagi Ia segera masuk kedalam mobil untuk kembali ke kediaman fabio.
Namun, di pertengahan jalan menuju rumah, tiba-tiba ada beberapa mobil yang terus mengikuti mereka. Awalnya Dira mengira itu adalah orang suruhan Kean dan Ken untuk mengawalnya, tetapi ternyata bukan.
Saat mereka sedang berada di jalanan yang sepi, mobil itu tiba-tiba menghadang mobil yang di kendarai Dira sampai membuat pak Kemal mengerem mendadak.
Segerobolan orang dwngan pakaian bertopeng, turun dari mobil itu menghampiri mobil Dira.
"Turun!," teriak para salah stu orang itu dengan menggedor-gedor pintu mobil Dira.
"Nyonya, anda jangan pernah buka kuncinya," pinta Kemal.
Karena mereka begitu banyak, terpaksa Kemal tidak ada pilihan lain selain menggunakan cara menerjal mereka. Saat kemal mengendarai mobil, mereka langsung menghindar dan mencoba mengejar mobil kemal.
Terjadilah aksi kejar-kejaran antara kemal dan kelompok bertopeng itu. Ketika Dira ingin memencet tombol bahaya, tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Dorr ... doorr ... dorr...
Tembakan itu menembak ban mobil Dira sampai membuatnya oleng dan menabrak pembatas jalan. Dira merasa cemas sekali saat mereka kembali menggedor-gedor jendela sampai menghancurkan kaca jendela. Kemal berusaha melawan dan bertarung. Namun, Ia lebih dulu tertembak dan Dira berhasil di bawa mereka.
"Lepaskan saya! Siapa kalian?"pekik Dira.
Dira berusaha memberontak dan berteriak memncari pertolongan, tertapi mereka justru memberi Dira obat bius agar Dia tak sadarkan Diri.
Entah apa yang telah terjadi, yang Dira tahu saat terbangun sudah berada di dalam pesawat jet pribadi. Tangan dan kakinya di ikat, dan mulutnya juga lakban seperti tawanan. Dira berusaha menggoyangkan anggota tubuhnya untuk melepaskan diri, untung saja Ia masih bisa menekan tombol-tombol di jam tangan itu untuk mengirimkn sinyal bahaya.
Suara hentakan kaki terdengar memasuki pesawat, Dira segera mencari sumber suara itu dan terlihat seseorang Pria dengan tubuh tegap baru saja masuk ke dalam pesawat sedang berjalan menghampirinya.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya. Biar Autho semangat untuk crazy up lagi
__ADS_1