
Di sebuah jalanan, terlihat banyak sekali para sekumpulan pria dan wanita muda sedang berkumpul. Sebentar lagi acara balapan liar akan segera di mulai, peserta balap malam ini ada 5 orang dan salah satu dari peserta itu ada yang bernama Nathan Alzaidan prayoga.
Nathan adalah anak Senja dan Rian juga merupakan Kakak kembar dari Nala. Nathan di kenal sebagai ketua geng serigala yang sangat lihai dalam balapan motor. Selama ini dia sudah seringkali menang dan mendapatkan uang taruhan.
Bukan hanya jago balap, Nathan juga merupakan cowok populer yang banyak sekali di sukai para wanita karena paras tampan, tubuh bagaikan seorang atletis atau model, serta anak dari keluarga kaya.
Semua itu, Ia miliki hasil persatuan gen dari Papi maminya yang sangat bagus. Namun, satu yang tidak di miliki oleh Nathan yaitu otak pintar karena kepintaran sudah di miliki oleh Nala saudara kembarnya.
Meskipun Nathan tidak pintar, hal itu tidak mengurangi kadar kepopulerannya di sekolah. Semenjak keluarganya yang sudah tidak harmonis lagi, Nathan memang lebih sering kumpul bersama teman-temannya untuk main game atau balap liar seperti ini.
"Nat, hari ini lawan Lo adalah musuh bebuyutan geng kita. Jadi Lo harus jaga keselamatan!" ucap Doni temannya.
"Tenang saja!" tungkasnya dengan wajah datar.
Nathan suka balapan Liar sejak Ia merasa suntuk berada di rumah. Hal itu Ia lakukan untuk menghilangkan rasa penatnya ketika mendengar orang tuanya yang sering bertengkar di rumah. Ia 'tak suka belajar dan hobi balap seperti Rian sehingga balapan menjadi pelampiasan baginya.
1 ...2 ...3
Mendengar suara angka tiga di sebut, semua motor langsung melaju menembus jalanan. Kelima peserta balap saling menyalip satu sama lain agar bisa menjadi yang pertama. 'Tak hanya itu saja, ada juga yang saling mendorong motor lawan dwngan kakinya agar terjatuh dan kalah.
Hal ini sudah sering sekali terjadi di arena balap, tetapi itu semua tidak membuat fokus Nathan terpecah. Ia masih tetap fokus mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi.
Tristan sang ketua geng singa terus saja mencoba memepet Nathan, Ia sudah sering kalah melawan Nathan sehingga dendam dalam hatinya begitu besar. Hari ini dia ingin Nathan bisa jatuh dan kalah melawannya.
Ngeng ..... Shitt ....
Suara rem menyatu dengan aspal terus saja terdengar diantara mereka. Kaki Tristan mencoba untuk menyenggol Nathan, tetapi dengan sigapnya Nathan bisa menghindari serangan dari Tristan.
Tristan mengerutkan dahinya saat melihat, aksinya sekali lagi gagal. Ia segera mengejar kembali motor Nathan yang sudah melenggang jauh dengan kecepatan tinggi.
Saat ini Nathan sudah ada di posisi nomor satu, sedangkan Tristan ada di belakang dan terus mencoba mengejarnya.
"Sepertinya semakin seru! Ayo tristan sampai kapan kamu bisa menyerangku! Aku Nathan adalah raja jalanan yang tidak semudah itu untuk di kalahkan!" gumam Nathan.
Tiba-tiba ada suara sirine polisi datang untuk mengobrak. Mendengar polisi datang, semuanya kabur meninggalkan arena balap. Begitupun dengan Nathan yang melenggang pergi menjauhi Arena balap Liar.
Untung saja Ia tidak tertangkap oleh polisi tadi, kalau tidak urusannya akan panjang kalau Rian sampai tahu Ia balapan liar.
__ADS_1
Saat Nathan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba Ia di kejutkan dengan seekor kucing yang menyebrang tiba-tiba.
Nathan mencoba menghindar, tapi motornya justru oleng dan jatuh mengikis jalan aspal yang begitu panjang
Srrrttt .... Srrttt ....
Suara motor Nathan terus mengikis jalanan begitu jauhn sampai akhirnya menabrak pembatas jalan dan membuat Ia terpental serta menggelinding ke jalanan.
***
Di dalam mobi terlihat Nala terus saja diam tanpa berkata sedikitpun. Sejak berpisah dengan Rian, Nala hanya menatap ke arah jendela mobil.
"Nal, apa ada yang Kamu pikirkan?" tanya Anne.
"Entah Anne, perasaanku dari tadi merasa tidak enak saja. Aku terus saja kepikiran dengan kak Nathan. Aku takut sesuatu sedang terjadi dengannya," pungkasnya.
" Kalau khawatir, lebih baik Kamu telepon Nathan aja untuk menanyakan kabar dan sedang dimana dia."
"Sudah Anne, tapi gak diangkat! Aku takut kalau kak Nathan balapan liar lagi!" tuturnya.
Shitt ...
"Papa kenapa mengerem mendadak?" protes Anne.
"Maaf Sayang, Papa hanya sedikit terkejut dan kurang fokus saat mendengar ucapan Nala. Nal, Apakah benar kalau Nathan sering balapan?" tanya Ken yang sudah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Iya Om, akhir-akhir ini Kak Nathan memang sering ikut balapan liar dengan gengnya," papar Nala.
"Astagfirullah hal Adzim, Apakah Mami dan Papimu tahu soal itu?" tanya Ken lagi dan di jawab dengan gelengan oleh Nala.
"Papi sama Mami gak tau kalau Kak Nathan suka Balapan dan tawuran di jalan, Om."
Ken mengusap wajahnya kasar, apa yang ia takutkan ternyata terjadi. Ia segera menghubungi Rian untuk memberitahukannya agar segera mencari Nathan.
Ken : Assalamualaikum Ri, Kamu dimana?
Rian : Waalaikumsalam Ken, Aku baru saja sampai rumah, Ken. Ada apa?
__ADS_1
Ken : Apakah Nathan sudah pulang?
Rian : Belum sih, bahkan rumah sepi sekali karena senja juga sudah pergi lagi. Memnagnya ada apa? Kok Kamu seperti orang yang sedang cemas begitu?
Ken : Ri, coba deh Kamu cari Nathan di arena balab liar di jl... Soalnya Kata Nala Nathan suka ikut balapqn Liar.
Hening seketika, 'tak ada jawaban dari Rian. Ken berusaha untuk terus memanggil Rian, tetapi Ia hanya diam. Mungkin saat ini Rian sedang syok saat mendengar bahwa Nathan suka ikut balap liar.
"Gimana, Om?" tanya Nala.
"Sepertinya Papimu syok Nal, sampai Ia diam membisu tidak menjawab panggilan dari Om," pungkasnya.
Nala hanya menghembuskan nafas panjang saat mendengar jawaban dari Ken, Ia sudah menduga akan seperti itu.
***
Di sisi lain, terlihat Rian yang merasa tubuhnya melemas Saat mendengar ucapan Ken yang mengatakan bahwa Nathan sering ikutan balapan liar. Ia benar-benar tidak mengira masalahnya dengan Senja bisa membuat Nathan menjadi seperti ini.
Tanpa berpikir panjang. Rian segera keluar lagi untuk mencari keberadaan Nathan. Pikirannya saat ini benar-benar kalut karena menurutnya keamnana balapan liar sangat minim sekali. Ia terus berusaha menelfon nomor Nathan, tetapi tidak di angkat.
Rian menambah kecepatannya agar segera sampai di tempat yang dikatakan oleh Ken di telepon tadi. Saat sampai di sana, tempat itu sepi tak ada seorang pun disana.
Tiba-tiba ponsel Rian berbunyi, saat melihat nama yang tertulis adalah nama Nathan dalam layar ponsel, Ia segera mengangkatnya.
Rian : Halo Nat, Kamu dimana? Papi dari tadi mencari Kamu gak ketemu?.
Nathan : Maaf Pak, apa Anda adalah ayah dari anak pemilik handphone ini?
Rian : Iya benar, ini siapa ya? Terus Anak Saya dimana?
Nathan : Begini pak, Anak bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di larikan ke rumah sakit xy.
Tangan Rian melemas, Dadanya bagaikan tertimpa benda besar, rasanya sesak dan sakit saat mendengar kabar bahwa Nathan mengalami kecelakaan.
...****************...
Halo readers kesayangan Author,...
__ADS_1
Author hanya ingin berpesan janganlah jadi reader yang silent yang tidak mau like, komen, vote, ataupun memberikan hadiahnya. Tolong hargai karya ini walaupun hanya sebatas memberikan like itu sudah seperti memberikan dukungan buat Author.