Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Permintaan Ken


__ADS_3

Suasana di ruangan tamu begitu menegangkan. Sejak tadi, Kean dan Lean terus menatap Ken dengan  tatapan menyelidik, mereka ingin tahu apa  yang dikatakan Rendi itu benar apa tidak. Tapi, Ken diam membisu tak mengucapkan sepatah katapun. Sampai akhirnya suara ketukan sandal dengan lantai terus berbunyi semakin mendekat.


Dari kejauhan terlihat Dira  bersama Nisa yang berjalan menuju ruang tamu dengan membawa sebuah nampan berisi makanan.


Melihat suasana yang begitu menegangkan, membuat Dira dan Nisa bingung. Ada apa ini sebenarnya?. Batin Dira.


"Kean Lean, ada apa? Kenapa kalian menatap om Ken seperti itu?" tanya Dira yang keheranan melihat tatapan kedua anak kembarnya kepada Ken.


"Mama, om Ken sakit tapi ...."ucapan Lean terputus karena Ken lebih dulu mendekat mulut lean.


Karena Ken membekas mulut Lean, ganti Kean yang menjawabnya." Tapi gak mau dibawa kerumah sakit, karena takut sama jarum suntik!" lanjut Kean yang berlari bersembunyi di balik tubuh dira.


Dira membolakan matanya mendengar ucapan Kean. Apa iya seorang Kenzo Ceo PT Fabio yang terkenal dengan tubuh tinggi, Tegap dan sikapnya yang dingin seperti tidak takut dengan apapun. Ternyata , takut dengan jarum suntik? Bukankah hanya jarum suntik!


"Apa itu benar?" tanya Dira untuk meminta penjelasan.


Ken diam membeku, badanya terasa lemas sampai membuat dia melepaskan bekapan tangannya di mulut Lean, dan tidak bisa berkata apapun lagi. Urat malunya terasa putus, ketika kelemahannya diketahui oleh wanita yang dicintainya dan dibuat sebagai bahan lelucon oleh anaknya.


Rendi ingin menjawab, tapi sudah tidak punya nyali lagi. Nyalinya sudah menciut, ketika melihat tatapan tajam dari Ken. lebih baik dia diam saja! .


Karena tidak mendapat jawaban apapun. Dira langsung memutuskan.


"Ya sudah, kalau tidak ada yang mau menjawab. Berarti kita akan berangkat ke rumah sakit, setelah selesai sarapan," tungkas Dira.


Ken hanya bisa menelan ludah dalam-dalam,ketika mendengar keputusan Dira. Tenggorokannya terasa tercekat, bibirnya  terasa kelu dan tidak bisa mengatakan sepatah katapun. Mampus gue! Gak mungkin gue bisa menolak keputusan Dira, yang ada kalau gue nolak. Bisa-bisa Dira dan anak-anak menganggap gue pria pengecut dan  lemah  lagi! .


Ketika melihat makanan, Ken tidak mempunyai ***** makan sedikitpun. Di saat di paksa kan untuk makan langsung muntah-muntah. Melihat Kondisi Ken yang seperti itu, semuanya menjadi panik dan segera membawa Ken Ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Ken langsung dimasukkan ke UGD untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini, Ken sudah sangat kekurangan cairan sehingga dokter menyarankan untuk di infus terlebih dulu, dengan sigap seorang perawat langsung mencoba  memasang infus ke tangan Ken. Disaat perawat ingin memasukkan jarum infus ke urat nadinya, Ken tidak berani melihat sama sekali.  Karena  merasa tegang, nadi Ken selalu mengkeriting tidak bisa dimasukkan jarum infus. 


"Pak, bapak jangan tegang dan takut ya... kalau bapak tidak bisa rileks, sampai nanti pun jarum infus ya tidak akan bisa dipasang!" ucap seorang perawat wanita. 

__ADS_1


Ken menghela nafas panjang. "Saya tidak takut kok sus! Anda tidak usah berkata yang tidak-tidak." cetus Ken yang merasa harga dirinya seakan turun, ketika suster itu mengatakan bahwa Ken takut dan tegang. (Padahal ken memang tegang, jujur aja kali Ken gak usah gengsi! 😆😆) 


Suster itu hanya bisa menghela nafas, kelihatannya aja cowok jantan dengan tubuh tinggi, sixpack dan sempurna, eh tau-taunya sama jarum suntik aja takut!. Batin suster. 


Melihat hal itu, Lean langsung melangkah berjalan mendekati ranjang Ken dan memberikan isyarat kedipan mata kepada suster. Kemudian Lean membisikkan sesuatu yang membuat Ken menjadi lebih  rileks dan akhirnya jarum infus bisa masuk. 


"Oke sudah selesai," ucap perawat wanita yang sudah selesai memasang infus ke tangan Ken. 


Mendengar apa yang dikatakan suster itu, membuat Ken lega dan juga bingung. Jadi, lean tadi mencoba untuk mengalihkan pikiran gue?. Aduh... Gue ketahuan deh sama Lean!. Batin Ken yang hanya bisa menutup matanya karena malu dengan anaknya. 


Setelah melakukan beberapa tahap pemeriksaan, Ken memang benar menderita Apendisitis (usus buntu) yang lumayan akut. Sehingga harus segera melakukan operasi.


Mendengar kata operasi membuat Ken menjadi semakin cemas dan takut. Tapi, dia tetap berusaha terlihat cool dan tenang di depan Dira dan anak-anaknya.


"Oh ya, mulai sekarang bapak harus harus puasa selama 8 jam. Nanti sekitar jam 7 malam kita bisa melaksanakan operasinya, " terang dokter pria berbadan kurus itu.


"Terimakasih dok, " ucap Rendi dengan ramah.


"Kalau begitu, saya  pamit pulang dulu ya sama anak-anak," pamit Dira.


"Kamu sama anak-anak jangan pulang Dir, kalian tungguin aku di sini boleh?" pinta Ken dengan memasang wajah memohon. 


Melihat raut wajah Ken yang seperti itu, Dira sedikit tidak tega. Kean dan Lean juga merasa kasihan dan ikut memohon kepada Dira. Akhirnya dira mengiyakan untuk tetap tinggal di rumah sakit menemani Ken. 


Disaat Ken sudah tertidur, Dira mulai ingin menanyakan tentang apa yang sejak semalam terus ada di pikirannya. 


"Pak Ren.. Saya boleh menanyakan sesuatu? Tapi, sepertinya tidak di sini, boleh?" tanya Dira. 


"Mama mau tanya apa sama om kacamata? Kenapa harus keluar, kenapa tidak disini saja? Kita juga ingin tanya sesuatu!" ujar Kean. 


Dira hanya bisa menghela nafas dan membuang ya pelan.lagian apa yang ditanyakan juga bukan hal ya ga aneh sih. 

__ADS_1


" Oh ya pak, saya mau tanya kenapa anda dan pak Ken bisa datang ke jogja dan tau alamat rumah Umi Nisa?. "


" Oh... Itu.... "Rendi bingung harus bagaimana menjawabnya. Jawab atau tidak ya? kalau aku yang jawab kira-kira bos marah apa gak ya? Tapi, kalau tidak jawab bu Dira pasti akan terus menanyakan dan curiga. 


Melihat Rendi yang hanya diam saja. Sekarang giliran Kean yang berkata. 


"Om jawab dan jujur saja sama kita, jangan ada yang ditutup-tutupi!" imbuh Kean.


"Baiklah, saya akan jujur!" Rendi telah menceritakan semuanya  secara detail tentang apa yang terjadi, kepada Dira, Kean dan Lean. Tapi, Rendi tidak mengatakan bahwa Ken mencintai Dira dan dia juga adalah ayah dari Kean dan Lean. 


Kenapa pak Ken sampai segitunya? Apa dia menyukaiku? Ah... Tidak mungkin! seorang pria seperti pak Ken tidak akan menyukai single mom sepertiku! Tapi, apa alasan  dia melakukan hal ini semua?. Batin Dira. 


Apa papa benar-benar sangat menyayangi kita? Tapi, aku tetap harus menetes seberapa besar sayangnya papa sama kita! Batin Kean. 


**


Siang yang cerah dan  panas telah berganti menjadi malam yang gelap dan dingin. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 18:50. Sudah waktunya persiapan Ken untuk masuk ruang operasi. Sebelum masuk operasi .... 


"Dir, apa aku boleh meminta satu permintaan sama kamu?" pintanya kepada Dira. 


"Apa?" jawab dira penasaran dengan apa yang akan diminta oleh ken. 


Ken mengambil nafas pelan. "Jika operasi ini berjalan Lancar, dan aku selamat. Apa kamu mau menikah denganku?" ungkap Ken dengan wajah serius. 


...****************...


Bagaimana ceritanya seru gak?


Kira-kira apa ya yang di bisikan oleh Lean ke Ken? Ada yang bisa menebak gak? Kalau ada Bisa tulis di kolom komentar.


Kira-kira Lamaran Ken kali i i diterima gak ya, sama Dira?.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan klik Favorit ya.... Terimakasih 🙏


__ADS_2