Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Merepotkan! (S2)


__ADS_3

Lean menghembuskan nafas panjang. "Apa yang Kamu inginkan?" Lean sudah memasang wajah serius.


Awas saja kalau permintaannya aneh! Akn ku usir dia! Batin Lean.


Brian tersenyum ketika melihat tatapan Lean begitu tajam kepadanya. Sedangkan Dira, Anne, Jessy dan Abi ikut terdiam menunggu jawaban dari Brian.


" Aku ingin bertemu Papa dan saudara kembarmu!" pungkas Brian.


Lean mengerutkan keningnya, Ia bingung dan masih tak mengergi dengan arah pembicaraan Brian.


"Bri, untuk apa kamu ingin bertemu dengan Papa Lean dan saudara kembarnya?" Tanya Dira yang ikut bingung ketika mendengar permintaan Brian.


"Ada yang ingin Bri bicarakan Mom, tapi Bri ingin semuanya ada di sini." Brian kembali menatap ke arah Lean. "Bagaimana, apakah bisa kamu panggilkan mereka sekarang? Kalau tidak, Saya tidak mau menjalani operasi! "


Lean mengerutkan keningnya serta mengepalkan kedua tangannya , ingin sekali dia memukul anak ini karena sudah berani mengancamnya. Namun, Ia mencoba untuk menahan emosinya.


Tenang Le ... Sabar... Ingat dia seorang pasien! Dan ada mama dan adikkmu juga di sini, jangan sampai mama sedih karena melihatmu memukul anak yang sudah kurang ajar ini!


Lean menghembuskan nafas panjang, lalu menyingkir pergi untuk menelfon Ken dan Kean. Ketika merogoh saku jasnya, Ia baru sadar kalau ponselnya masih ada di ruangannya. Jadi, dia meminjam ponsel Anne untuk menelfon.


Sebenarnya apa yang di inginkan oleh pria itu? Sampai ingin bertemu kakak dan Papa? Semoga bukan hal yang buruk! Batin Anne.


Sedangkan Dira sudah mendekati Brian untuk menanyakan kenapa dia ingin bertemu dengan Ken dan Kean, tetapi Brian tak mau mengatakannya. Ia akan mengatakan ketika semuanya sudah berkumpul.


Melihat ekspresi Brian yang begitu serius, membuat Dira merasa ada sesuatu yang sedang Brian rencanakan saat ini, tapi entah apa itu.


Bri ... Apa lagi yang kamu rencanakan? Kamu selalu membuatku merasa tak tenang! Semoga bukan hal yang buruk sehingga kita tidak di usir dari sini. Gumam Jezsy dalam hati.


Setah menelfon berkali-kali, Baru panggilan teleponnya di angkat oleh Ken.


Ken : Halo, Assalamu'alaikum Anne, ada apa?


Lean : Ini Lean Pa, bukan Anne.


Ken menjauhkan ponselnya dari telinga untuk mengecek nama siapa yang tertera di layar ponsel nya. Ketika melihat nama yang tertulis di layar ponsel adalah Anne, Ken sedikit bingung. Mungkin Lean sama Anne sedang bersama.


Ken : Oh, Iya ada apa Le? Tadi Papa pikir anne soalnya nama yang tertulis adalah nama Anne.


Lean : Lean memang meminjam ponsel Anne. Begini, Apa Papa sibuk?


Ken : Lumayan sih, memangnya ada apa?

__ADS_1


Lean : Bisakah Papa ke rumah sakit bersama Kak Kean sekarang? Soalnya si Brian ingin bertemu dan berbicara dengan Papa dan Kakak. Kalau Kalian tidak datang, dia tidak ingin menjalani operasi.


Ken mengerutkan keningnya, ketika mendengar ucapan Lean yang mengatakan bahwa Brian ingin bertemu dengannya dan Kean sekarang.


Ketika Ken masih berpikir untuk datang atau tidak, tiba-tiba sudah ada suara Dira yang memanggilnya.


Dira : Halo mas, Maafkan Brian ya yang sudah merepotkan kalian semua. Dira mohon kali ini saja, turuti keinginanya agar Brian mau menjalani operasi. Bisa kan, Mas?


Jika Dira yang sudah memohon seperti ini, Ken tak enak kalau menolaknya. Jadi, terpaksa Ia mengiyakan permintaan Dira untuk datang ke rumah sakit.


Setelah itu, Panggilan di matikan. Ken segera membereskan berkas-berkasnya, lalu mengajak Kean untuk pergi ke rumah sakit sebentar. Awalnya Kean menolak karena dia tak ingin bertemu dengan anak Samuel, tetapi Ken memaksanya untuk pergi.


Bahkan Ken sampai menarik Kean agar dia mau bangun dari duduknya.


"Pa, ngapain sih kita kesana? Bukankah udah ada mama dan Lean? Pekerjaan Kean masih banyak!" protesnya.


"Dia ingin bertemu dengan Kita! Pekerjaan bisa di selesaikan nanti saja atau biar Nino dan Aksa yang menyelesaikannya."


"Tapi, Pa__"


Tatapan Ken sudah berubah menjadi tajam, melihat hal itu. Kean mau tidak mau mengikuti permintaan Ken walaupun dalam keadaan terpaksa. Sebenarnya bukan hanya Kean yang terpaksa, tetapi Ken juga.


Sebelum pergi, Ken meminta Nino dan akasa untuk melanjutkan pekerjaannya dulu. Ia pamit pergi karena ada urusan mendadak. Kean dan lean berjalan menuju ruang lift bersama.


Wajah Kean terlihat di tekuk, sepertinya Ia sangat kesal sekali di paksa untuk datang ke rumah sakit menemui anak Samuel.


"Jangan cemberut seperti itu! Nanti tampannya hilang, Lho!" ledek Ken.


Kean mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan papanya seperti sedang meledek anak kecil agar tidak ngambek lagi.


"Apa Papa kira Kean anak kecil? Lagipula ketampanan ini tidak akan hilang hanya karena hal sepele seperti itu!" ungkapnya.


Ken hanya bisa tersenyum saat mendengar Kean yang narsis dan percaya diri sekali, tapi tidak di pungkiri kalau Kean memang memiliki wajah yang tampan. Tatapan tajam serta wajah datarny saja dapat memikat banyak wanita, apalagi ketika dia tersenyum akan memabukkan dan membuat candu.


Kean memang terlihat sangat tampan ketika tersenyum, tetapi Ia jarang sekali tersenyum. Yang ia tampilkan selalu saja wajah datar dengan tatapan elangnya.


Ketika melihat Ken dan Kean berjalan bersama, banyak sekali karyawan wanita yang akan terpesona.


"Sumpah! Kenapa anak dan ayah satu ini terlihat sangat tampan sekali sih!


"Betul sekali, damage-nya itu loh... Buat hatiku berdetak tidak karuan, melihat mereka berdua jalan bersama seperti melihat orang yang sama, namun beda usia,"

__ADS_1


"Kalau aku sih, mending milih pak Kean yang masih muda dan jauh lebih tampan dan gagah!


" Gak bisa dapat anaknya, dapet papanya juga gapapa! Suga Dady yang tampan dan juga kaya raya. "


Bisik-bisik para karyawan mengiringi kepergian mereka menuju tempat parkir khusus petinggi perisahaan.


Sesampainya di tempat parkir, mereka segera masuk kedalam mobil Kean. Setelah seat belt terpasang dengan aman, Lean segera menginjak pedal gas dan melaju pergi meninggalkan area perusahaan.


***


Di rumah sakit, terlihat Lean masih saja menatap Brian dengan tatapan tajamnya. Ia masih merasa kesal dengan sikap Brian yang seenaknya sendiri. Suasana di ruangan itu terlihat sangat canggung sekali, membuat Dira berpikir keras agar bisa lebih mencair.


"Le, Lo belum jelasin ke Gue siapa wanita ini? Kenapa dia sangat mirip sekali dengan nyokap Lo?" bisik Abi.


Lean menghembuskan nafas panjang ketika melihat temannya yang sejak tadi ternyata belum paham dengan situasi yang terjadi di ruangan ini.


"Seperti apa yang Lo lihat, wanita itu memang mama Gue yang meninggal 16 tahun lalu__.


" Astaga! Lo serius, Le! " pekik Abi yang seketika membuat semua orang menatap ke arahnya karena suaranya yang begitu keras di tenagah keheningan ini.


" Maaf, Tante, Anne cantik dan semuanya," ucap Abi yang merasa tak enak sekaligus malu. Ia menyenggol lengan Lean untuk membantunya agar tak terasa canggung, tetapi Lean justru menepuk pundak Abi dan menertawakannya.


"Makanya kalau ngomong jangan keras-keras yang kenceng sekalian, biar seisi rumah sakit tahu," ledek Lean.


Wajah Abi terlihat sangat kesal saat melihat Lean tak membantunya justru meledek dan tertawa puas.


Setelah beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Lean menduga bahwa Itu Kean dan Lean sehingga ia segera berdiri dari tempat dusuknya untuk membukakan pintu.


Ketika pintu terbuka, benar saja kalau yang datang adalah Ken dan Kean dengan wajah suramnya. Lean sudah menebak kalau Kean saat ini sedang merasa kesal karena di suruh datang kesini untuk bertemu dengan Brian, karena sebelumnya Kean sudah menolak keras tak ingin bertemu dengan Brian.


"Mas,Kean," sapa Dira ketika melihat Ken dan Kean sudah datang.


Ketika melihat Kean datang, mata Jessy tak berkedip sedikitpun menatap ke arah Kean.


Sumpah! Kenapa Gen keluarga mereka begitu bagus sekali. Ni cowok diam saja, terlihat keren dan cool sekali, Apalagi kalau tersenyum ... Mungkin akan buat wanita terhipnotis. Damagenya ... Batin Jessy.


...****************...


Gimana part ini? Tapi belum terjawab apa keinginan sebenarnya. Tunggu part bab selanjutnya akan ada surprise yang...


Jangan lupa like, komen, dan vote ya....

__ADS_1


__ADS_2