Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Pertengkaran Adimas dan Sandra


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar dengan nuansa berwarna purple, terlihat seorang pria tengah menahan amarah serta kekecewaannya terhadap istrinya, sedangkan sang wanita masih saja terus menatap lembaran kertas dari Amplop berwarna coklat.


"Sekarang kamu bisa jelaskan, kenapa keluarga Fabio sampai memberikan gugatan dari pengacara?" tanya Adimas yang masih dengan nada rendah.


Bukanya menjawab pertanyaan dari Adimas, Sandra masih saja termenung menatap lembaran kertas gugatan pengacara atas tindakan kekerasan kepada anak di bawah umur 12 tahun. Tangannya mulai bergetar Netranya mulai meneteskan air mata, rasa takut, cemas, semuanya menjadi satu sampai membuatnya tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. 


"Sandra jawab pertanyaan mas, Apa yang sebenarnya terjadi?" 


Sandra masih saja tidak menjawab pertanyaan dari Adimas, justru dia langsung bersimpuh di kaki Adimas memohon agar Adimas mau membantunya mencarikan dia pengacara yang terbaik untuk membantunya.


Adimas hanya bisa menghembuskan nafas panjang ketika Sandra memohon padanya, sebenarnya Adimas sudah tau apa permasalahannya hanya saja dia masih ingin mendengar penjelasan dari Sandra. Sebelum Adimas pulang ke rumah Kenzo sudah terlebih dulj menghubungi Adimas untuk membicarakan masalah ini. Awalnya Adimas benar-benar terkejut, karena dia tak menyangka bahwa Sandra bisa melakukan hal seperti itu.


"Kenapa kamu bisa melakukan hal serendah itu Sandra? Aku tidak pernah menyangka bahwa kamu tega bersikap kasar terhadap anak kecil, bahkan kamu juga seorang ibu bagaimana kalau anak kamu diperlakukan seperti itu dengan orang lain? Kamu pasti marah kan!" suara Adimas terdengar memekik seisi ruangan kamar, Emosinya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Pikiranya kacau karena ia tahu bagaimana sifat seorang Kenzo ketika marah. 


Adimas mencoba melepaskan pelukan Sandra di kakinya, dan berjongkok menatap Sandra dengan tajam. 


" Apa kamu tidak tahu kamu sekarang itu berurusan dengan siapa? Kenzo! dalam dunia bisnis properti dia terkenal dengan julukan Hungry Lion atau singa kelaparan. Apa kamu tahu seperti apa kejamnya singa yang kelaparan? Selama ini dia memang terkenal dengan orang yang tenang, tapi ketika ada orang yang mengganggunya atau menyakiti keluarganya sifat kejamnya akan keluar. Dan kamu dengan berani-beraninya membuat anaknya celaka Sandra! Kali ini aku tidak akan membantu kamu, karena kamu sudah sangat keterlaluan. Jadi kamu urus sendiri masalah kamu ini, jangan pernah melibatkan aku di dalamnya karena aku tidak mau hanya gara-gara kamu, Kenzo juga menargetkan bisniski! "


" Tapi Mas … kalau kamu tidak mau membantu akau, siapa lagi yang akan membantu aku! aku mohon mas ... Tolong bantu aku. Aku melakukan hal itu juga tidak sengaja mas. Aku tidak berniat untuk mencelakai anak itu, a-ku ha-nya tidak ingin anak kita dekat-dekat dengan anaknya Dira dan aku juga tidak tahu kalau mereka itu adalah anaknya Kenzo! " lontar sarah untuk membela diri.


" Meskipun dia bukan anaknya seorang Kenzo Clarence, kamu juga tidak bisa bersikap seperti itu Sandra!" terang Adimas.


" Kalau benar dia mau menghancurkan bisnis Mas, kita juga bisa menghancurkan reputasinya dengan menyebarkan berita bahwa  selama ini  dia sudah mempunyai anak dan istri. Terus kita juga buat berita bahwa dia adalah orang ketiga dalam rumah tangga kak Darren sampai membuat mereka bercerai," papar Embun dengan antusias.

__ADS_1


Plak


Sebuah tamparan mendarat ke pipi Sandra. Netra Sandra melotot ketika melihat suaminya justru menamparnya. 


"Sandra … seharusnya kamu itu introspeksi diri dan  mencari cara untuk mereka agar mau berdamai, bukan malah memikirkan rencana jahat lainya. Kita itu bukan tandingan seorang Kenzo Clarence, jadi tidak usah berharap bahwa kita bisa melawannya. Aku gak mau tau besok kamu harus minta maaf sama mereka atau kita cerai! " Ancam Adimas kepada Sandra. 


" Mas … dengan begitu mudahnya kamu mau menceraikan aku hanya karena hal sepele! " pingkas Sarah yang tak mengerti kenapa suaminya sangat membela kenzo. Apakah dia memang sebegitu menakutkannya sampai membuat suaminya bertekuk lutut padanya.


Adimas mengernyitkan bibir dan mengusap wajahnya kasar." Menurut Kamu hal ini sepele, tapi menurut aku ini adalah hal besar. Lebih baik aku kehilangan wanita seperti kamu daripada kehilangan bisnis yang telah aku bangun dari nol hanya karena masalah yang kamu perbuat." kata Adimas yang segera pergi meninggalkan Sandra. 


" Mas … Mas mau kemana? " panggil Sandra dengan terus mengikuti Adimas yang melenggang pergi. Sedangkan Adimas tak memperdulikan Sandra sedikitpun yang terus Mengejarnya. 


Adimas segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya pergi dari kediamannya. 


Kenapa masalahnya bisa jadi seperti ini! Apa aku harus merendahkan diri dan meminta maaf ke wanita itu! , tapi kalau aku tidak meminta maaf dan berdamai mas Adimas akan menceraikan aku dan aku juga bisa masuk penjara. Gak ... Aku gak mau mendekam di penjara. Baiklah ... Aku akan meminta berdamai, siapa tahu dia masih mau berdamai dengankua. Melihat hubungan kita dulu juga cukup baik sebelum dia bercerai dengan kak Darren. Iya ... Sepertinya itu solusi terbaik saat ini. Gumam Sandra.


......................


Disisi lain terlihat seorang Kenzo sudah kembali kedalam kamar rawat inap Kean. Seharusnya malam ini mereka sudah harus bersiap-siap untuk berangkat ke paris, tapi sepertinya kondisinya tak memungkinkan


"Oh ya … bukanya kalian sudah harus siapa-siap untuk berangkat ke paris?" tanya Carol. 


"Sepertinya Dira gak jadi ikut deh ma, gapapa kan mas? Soalnya kalau Dira ikut juga, Dira tidak akan merasa tenang disana."

__ADS_1


Ingin rasanya Ken mengatakan bahwa dia ingin Dira tetap ikut, tapi ken tak mau dianggap egois dan mementingkan diri sendiri. Sebenarnya Ken juga ingin menunda kepergiannya, tapi tak bisa karena Rendi sudah mengatakan bahwa jadwalnya tak bisa di ubah lagi. Sehingga ia harus tetap pergi ke paris.


Dengan terpaksa Ken hanya bisa menganggukkan kepala, menandakan bahwa dia setuju saja kalau Dira tidak jadi ikut. Mendengar bahwa Ken memperbolehkan ia tak jadi ikut Dira tersenyum karena suaminya tak egois.


" Tapi kamu temani mas pulang ambil koper dan sekalian antar mas ke bandara ya ..." pinta Ken memohon.


"Iya gapapa Dir, kamu temani Ken aja dulu sebelum kalian LDR. Disini juga ada mama yang jaga Kean sama Lean," kata Carol.


" Yaudah, kalau gitu Dira akan temani mas Ken pulang dulu ya ma, Dira titip anak-anak. " ucap Dira yang membuat Ken tersenyum." Lean gak ikut mama pulang aja sayang..." tanya Dira kepada Lean.


" Enggak ma, Lean di sini aja sama kakak dan oma."


"Yasudah kalau gitu mama, sama papa pulang dulu ya..." Pamit Dira yang kemudian mencium pipi Kean dan Lean sebelum pergi, begitupun dengan Ken.


" Kean cepet sembuh ya sayang, nanti papa akan bawakan kalian oleh-oleh dari paris oke!"


"Iya pa."


Setelah itu mereka keluar dari kamar Kean.


...****************...


Jangan Lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya...

__ADS_1


__ADS_2