
Di dalam ruangan presidential suite , terlihat seorang wanita cantik tengah berdiri dengan melipat tangan di depan dada. Tatapannya lurus memandang panorama malam kota jakarta dari jendela transparan.
Awalnya Ia ingin cepat pulang ke hotel agar bisa segera bertemu dengan Samuel untuk menanyakan kembali tentang potongan puzzle yang terus Ia impikan selama 15 tahun terakhir. Namun, sampai sekarang Samuel tak kunjung pulang.
Tiba-tiba terdengar suara bel pintu dari luar yang membuat lamunan Agatha buyar. Ia berjalan untuk membukakan pintu itu. Saat pintu kamar hotel terbuka, memperlihatkan Justin yang tengah memapah Samuel.
"Apakah dia mabuk lagi?" tanya Agatha yang di angguki oleh Justin.
"Masuklah, bawa dia ke Kamarnya," perintah Agatha.
Setelah itu, Justin membawa Samuel ke kamarnya. Di dalam ruangan ini terdapat dua kamar berbeda yang satu milik Agatha dan satunya milik Samuel. Sedangkan Justin tinggal di ruangan yang berbeda.
Agatha hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat kondisi Samuel yang mabuk berat, sepertinya malam ini dia juga belum bisa mendapatkan jawabannya.
***
"Mama ...." seru dua orang anak laki-laki yang datang berlari menghampiri seorang wanita.
"Kalian sudah pulang?"
"Iya, apakah adik sedang tertidur?" tanya seorang anak laki-laki.
"Iya, di sedang tertidur,"jawabnya.
" Assalamu'alaikum Sayang ... "seorang pria dengan tubuh bidang datang menghampirinya lalu mencium keningnya,"
"Apa hari Anne, rewel?" tanyanya.
"Dia sangat pintar hari ini," jawabnya.
Setelah itu terlihat seorang wanita jatuh dari tebing masuk kedalam dinginnya air laut.
Keringat dingin terus keluar membasahi wajah Agatha sampai Ia terbangun. Nafasnya tersengkal-sengkal seperti orang yang habis lari maraton.
Agatha mengambil air minum yang ada di atas nakas, tanganya terlihat begitu bergetar saat memegang gelas itu. Lagi-lagi mimpi buruk itu datang kembali. Sudah 15 tahun ini dia terus saja di hantui oleh mimpi-mimpi yang seakan pernah terjadi sebelumnya.
Namun, wajah dari orang-orang itu selalu saja terlihat buram sehingga Ia tidak bisa mengenalinya.
__ADS_1
"Anne ... Nama bayi itu Anne ... Siapa dia? Apakah dia Anne gadis yang ku kenal? Lalu siapa dua anak kecil lainnnya serta pria itu?" lirihnya.
Agatha memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Setiap mimpi itu datang, pasti kepalanya akan terasa sangat sakit. Agatha segera mencari obat penghilang rasa sakit dan meminumnya.
Setelah meminum obat itu, rasa sakit kepalanya sedikit mereda sampai Ia tertidur kembali.
***
Malam yang dingin datang menyelimuti kembali, dulu kamar ini penuh cinta dan pelukan hangat dari seorang yang sangat di cintainya. Namun, kini hanya tinggal kenangan, bahkan aromanya saja semakin menghilang.
Sudah 16 tahun berlalu, malam-malamnya hanya ada kesunyian serta foto sang istri yang selalu Ia peluk untuk menemani tidurnya. Entah mengapa Ia bisa secinta itu dengan Dira, bahkan tak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisinya dalam hati Ken.
Dentuman jarum jarum jam terus terdengar berdetak tanpa henti sampai akhirnya waktu subuh pun datang. Suara adzan subuh berkumandang saling bersahut-sahutan di masjid dan surau- surau membangunkan umat muslim untuk melaksanakan sholat subuh.
Suara alarm terdengar mengisi seisi ruangan, Ken mulai mengerjapkan matanya. Tangannya meraba-raba untuk mematikan alarm yang masih berbunyi.
Saat sudah mematikannya. Ken membaca doa bangun tidur lalu mengusap wajahnya. Ia turun dari ranjang dan berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah mengambil air wudhu, Ken segera memakai pakaian sholat lalu berjalan keluar menuju mushola kecil untuk sholat subuh berjamaah bersama. Di dalam Mushola terlihat Kean dan Lean sudah duduk bersahaja sambil menggerakkan sebuah tasbih dengan membaca dzikir.
Ken menunaikan sholat sunnah dua rokaat terlebih dahulu. Setelah Ken selesai sholat sunnah, Kean segera berdiri untuk mengumandangkan iqamah lalu mereka sholat subuh berjamaah.
***
"Sam, bangun sudah pagi," ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Samuel.
Melihat Samuel yang tidak bergerak, Agatha terpaksa harus memercikkan air ke wajah Samuel agar Ia bangun.
"Hujan ... hujan .." lirih samuel.
Tak lama kemudian Samuel mulai mengerjapkan matanya, saat melihat Agatha yang sudah berdiri dengan membawa gayung di tangannya, Samuel segera bangun.
"Aku kira hujan, ternyata bukan!" serunya dengan wajah yang sedikit kesal ketika melihat Agatha membangunkannya dengan Air.
"Cepat bangun dan mandi! Badan Kamu bau alkohol dan wanita! Aku akan menunggumu karena ada yang ingin ku bicarakan!" ujarnya lalu perhi keluar dari kamar Samuel.
"Dasar wanita dingin!" gerutunya lalu turun dari ranjang untuk mandi.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, dan mengganti pakaian. Samuel keluar dari kamarnya, di meja makan terlihat Agatha sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Mereka.
Samuel menghentikan langkahnya sambil menatap punggung Agatha.
" Jika melihat seperti ini, Kamu seperti seorang istri yang sempurna, Agatha! Namun, sayang. Selama 15 tahun kita bersama Kamu bahkan tak pernah punya perasaan untukku!" gumamnya.
" Jika kamu sudah datang, segeralah duduk di sini. Jangan hanya diam berdiri di situ! " pungkasnya.
" Kamu itu sudah seperti orang yang memiliki indra keenam, bisa tahu Aku datang tanpa melihat, "sindir Samuel.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Agatha mulai membuka pembicaraan.
" Sam, boleh Aku bertanya sesuatu? Tapi Kamu harus jawab jujur! " ucapnya.
" Kenapa terlihat seperti ada sesuatu yang penting? Apa yang ingin Kamu tanyakan? " pungkas Samuel.
" Siapa Aku?"
Samuel mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Agatha." Bukankah Kamu Agatha!"jawabnya.
Agatha menyeringai." Maksudku, siapa Aku sebelum mengalami Koma? "tanyanya lagi.
Samuel terkejut saat mendengar Agatha menanyakan hal itu. Sudah lama sekali Ia tidak pernah bertanya lagi soal itu, tapi kenapa tiba-tiba Ia bertanya lagi.
" Kenapa Kamu selalu diam saat aku menanyakan hal itu, Sam? Sebenarnya siapa Aku?"
" Bukankah dulu Aku sudah pernah mengatakan bahwa Kamu adalah Agatha ibunya Brian dan juga istriku!" jawabnya.
Agatha menaikkan sudut bibirnya saat mendengar Samuel megatakan bahwa dia adalah Ibu Brian dan juga istrinya.
" Aku tidak ingin jawaban palsu Sam, Aku ingin jawaban yang jujur. Siapa Aku sebenarnya? Jika Aku memang istrimu kenapa Aku tidak pernah bisa mencintaimu! Bahkan Aku tidak bisa Kau sentuh sedikitpun! Meskipun Aku pernah koma setahun, dan mengalami amnesia, kenapa tidak ada kenangan atau memori saat bersama kalian sedikitpun yang Aku ingat?" paparnya.
" Karena Kamu tidak mau mengingatnya! " timpal Samuel dengan tatapan tajam.
Agatha hanya bisa geleng-geleng kepala. Selama ini dia sudah mencoba mengingatnya, tapi tetap saja tak ada ingatan itu.
" Sam tolong jujurlah kepadaku, Aku ingin tahu siapa Aku sebenarnya. Sudah 15 tahun Sam, Aku selalu saja mengalami mimpi buruk serta ingatan yang aku tak mengerti apa itu. Namun, tak ada kalian di sana. Apakah Kamu pikir Aku mau hidup seperti ini! Hidup dalam tubuh yang kosong! "
__ADS_1
...****************...