
Di saat Dira sedang menyuapi Kean dan Lean makan, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Satu panggilan telepon dari suaminya, segera Dira mengangkatnya.
Ken : Assalamualaikum sayang, apa kamu sudah ada di Apartemen?
Dira : Waalaikumsalam mas, maaf ya mas aku belum kesana. Soalnya Kean masuk rumah sakit!
Ken : Apa? Kenapa Kean bisa masuk rumah sakit? Kenapa kamu tidak menghubungi mas kalau Kean masuk rumah sakit? Tanya Ken bertubi-tubi yang ada di seberang panggilan telepon.
Dira : Kean jatuh dari tangga waktu di sekolah, dan tadi aku terlalu cemas jadinya belum sempat untuk menghubungi mas.
Ken : yaudah gapapa, sekarang Kean di rawat di rumah sakit mana? Biar mas kesana .
Setelah itu Dira memberitahukan nama serta alamat rumah sakit dimana Kean di rawat. Setelah itu panggilan telepon telah dimatikan.
" Ma, Apa Itu tadi papa yang telpon?"
"Iya sayang, itutadi papa yang telepon katanya mau datang kesini. Yaudah kamu makan lagi ya…" ujar Dira yang kembali menyuapi Kean dan Lean lagi.
......................
Di sisi Lain, terlihat seorang pria sedang berjalan terburu- buru setelah menuju parkiran mobil untuk segera pergi menuju Rumah sakit dimana anaknya di rawat. Karena merasa sangat Cemas, Ken sampai menyuruh Rendi untuk mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar, raut kecemasan dan khawatir begitu terlihat ketika mendengar bahwa anaknya masuk rumah sakit.
Sesampainya di parkiran rumah sakit, Ken segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah sakit untuk mencari ruang rawat Kean. Setelah menemukannya Ken langsung membuka pintu kamar rawat inap tanpa mengetuk terlebih dulu.
Di dalam ruangan serba putih itu terlihat seorang anak laki-laki yang tengah terbaring dengan leher dan tangan yang di gips. Melihat kondisi Kean yang seperti itu Ken segera menghampiri anaknya.
"Astagfirullah … Kean kamu kenapa bisa seperti ini sayang? Apa yang sudah terjadi?"
Melihat Raut wajah papanya yang begitu cemas, membuat Kean terdiam. Ketika Kean ingin membuka suara Carol terlebih dulu menjawab pertanyaan dari Ken.
"Kean tadi hanya gak sengaja kepleset dari tangga waktu di sekolah," ujar Carol.
Melihat jawaban Carol yang berbohong, seketika semuanya menatap ke arah Carol kecuali Ken.
__ADS_1
Mama kenapa berbohong?Batin Dira.
Melihat Kean, Lean, serta Dira yang menatapnya ke arahnya Carol hanya memberikan sebuah isyarat agar mereka mengangguki apa yang dikatakan olehnya. Carol mengatakan itu semata-mata hanya tidak ingin melihat Ken menjadi murka, jika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karena Carol tahu betul bagaimana sifat Ken, dia akan berubah menjadi seekor singa yang galak ketika marah. Apalagi kalau mendengar bahwa Kean jatuh akibat sebuah pertengkaran dengan orang dewasa, bisa-bisa dia akan menghancurkan orang itu tanpa ampun.
"Apa itu benar Kean?" tanya Ken untuk memastikan lagi karena Ken merasa seperti ada yang disembunyikan dari dirinya.
Kean hanya menjawab dengan kedipan Mata, menandakan bahwa yang dikatakan oleh Carol benar.
Ketika Ken melihat Lean juga terluka di wajah dan tangan nya, ken menjadi curiga dan tak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh Carol.
"Kalau Kean terpeleset, lalu Kenapa wajah dan tangan Lean ada bekas cakaran juga? Apa kalian tadi sempat berkelahi? " tanya Ken dengan tatapan menyelidik. Ken bukanlah orang bodoh yang mudah di bohongi, dia bisa melihat bahwa luka yang ada di tubuh Lean itu adalah luka cakar akibat berkelahi.
Semuanya terdiam dan saling tatap, melihat Ken yang masih curiga.
"Em... Begini Ken, Kamu gak usah khawatir lagi soal ini karena mama sudah mengurus semuanya kok, ok!" imbuh Carol.
"Jadi, tadi mama berbohong sama Ken kalau Kean jatuh dari tangga karena terpeleset? Lalu sebenarnya apa yang terjadi kenapa mereka berdua bisa terluka? Apa benar mereka habis berkalahi? Dengan siapa" tanya Ken bertubi-tubi dengan raut wajah yang sedang menahan emosi ya.
Semuanya terdiam membisu tak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Ken, Apalagi melihat wajah Ken seperti seorang harimau yang siap menyergap mangsanya.
"Mas … sudah ya, tadi mama bilang kan sudah mengurusnya . Lagian Kean juga sudah gapapa kok. Jadi, gak usah dipermasalahkan lagi ya …" lerai Dira.
Ken mengernyitkan dahi. "Apanya yang gapapa sayang ... Kalau Kean gapapa kenapa sampai leher dan tangannya di gips seperti ini? Mas hanya ingin tahu kejadian yang sebenarnya kok? Kalau kamu gak mau kasih tahu ke mas, mas akan cari tahu sendiri!" ancam Ken.
Melihat ancaman Ken yang seperti tidak pura-pura, Carol segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mendengar penjelasan dari Carol, tatapan Ken berubah menjadi sangat tajam, raut wajahnya terlihat sangat marah serta ia sudah mengepalkan tanganya. Lagi-lagi dia hanya bisa menahan amarah itu keluar ketika istrinya terus memohon kepada Ken untuk lebih tenang dan rileks.
"Mas mau menemui rendi sebentar ya..." ucap Ken yang pergi keluar dari ruangan itu untuk menemui Ken.
Semoga Ken tidak akan melakukan hal yang berlebihan! Batin Carol.
Setelah keluar dari kamar Kean, Ken segera menghampiri Rendi yang duduk di kursi tunggu.
" Kenapa anda keluar bos, Apa ada sesuatu?" tanya Rendi yang melihat raut wajah Ken yang sudah tak biasa.
"Kamu selidiki wanita yang bernama Sandra, dia adalah Istri dari Adimas pemilik hotel xx. Kamu cari tahu darimana dia tahu kalau Kean dan Lean tidak mempunyai ayah dan kenapa dia bisa mengenal Dira, Karena saya yakin dia pasti tahu sesuatu!"
__ADS_1
"Baik boss!"
......................
Sejak kepergian Carol, Sandra semakin menjadi cemas dan khawatir dengan apa yang dikatakan oleh Carol tentang ia akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
Kalau benar mereka akan membawa masalah ini ke ranah hukum, aku harus gimana? Apalagi kalau sampai mas Adi sampai tahu aku habis mencelakakan anak orang, bisa-bisa dia marah besar!. Gumam Sandra yang masih terus mondar-mandir gak jelas.
Setelah itu ia mencoba menelfon tantenya.
Sandra : Halo tan, ini gimana? Tolongin Sandra dong tan ... Sandra tadi siang sempat mencelakakan anaknya Dira, dan ternyata dia adalah menantu dari keluarga Fabio. Tante kemarin kok gak bilang-bilang sih, kalau sekarang Dira adalah menantu dari keluarga Fabio!
+6285 : Apa maksud kamu? Tante juga gak tahu kalau dia adalah menantu keluarga Fabio, terus kenapa kamu bisa mencelakakan anaknya?. Tanya wanita di seberang telepon.
Mendengar ada suara ketukan sepatu dengan lantai yang dagang mendekat, Sandra segera menutup panggilanya.
Sandra segera melihat siapa yang datang, teernyata suaminya yang datang dengan raut wajah yang tak biasa serta sebuah amplop coklat di tanganya.
"Mas sudah pulang," sapa Sandra dengan menghambur memeluk suaminya. Tapi pelukanya segera di tampis oleh Adimas.
"Mas kenapa? Kok aku meluk gak boleh? Pulang kerja juga raut wajahnya gak enak gitu. Mas ada masalah ya?" tanya Sandra takut-takut.
"Apa kamu bisa jelaskan maksud dari surat panggilan dari pengacara itu!" ujar Adimas dengan nada yang sedikit tinggi serta memberikan amplop itu ke dada Sandra.
Dengan takut-takut Sandra membuka isi amplop itu, seketika membuatnya terbelalak.
...****************...
Oh ya... Kemarin ada yang sempat nanya Visualnya mas Ken padahal sudah aku kasih di bab-bab awal. Jadi sekarang author kasih lagi deh biar gak penasaran lagi.
Hai perkenalkan aku Kenzo Clarence Fabian.
Jangan lupa like, komen, vote, serta hadiahnya ya... Karena ini akhir bulan in sya Allah kalau gak ada halangan dan like serta komentarnya banyak Author akan kasih hadiah crazy up. Tapi gak janji ya....
__ADS_1
Oh ya... Kira-kira Sandra itu siapa ya? Kalau yang tahu kalian boleh tebak di kolom komentar.