Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kisah 17 tahun lalu


__ADS_3

Setelah masuk lagi kedalam kamarnya , Ken meletakkan beberapa alat tes kehamilan itu diatas nakas, lalu mencoba kembali untuk membangunkan Dira tapi ia tetap tak kunjung bangun juga.


"Apakah begitu ngantuknya sampai tetap gak bisa di bangunin?" gumam ken yang tengah mengusap kepala istrinya.  


Disaat melihat jam yang ada di tangannya telah menunjukkan pukul 7 pagi, Ken terpaksa  membiarkan Dira tidur dan pamit berangkat kerja dengan mengecup kening Dira. 


Setelah berpamitan ken bernjak pergi dan menutup pintu dengan pelan agar Dira tak terganggu. Ken berjalan menuruni tangga untuk menuju meja makan, sesampainya di sana ternyata sudah tak ada siapa-siapa lagi hanya ada bi Inem yang tengah membersihkan meja makan dengan mengambil piring-piring kotor yang yang ada di sana. 


"Apa semuanya sudah selesai sarapan bi?" tanya Ken kepada bi Inem.


"Iya Tuan, den Kean dan Lean sudah berangkat sekolah diantar oleh supir. Sedangkan nyonya sudah kembali ke kamarnya lagi, tinggal anda dan nyonya muda saja yang belum sarapan," jelas bi Inem. 


"Yasudah kalau begitu, oh ya bi' nanti sekitar jam 8an bibi kirim sarapan buat Dira ke kamarnya ya," pinta Ken yang sudah mulai menyantap nasi goreng yang ada di hadapannya. 


" Baik Tuan," ujar Bi inem kemudian berlalu pergi masuk ke dalam dapur untuk mencuci piring-piring  kotor yang ada di tangannya. 


Ken memakan nasi goreng itu hanya beberapa suap saja, padahal jika nasi goreng itu buatan Dira ia akan habis satu piring penuh. Begitupun dengan Kean, Lean dan juga Carol. Mereka semua sudah kecanduan makanan buatan Dira yang sangat enak menurut mereka, sehingga ketika Dira sakit dan tidak mau masak semuanya juga ikut tak berselera makan seperti biasanya.


Setelah menghabiskan sarapannya, Ken segera pergi untuk berangkat ke kantor bersama Rendy. Hari ini ia ada meeting pagi bersama para pemegang saham PT fabio grup.


Pemandangan gedung -gedung tinggi yang menjulang tinggi, serta suara hiruk pikuknya suara kendaraan  di jalanan yang macet membuat banyak orang yang tak sabar, bahkan ada juga yang mengumpat ketika sedang terburu-buru untuk bekerja. 


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman PT Fabio grup. Sesampainya di depan lobi seperti biasanya akan ada satpam yang datang  menyapanya serta para karyawan yang berpapasan dengannya akan menyapa kedatangan mereka.


Ken berjalan bersama Rendi menuju lantai 35 tempat dimana kantor Direktur berada tanpa ada percakapan sedikitpun diantara mereka. Selang beberapa menit bunyi lift terbuka yang menandakan bahwa mereka telah sampai di lantai 35. Ken terus berjalan menuju ruanganya untuk kembali bergelut dengan dokumen-dokumen penting yang harus ia kerjakan. 


Di saat memasuki ruanganya tiba-tiba Ken teringat akan sesuatu. "Oh ya Ren saya sampai lupa, tugas yang saya berikan dua minggu lalu apakah sudah ada hasilnya?" 


"Sudah bos, tapi belum data-datanya belum lengkap semua." 

__ADS_1


"Boleh saya melihatnya?" setelah itu Rendi menyodorkan ipadnya yang sudah berisi tentang informasi-informasi yang ia dapatkan tentang kedua orang tua Dira. 


Ken mengambil aipad itu lalu dudk di kursi kebesaranya lalu melihat informasi yang didapatkan oleh Rendi. Matanya terbelalak dan terus memperhatikan kedua wajah pria yang ada di foto itu sampai memperbesar kualitas foto. 


"Kenapa ada dua pria yang sangat mirip Ren? Bisa kamu jelaskan kepada saya?" pinta Ken yang tak mengerti dengan arti dari foto itu. 


"Begini boss, ternyata pak Danang memiliki kembaran bernama Daniel dan dia itu adalah ayah kandung dari Dira yang sebenarnya."


Ken langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah Rendi, dengan wajah terkejut. 


"Maksud kamu apa? Jadi, pak Danang itu memang bukanlah ayah kandung Dira?"


"Iya bos, dari info yang saya dapatkan dari pekerja pabrik pak Daniel …." 


17 tahun yang lalu,  Danang adalah seorang mantan narapidana yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Ketika ia mengetahui bahwa saudara kembarnya memiliki usaha olah susu yang cukup sukses sampai mempunyai pabrik sendiri untuk mensterilkan susu-susu sapi segar itu akhirnya dia datang menemui saudara kembarnya untuk meminta pekerjaan.


Melihat Daniel yang sukses serta memiliki istri yang sangat cantik membuat Danang merasa iri hati kepada saudara kembarnya itu. Ia ingin memiliki semua yang dimiliki oleh Daniel saat ini dan otak liciknya kembali bekerja dengan menyusun sebuah rencana untuk membuat pernikahan mereka hancur serta mengambil alih pabriknya. 


Rencana jahat Danang itu diketahui oleh hartono pegawai yang sangat setia kepada Daniel, ketika hartono mendengar rencana Danang ia segera memberitahu Daniel tentang rencana jahat yang ingin dilakukan oleh Danang. Awalnya Daniel tidak percaya karena ia menganggap bahwa saudaranya tidak mungkin melakukan itu kepadanya. 


Meskipun dia tak percaya dengan ucapan Hartono, Daniel tetap mencari tahu dan menyelidiki apa yang dikatakan oleh Hartono.  Sampai suatu hari Daniel melihat Danang mengambil uang pabrik diam-diam di dalam brankas, dan saat itu Daniel segera memergokinya. 


"Apa yang sedang kamu lakukan nang?" tanya Daniel yang sudah berdiri di belakang Danang. Mendengar suara Daniel yang memergokinya tengah mengambil uang di brankas membuat Danang terdiam membeku.


" Kenapa kamu diam saja? Jadi ternyata begini cara kamu membalas semua kebaikan yang telah aku berikan kepadamu?" cecar Daniel yang sudah mulai memuncak Emosinya. 


Daniel memang tipe orang yang sabar dan baik hati, tapi ia akan keras ketika melihat ada orang yang menghianatinya atau menusuk dirinya dari belakang. 


Mendengar Daniel yang sudah meninggikan suaranya Danang kesal dan membalikkan badanya untuk menatap Daniel. "Memangnya kenapa? Kamu mau marah sama aku? Silahkan! Gue gak perduli. Lagian gue melakukan ini karena gaji yang lo berikan itu sangat sedikit dan kurang buat gue! Lagian uang lo kan banyak masak pelit banget sih sama saudara sendir!" ujar Danang dengan nada yang tak kalah tinggi.

__ADS_1


Daniel menaikkan sudut bibirnya." Oh … ternyata memang benar kalau kamu mempunyai niat jahat kepadaku, kalau begitu silahkan kamu pergi dari sini dan letakkan uang itu di tempatnya kembali karena uang itu adalah tabunganku untuk Dira dan juga Nadia. Jadi, kamu tidak berhak sama sekali mengambilnya sedikitpun! Aku akan memberikan kamu pesangon sesuai dengan kinerjamu, tapi bukan uang itu! " pungkas Daniel yang segera mengeluarkan segepok uang dari dompetnya.


" Apa kamu sedang menghinaku denga hanya memberikan uang segitu!"protes Danang.


" Sepertinya uang ini jauh lebih dari cukup dari kinerja kamu yang begitu bermalas-malasan selama bekerja di sini. "


Melihat Daniel yang tak mengizinkan Danang untuk membawa uang yang ada di tanganya, ia berusaha untuk kabur membawa uang itu tapi segera ia di cekal oleh pegawai lainya dan di usir dari pabrik secara kasar.


Dan beberapa hari kemudian, pekerja pabrik semua di phk dan sikap pak Daniel juga tidak seperti biasanya.


" Hanya itu saja yang saya dapatkan dari penjelasan pak Hartono bos," jelas Rendi.


"Lalu kenapa bisa pak Danang yang jadi ayah Dira? Lalu kemana ayah kandungnya?" tanya Ken.


"Kalau soal itu saya belum tahu boss," pungkas Rendi yang memang belum mendapatkan info selanjutnya.


"Kalau begitu kamu tetap selidiki masalah ini sampai tuntas!" titah Ken.


"Baik boss." setelah itu Rendi keluar dari ruangan Ken, sedangkan ken masih bertopang dagu serta terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


...****************...


Hay.... Ini sedikit cerita tentang 17 tahun lalu. Bagaimana ada yang mengira kalau begini cerita sebenarnya ?


Ada yang tanya kenapa Darren masih hidup? Kalau Darren masih hidup pasti ceritanya akan kembali seperti awal.


Hey... Hey... Maafkan autor yang sedikit.... Intinya in sya Allah tidak akan ada konflik berulang untuk cerita Dareen. Kenapa Darren kom masih hidu? Ya karena dia adalah pemeran utama antagonis jadi gak mungkin author buat dia mati cepat. Padahal author dah bunuh 3 orang jahatnya...


Pokoknya author berterima kasih kepada semua para reader setia papa bucin yang posesif dan yang sudah memberikan like, komen, voter, dan hadiahnya semoga rezeki kalain lancar dan sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2