
Cuaca kota jakarta hari ini cerah, sinar matahari yang begitu terik serta asap kendaraan bertebaran di jalanan menjadi polusi yang tak baik buat kesehatan.
Jam dinding menunjukkan pukul 12 siang dan wanita cantik itu belum bangun juga. Para maid sampai sudah beberapa kali datang mengetuk pintu untuk membangunkanya tapi ia tak kunjung bangun juga.
Di saat Kean dan Lean sudah pulang dari sekolah, melihat mamanya yang belum bangun juga mereka berdua mencoba untuk membangunkanya. Setelah lama mengetuk pintu dan tak ada jawaban juga mereka memutuskan untum langsung masuk saja untungnya pintu kamar tidak terkunci, sehingga mereka dengan mudah masuk ke dalam kamar itu.
Diatas kasur king size, terlihat Dira yang masih tertidur pulas dan tak bergerak sedikitpun. Kean dan Lean hanya bisa menghembuskan nafas panjang serta geleng-geleng kepala melihat Dira yang belum bangun juga, padahal ini sudah siang.
Perlahan mereka berjalan untuk mendekati tempat tidur Dira. Sesampainya di samping ranjang, Lean mencoba mengecek nafas Dira ternyata masih hidu, lalu mengecek kening dan ternyata tidak demam juga.
"Mama ... Mama ... Kenapa jadi tukang molor gini sih ... " desis Lean yang tak percaya bahwa Dira akhir-akhir ini suka sekali tidur.
"Ma … mama bangun ma, ini sudah siang loh ma," ucap Kean dengan menepuk pundak Dira.
Ketika mendengar ada yang terus memanggilnya, Dira mulai mengerjapkan matanya yang masih terasa sangat lengket. Dilihatnya kedua anak kembarnya sudah berdiri di depanya.
" Kalian gak sekolah? " tanya Dira sambil mengucek matanya yang terasa gatal.
"Ini sudah siang ma, kita sudah pulang," sahut Lean.
"Oh ya, sudah jam berapa?" tanya Dira yang sedikit terkejut.
"Jam 12 siang, mama sakit? Kenapa jam segini belum bangun juga?" tanya Kean beruntun.
Dira mencoba untuk duduk dari tidurnya. "Mama gak sakit kok, hanya saja mata mama terasa mengantuk dan sulit untuk dibuka. Makanya mama belum bangun."
" Yasudah kalau gitu mama mandi dulu ya, habis ini kita makan siang bareng!" ujar Kean yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Dira yang masih duduk bersandar diatas ranjang.
Lean menghentikan langkahnya dan membalikkan badanya lagi." Ingat ma, gak boleh tidur lagi!" pesan Lean dengan memberikan kode satu jari telunjuk untuk memberi peringatan bahwa Dira tidak boleh tidur lagi. Sedangkan Dira hanya menjawab dengan anggukan kepala, kemudian Lean berlalu pergi dari kamar Dira.
Melihat Kean dan Lean yang sudah pergi, Dira segera turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi. Saat ia mandi sudah tak ada lagi bercak darah yang keluar, melihat hal itu Dira mengerutkan kening.
Kenapa sudah tak darah keluar lagi? Hanya sedikit sekali! Apa aku tidak jadi haid? Batinya kemudian melanjutkan membersihkan tubuhnya kembali.
Selesai mandi Dira segera menuju walk in closet untuk mengganti pakaian dan sholat dzuhur karena sudah tak ada darah yang keluar mau tak mau Dira harus sholat.
Selesai sholat Dira merasa badanya terasa sangat lemas, dan perutnya juga terasa keram. Jadi, dia duduk terlebih dahulu dan bersandar di dinding.
__ADS_1
Perut aku kenapa keram ya? Batinya dengan memegang perutnya yang terasa kram.
Disisi lain, Kean dan Lean yang sudah menunggu dari tadi, mulai merasa kesal karena Dira tak kunjung keluar dan akhirnya mereka memutuskan untuk membawa makanan ke kamar Dira.
"Mb lala, boleh minta tolong bawakan makananya ke kamar mama aja?" pinta Lean dengan sopan.
"Kalian mau makan disana?" tanya Lala untuk memastikan lagi.
"Iya mb, kita makan disana aja, soalnya mama belum turun-turun juga," imbuh Kean.
Kemudian mereka berdua berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar Dira yang diikuti oleh lala dan satu maid lagi dengan membawa sebuah nampan berisikan makanan.
Sesampainya di depan kamar, Kean mencoba mengetuk pintu kamar terlebih dahulu.
" Ma …. Mama ada di kamar? " panggil Kean dari balik pintu.
" Iya sayang, masuk saja."
Setelah itu mereka berdua masuk kedalam kamar, dilihatnya Dira masih duduk di lantai dengan masih memakai mukenah.
"Mama baru selesai sholat?" tanya Lean.
"Habisnya mama gak turun-turun jadi kita bawa aja kesini aja makananya, gapapa kan ma? " tanya Kean. Dira hanya menganggukan kepala karena dia juga merasa bahwa tubuhnya tak mampu untuk berjalan ke lantai bawah.
Sedangkan Lala menyiapkan makanan di atas meja yang ada di kamar Dira. Dira mencoba untuk bangun dari duduknya untuh berjalan menuju sofa yang di depanya sudah tertapa beberapa makanan.
Ketika ia melihat menu makanananya adalah udang, tiba-tiba Dira merasa mual dan ingin muntah. Ia segera berlari masuk ke kamar mandi, karena perutnya masih kosong Dira tak bisa memuntahkan apapun hanya air liur saja yang keluar.
Melihat Dira yang muntah-muntah Kean dan Lean segera menghampiri Dira yang ada di dalam kamar mandi.
"Mama gapapa ? Apa mama sakit?" tanya Kean cemas.
"Pasti mama kena asam lambung deh, soalnya mama kan belum makan dari tadi pagi," imbuh Lean.
Setelah sudah tak merasa mual lagi, Dira keluar dari kamar mandi dan Lala masih berdiri di sisi samping sofa dengan rasa cemas.
" Kalian bawa keluar saja makanan itu dari sini ya, soalnya saya gak bisa melihat makanan itu." ujar Dira.
__ADS_1
Mendengar perintah Dira yang menyuruh untuk membawa makanan itu keluar Lala segera melakukan perintah itu.
"Terus mama mau makan apa? Kalau mama gak makan nanti mama tambah sakit loh!" ujar Lean.
"Mama ... Tiba-tiba pengen cake red velvet, cheese cake, donat kentang, dessert box tiramisu dan taro bubble milkshake," cetusnya. Entah Kenapa tiba-tiba Dira sangat ingin makan itu.
Kean dan Lean hanya bisa mengerutkan kening dan saling pandang. Setelah sekian purnama akhirnya mamanya mau berkata menginginkan sesuatu dan yang dia inginkan adalah makanan yang manis-manis dan memiliki kalori yang tinggi. Tapi daripada Dira tak makan mereka menuruti keinginan mamanya.
"Baiklah kita akan memesankan itu semua," ujar Kean yang segera membuka handphonenya untuk memesan makanan yang diinginkan oleh Dira.
"Apa tidak ada makanan pokok yang mama inginkan? Kenapa hanya dessert saja?" tanya Lean yang khawatir karena Dira belum makan nasi.
"Sudah dek, gapap yang penting mama makan!" sahut Kean yang sudah selesai memesan makanan lewat aplikasi.
Setelah itu Kean dan Lean pamit keluar untuk makan terlebih dahulu sambil menunggu pesanan Dira datang. Sedangkan Dira duduk di atas ranjang sambil memainkan handphonenya.
Saat Kean dan Lean telah selesai makan, tak lama kemudian pesanan dira sudah datang dibawa oleh security depan. Kean mengambil semua pesanan itu dan mengantarnya ke kamar Dira.
"Ma … bukain pintunya. Kita gak bisa buka!" ujar Kean dari balik pintu.
Mendengar suara Kean yang memanggilnha, Dira segera bangun dari ranjang dan berjalan untuk membukakan pintu. Di lihatnya tangan mungil mereka penuh dengan plastik makanan, Dira segera mengambil dan membantu mereka.
"Wah … kalian kenapa tidak meminta bantuan maid saja?" tanya Dira.
"Kasihan mereka sedang istirahat siang," jawab Lean.
" Kalian gak istirahat siang juga? " tanya Dira yang masuk kedalam kamar sambil meletakkan kantong plastik itu di atas meja.
" Nggak dulu deh, soalnya baru selesai makan," jelas Kean.
"Makasih ya sayang, kalian gak ikut makan?" tanya Dira yang melihat Kean dan Lean yang hanya berdiri saja.
"Kita sudah kenyang kok ma, mama aja deh yang habisin semua." cetus Kean.
Melihat kedua anak kembar itu tak mau ikut makan, akhirnya Dira memakan semuanya sendiri. Di saat Dira meminum taro bubble milkshake perasaanya tiba-tiba begitu bahagia dan menikmatinya. Ekspresi Dira saat ini seperti anak kecil yang berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Kean dan Lean yang melihat ekspresi mamanya yang begitu bahagia hanya bisa tersenyum dan terus memperhatikan Dira yang memakan semua cake itu berganyian.
__ADS_1
Tiba-tiba Kean mempunyai ide untuk merekam mamanya yang begitu lahap memakan semua dessert itu dengan wajah yang penuh bahagia. Kemudian Kean mengirimnya ke kenzo agar papanya melihat bagaimana ekspreai mamanya saat ini.
...****************...