
"Apa Kamu bisa menerawang perasaan dan pikiran seseorang?" tanya Agatha dan di jawab sebuah gelengan oleh Lean karena dia memang tidak memiliki kemampuan itu.
"Lalu kenapa Kamu bisa tahu isi hati serta pikiran, Saya?" pungkasnya.
Lean tersenyum lalu memeluk Agatha kembali. "Terimakasih karena Mama masih hidup dan sehat," lirihnya di dekat telinga Agatha.
Pelukan Lean semakin erat, Ia semakin meluapkan rasa rindu yang terpendam selama ini sampai tidak terasa buliran bening menetes dari pelupuk mata. Meskipun belum ada bukti bahwa Agatha adalah Dira, tapi filing Lean semakin kuat saat mendengar ucapan Agatha.
Setelah merasa cukup, Lean melepaskan pelukannya karena masih banyak yang ingin Ia tanyakan kepada Agatha.
"Ma, jawab yang jujur. Apakah Mama tidak mengingatku sama sekali?" tanya Lean untuk memastikan kalau Dira sedang mengalami amnesia.
"Saya tidak ingat siapa Kamu, bahkan diriku sendiri Saya tidak ingat. Namun, pelukan yang kalian berikan begitu hangat apalagi saat Kamu memelukku seperti t ada sesuatu yang terasa akrab," paparnya.
Lean mengajak Agatha untuk duduk di sofa terlebih dahulu agar pembicaraan mereka lebih nyaman lagi. Sedangkan Anne dan Nala hanya bisa diam memperhatikannya.
Sebenarnya banyak sekali pertanyaan dalam pikiran Anne tentang kenapa Lean bisa mengatakan bahwa Agatha adalah Mamanya yang sudah meninggal lama. Namun, Ia urungkan agar Lean dan Agatha lebih leluasa untuk berbicara terlebih dulu.
Setelah duduk di sofa, Lean kembali meneruskan pembicaraan yang sempat tertunda.
" Apa Mama punya ingatan lain di masa lalu?" tanya Lean.
"Ingatanku hanya ada di 15 tahun terakhir," jawabnya.
15 tahun terakhir? Apa Tante Agatha ini bukan Mama? Karena Mama telah meninggal 16 tahun!
"Bisakah Mama menceritakan lebih rinci lagi!" lontar Kean karena dia masih belum mengerti kenapa 15 tahun bukan 16 tahun.
" Yang Saya tahu, 15 tahun yang Lalu Saya baru sadarkan diri setelah mengalami kecelakaam dan koma setahun. Ketika bangun dari koma, Saya tidak mengingat apapun tentang siapa Saya sebelumnya. Saat itu hanya ada seorang anak kecil yang memanggilku dengan sebutan Mama serta seorang Pria mengatakan bahwa dia adalah suamiku," terangnya.
Saat mendengar cerita Agatha, tiba-tiba Lean melepaskan tangan Agatha. Ia benar-benar terkejut saat mendengar bahwa Agatha mempunyai anak sekaligus suami. Tiba-tiba dadanya teras sesak, baru saja Ia berharap bahwa Agatha itu adalah Dira. Namun, sudah di kejutkan dengan pernyataan bahwa Agatha mempunyai Anak dan suami. Apalagi Mereka tinggal di New York bukan Indonesia.
Melihat wajah Lean melepaskam tangannya serta raut wajah yang terlihat kecewa membuat Agatha bingung.
__ADS_1
Apakah Aku telah salah bicara ? Kenapa Lean tiba-tiba terdiam seperti ini?
Lean menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil merubah posisi duduknya menjadi lurus, Ia mencoba untuk menenangkan hatinya.
"Lean, Kamu kenapa?" tanya Agatha sambil menepuk pundak Lean.
Setelah emosinya sudah sedikit stabil, Lean mengusap wajahnya kasar lalau menatap ke arah Agatha kembali.
"Jadi, Tante mempunyai anak dan suami?" tanyanya yang sudah tidak memanggil Agatha dengan sebutan Mama.
Agatha menganggukkan kepala yang menandakan bahwa itu adalah benar. "Jika Tante sudah mempunyai anak dan suami lalu kenapa Tante masih mencari jati diri?" tanyanya yang masih bingung dengan semuanya.
Setelah itu, Agatha menceritakan semua hal yang telah terjadi pada dirinya serta keraguannya tentang Dia itu adalah Agatha istri dari Samuel. Apalagi selama ini begitu banyak kejanggalan di kehidupannya serta mimpi buruk yang selalu hadir dalam tidurnya.
Anne, dan Nala hanya terdiam mendengarkan cerita Agatha. Sedangkan Lean sudah mengepalkan tangannya karena merasa marah, sekaligus sakit. Jika Agatha benar adalah Dia, Ia tidak akan tinggal diam dan segera merebut Dira kembali.
"Apakah Mama mau menjalani pengobatan atau terapi?" tanya Lean setelah Agatha selesai bercerita.
"Maksudnya?" tanyanya yang belum mengerti kenapa Lean bisa mengusulkan Ia untuk terapi.
"Tante Agatha memang tidak sakit, tetapi mengalami amnesia. Jika Tante ingin tahu jawaban dari semua apa yang telah Tante alami, Lean bisa bantu jika Tante bersedia,"jelasnya.
Agatha terdiam setelah mendengar jawaban dari Lean. Selama ini Ia memang Ingin sekali tahu apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Jadi, dia menerima bantuan dari Lean.
Lean tersenyum saat mendengar Agatha setuju, mungkin ini satu-satunya jalan agar Ia tahu siapa sebenarnya Agatha. Karena waktu jam istirahat Lean sudah habis, dia pamit untuk kembali bekerja dan pergi meninggalkan Anne, Agatha dan Nala.
Setelah Lean pergi, Agatha juga ikut pamit pulang karena dia harus kembali ke hotel karena malam ini dia ada jadwal untuk menemani Samuel pergi ke sebuah acara penting.
Mereka akan kembali bertemu besok untuk memulai pengobatan yang telah di bicarakan oleh Lean
***
Di sisi lain, terlihat seorang Pria masih saja sibuk mengecek persiapan untuk ulang tahun perusahaan PT Fabio. Acara malam ini bukan hanya untuk merayakan anniversary perusahaan, tetapi juga peresmian proyek smart home dan kenaikan jabatan Kean.
__ADS_1
Awalnya Kean menolak untuk menjadi direktur utama PT Fabio grup karena dia lebih suka dengan jabatannya yang sekarang, tetapi Ia tidak bisa menolak permintaan Ken karena hanya dia harapan Ken untuk melanjutkan mengurus perusahaan ini.
"Pa," panggil Kean yang baru saja datang.
"Kamu sudah datang kesini?" tanya Ken yang terkejut melihat Kean tiba-tiba datang.
"Kean hanya mampir untuk melihat-lihat saja! Apakah semua persiapannya sudah selesai?" tanyanya.
"Sudah 90 persen! Bagaimana? Kamu sudah mencoba baju yang akan Kamu pakai malam ini?" tanya Ken yang di angguki oleh Kean.
"Baguslah!" ucapnya dengan menepuk pundak Kean.
Meskipun Kean menerima jabatan ini karena terpaksa, Ia tidak mengabaikan tugasnya.
Selesai mengecek semuanya, Kean dan ken pulang bersama ke rumah. Saat keluar dari ballrom, tanpa sengaja Ken melihat Samuel lagi dengan posisi yang jauh lebih jelas baru keluar dari hotel bersama dengan kedua wanita tadi.
Saat melihat, Ken mengehntikan langkahnya sambil terus menatap ke arah seorang pria yang baru saja masuk kedalam mobil membuat Kean bingung.
"Papa kenal dengan orang itu?" tanya Kean yang langsung membuyarkan lamunan Ken.
"Oh, dia adalah klien kita yang dari luar Negeri!" pungkasnya.
"Oh, ya? Terus kenapa papa tidak menyapanya?" celetuk Kean yang tidak di hiraukan oleh Ken.
Apakah Tuan Samuel berselingkuh dari Mrs Agatha? Tapi, kenapa? Bukankah hubungan mereka terlihat begitu baik dan harmonis? Kalau mrs Agatha tahu, dia pasti akan terluka! Ah... Kenapa Aku sepeduli ini!" batin Ken.
" Pa ... Apa ada masalah? " tanya Kean lagi saat melihat Ken justru melamun.
" Tidak apa-apa! Yasudah kita pulang saja! "pungkas Ken yang mengajak Kean pulang.
Papa kenapa terlihat aneh begini! Apa ada sesuatu yang di sembunyikan?. Gumam Kean dalam hati.
...****************...
__ADS_1
Maaf ya baru up karena ada kesibukan lain. Semoga suka