Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Di ikuti penguntit


__ADS_3

Melihat Carla yang pergi begitu saja, Darren segera menyusul Carla. Padahal Darren masih ingin berbicara dengan Dira. Ah … tidak apa-apa. Masih ada waktu lain. Tunggu saja dir, kita pasti akan bertemu lagi! Batin Darren. 


Setelah Darren melenggang pergi, tubuh  yang awalnya membeku berubah menjadi terasa sangat lemas sampai ingin terjatuh. Untungnya dira masih bisa bertumpu pada meja di sampingnya. Pelan-pelan Dira mencoba untuk duduk kembali di kursi. 


Melihat kondisi Dira yang berubah down, Rian sangat khawatir dan cemas. Dia ingin membantu Dira, tapi Dira lebih dulu mengkode stop dengan tangannya, dengan mengatakan bahwa dia bisa sendiri tanpa bantuan Rian. 


Dira memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing dan menghadap ke bawah. Dalam hatinya terus mengucapkan kalimat Astagfirullah hal adzim terus menerus. Setelah merasa lebih tenang, dira mulai mendongakkan kepalanya. Di lihatnya Rian terus menatap Dira dengan tatapan  sangat cemas dan khawatir. 


" Kamu gak usah lihat aku seperti itu Ri, biasa aja. Aku udah gapapa kok!," dengan mengulum senyum di bibirnya agar Rian tidak khawatir.


Rian tahu, senyuman yang diberikan Dira adalah senyuman palsu, untuk menutupi perasaan Dira yang Sebenarnya. Sebenarnya dia siapa Dir? Sampai bisa membuat kamu seperti ini? Apa jangan-jangan… 


" Apa dia mantan suami kamu dir?," tanya Rian. 


Mata Dira terbelalak, ketika mendengar pertanyaan Rian. Kenapa Rian bisa tahu tentang pernikahanku? Apa tadi aku mengatakan sesuatu saat di hipnotis? Jika iya, berarti aku juga tidak bisa berbohong dengan Rian. Akhirnya dira hanya menganggukkan kepalnya pelan. 


Ternyata benar, Dia mantan suami Dira. Lalu, kenapa dira langsung down seperti ini ketika melihatnya? Apa dia yang sudah membuat dira mempunyai trauma psikologis!. Sebenarnya apa yang sudah dia lakukan padamu Dir? Tapi, kenapa tatapannya kepada Dira berbeda? Seperti ada rasa kagum dan terpesona begitu. Ada apa sebenarnya ini?. 


Rian tahu cerita tentang pernikahan Dira, di saat Dira terhipnotis. Rian sempat bertanya-tanya tenang apa yang telah di lihat dira di alam bawah sadarnya, karena Dira terhipnotis, dengan mudahnya Dira menjawab pertanyaan yang diajukan Rian. Hal ini memang perlu diketahui oleh seorang psikiater saat ingin menyembuhkan seseorang pasien, agar seorang psikiater tau apa penyebab dari penyakit yang diderita sang pasien.  


Setelah selesai makan, Rian ingin mengajak Dira untuk bersantai dulu. Tapi, Dira menolak ajakan Rian. Dira ingin segera pulang dan beristirahat saja. 


**


Mobil Rian terus melaju di jalanan. Tanpa disadari ternyata sejak tadi ada mobil yang terus mengikutinya. Melihat hal itu Rian sedikit terkejut. Perasaan dia baru pulang ke Indonesia dan tidak mungkin mempunyai penguntit. Tapi, kenapa ada mobil yang terus mengikutinya. Apa jangan-jangan dia mengincar Dira?. Tanpa berpikir lama. 


"Dir… kamu pegangan yang erat. Karena aku akan ngebut!" titah Rian. 

__ADS_1


Dira tidak paham kenapa Rian tiba-tiba ingin ngebut. Dira ingin bertanya kenapa harus ngebut. Tapi, itu tidak sempat, karena Rian sudah menaikkan kecepatanya. Akhirnya, Dira hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh Rian untuk berpegangan yang kuat. Ada rasa takut di hati Dira melihat Rian yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, seperti pembalap - pembalap di sirkuit. tapi, sayangnya ini di jalan tol bukan sirkuit, karena sangat ketakutan Dira menutup matanya dan terus melafalkan doa-doa agar bisa selamat sampai rumah. 


Sedangkan Rian terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Oke, kita lihat saja apakah kalian masih tetap bisa mengejar seorang James si King of the road!. Dengan senyuman menantang. Rian menambah lagi kecepatan mobilnya. 


***


Di dalam mobil penguntit. 


"Ah… sialan! Dengan memukul stir pengemudi. "kita ketinggalan jejaknya, dia jago sekali bawa mobilnya!" gerutu di penguntit.


"Lo gimana sih! Kok bisa ketinggalan. Seharusnya lo bisa lebih cepat lagi!" protes temanya yang ada di samping kemudi. 


"Lo gak usah banyak bacot! . Coba lo yang nyetir, pasti juga gak bisa lo lawan dia. Apalagi mobil yang Dia bawa  itu mobil sport. Pasti kalah lah…." Tungkas si pengemudi mobil. 


" Alah lo hanya  alasan. Bilang aja lo yang gak jago bawa mobilnya. Bagaimana ini, kita kehilangan jejak wanita itu. Bisa-bisa boss akan marah kalau tau soal ini!." 


" Baiklah. "


***


Setelah berhasil lolos dari kejaran mobil si penguntit. Rian mulai menurunkan kecepatan mobilnya, dan akhirnya mereka sampai juga di depan lobi apartemen Dira. Rian menatap ke arah dira yang sejak tadi terdiam dengan menutup mata dan terus berkomat-kamit, entah apa yang sedang di bacanya. Melihat hal itu Rian tersenyum dan juga merasa bersalah. Tapi, itu semua  dia lakukan untuk menghindari si penguntit sialan itu. 


"Dir…  sudah tutup matanya. Kita sudah sampai!  Apa Kamu ketakutan?" tanya Rian.


Mendengar ucapan Rian, Dira mulai pelan-pelan membuka matanya. Dira mulai melihat ke sekelilingnya, ternyata benar apa yang dikatakan Rian mereka sudah sampai. 


Dira menoleh ke arah Rian dengan tatapan tajam dengan ekspresi marah dan menyelidiki. Sedangkan Rian hanya tersenyum cengengesan membuat dira semakin kesal. 

__ADS_1


" Diam! Gak usah cengar-cengir kayak gitu, gak lucu tau!, kamu kenapa tiba-tiba ngebut seperti itu sih? Apa gak bisa bawa mobil dengan pelan? Buat orang ketakutan aja, untung aku gak punya penyakit jantung!," celoteh Dira dengan ekspresi yang sangat menakutkan, membuat Rian bergidik ngeri. 


Ternyata kamu bisa se menyeramkan ini juga ya dir, jika marah." Iya, maaf Dira cantik ... Tapi, kalau ngomong pelan-pelan aja, nanti keselek loh! ," canda Rian. " Aku juga gak punya niatan untuk ngebut kok. Seriusan deh! " dengan memberikan kode tangan piss. 


" Terus tadi, kenapa ngebut? " tanya Dira dengan menekuk tangan di depan dada. 


" Tadi itu ada mobil yang ngikutin kita, makanya aku ngebut. Untung saja aku ini jago balap mobil, jadi Mereka bisa ketinggalan dan tidak lagi mengikuti kita, " tutur Rian. 


"Apa? Ada penguntit? Siapa? Kamu gak lagi bohongin aku kan?," tanya Dira penasaran.


"Astaga Dira … Buat apa sih aku bohongin kamu, kalau kamu tanya aku siapa? Aku juga gak tau itu siapa, lagian aku aja baru pulang ke Indonesia  kemarin, masak iya sudah ada yang jadi penguntit ku! . Sepertinya dia mengincar kamu deh!" tutur Rian. 


Mendengar perkataan Rian, Dira menjadi sedikit takut. Siapa yang  menguntit dira?. Perasaan Dira juga gak punya musuh deh! Apa jangan-jangan itu orang sama dengan orang yang nyerang aku beberapa hari lalu?. 


Sudah… gak usah di pikirin lagi. Sekarang lebih baik kamu pulang ke apartemen,dan istirahat. Kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi no aku aja. Aku akan selalu ada untuk kamu. Oke! 


Dira masih terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya. Dira pun turun dari mobil Rian. 


"Makasih ya Ri, Aku pulang dulu. Kamu hati-hati, dan Jangan ngebut-ngebut lagi, bahaya!" pinta Dira.


"Siap princes .... dengan memberikan hormat dan tersenyum lebar. 


Dih…. Kumat deh Lebay nya. Dengan mengerucutkan bibir, dira pergi dari hadapan Rian.


#TBC


Oke.... Makasih untuk yang sudah Like, komen dan klik Favorit. Author baca komenan kalian jadi semangat untuk lanjut nulis ceritanya.

__ADS_1


So happ readingg guys..... 😍😍😍💕💕


__ADS_2