Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Reuni


__ADS_3

~Kamu akan menjadi seperti seorang Ratu di tangan pria yang tepat. ~ Senja Putri Lazuardi


Mobil sport putih itu terus melaju menembus jalanan kota jakarta. Tak lama kemudian mereka sampai juga di restoran bintang lima tempat Senja mengadakan reuni dengan teman kuliahnya. Sesampainya di parkiran, Andrian segera turun dari mobil lalu berjalan setengah mengelilingi mobil untuk membukakan senja pintu. 


"Silahkan turun tuan putri," dengan membungkukkan setengah badanya serta menjulurkan tangan di hadapan senja yang akan turun. 


Senja tersenyum dan meraih tangan itu, lalu turun dari mobil. "Terimakasih pangeranku …" sahutnya seraya tersenyum.


Ini adalah hal yang sering mereka lakukan ketika bersama. Senja beruntung setelah mendapatkan sebuah penghianatan dari mantan kekasihnya, sekarang ia mendapatkan pria yang baik, serius, tulus, dan sangat mencintainya. Andrian juga selalu memperlakukan Senja seperti seorang Ratu. Hidupnya saat ini seperti kisah cinderella yang bertemu dengan pangeran yang baik, tampan dan juga kaya. 


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan, di tengah perjalanan tiba-tiba Andrian mendapatkan sebuah panggilan telepon. Sehingga membuat ia harus mengangkat teleponnya dan menyuruh senja untuk masuk terlebih dahulu. 


Ketika Senja masuk ke dalam private room yang telah di pesan oleh teman-temanya, semua mata menatap ke arahnya. 


"Hai … sory ya aku telat soalnya tadi masih ada urusan," Sapa Senja kepada semua teman-temannya seraya tersenyum.


Senyuman Senja seketika memudar di saat Netranya bersitatap dengan seorang pria yang pernah singgah di hatinya sekaligus menorehkan luka yang cukup dalam. 


" Hai Sen," Sapa mike, lalu berdiri dari tempat duduknya dengan mengulurkan tangannya di hadapan Senja. 


Bukanya membalas uluran tangan dari Mike, Senja justru berlalu pergi meninggalkan mike mencari tempat duduk yang kosong untuk dua orang. Ketika melihat senja yang berlalu pergi meninggalkanya tanpa membalas uluran tanganya, Mike merasa sangat canggung dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Cintya, menatapnya dengan sorot mata tajam dan kesal.


" Oh iya Sen, katanya lo mau nikah, kapan? Kok calon suami lo gak diajak?" tanya Rani untuk mencairkan suasana yang terlihat canggung.  


" Em … Iya gue sebentar lagi mau nikah, dia ikut kok hanya saja masih ada urusan diluar."


"Kalau udah mau nikah kok lo gak pernah upload foto sama pacar lo sih Sen? Atau foto pas lamaran? Apa jangan …. Jangan lo bohong lagi! Biar kelihatan kalau lo itu udah move on dari Mike." Cecar salah satu teman Senja yang dari dulu tak pernah menyukainya. 


" Bisa jadi sih, kita semua juga tau gimana cintanya Senja dulu sama Mike sampai setelah putus dari Mike dia gak pernah dekat sama cowok manapun! " imbuh Cintya.


" Eh ... Pelakor bisa gak sih, mulutnya itu di jaga! Lagian ya ..." sebelum Rani menyelesaikan ucapanya Senja lebih dulu menghentikan Rani untuk berhenti. Senja tidak ingin acara reuni pertama mereka menjadi canggung gara-gara masalah masa lalu.


Mendengar Rani yang mengatakan bahwa dirinya pelakor, Cintya ingin berdiri dan melabrak Rani tapi Mike segera mencegahnya karena apa yang dikatakan olen Rani itu benar. Cintya adalah salah satu penyebab Senja dan Mike putus.


Cintya memang sudah lama menyukai Mike tapi Mike justru mencintai Senja. Dengan otak liciknya, Cintya mencoba menghasut Mike dengan memberikan sesuatu hal yang tak akan pernah Senja berikan kepada lelaki yang bukan suaminya.


Andrian yang sudah berada di depan pintu dan mendengar perdebatan itu segera membuka pintu ruangan itu. Melihat ada yang datang, seketika pandangan mereka tertuju padanya. 


Dengan langkah cepat, Andrian berjalan menuju tempat dimana senja duduk senja lalu mencium puncak kepala Senja. "Maaf ya sayang, kamu sudah menunghu lama," ucap Andrian seraya tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya, perkenalkan nama saya Andrian tunangan Senja."  


Mendengar apa yang dikatakan oleh Andrian, semua yang ada di dalam ruangan itu sedikit terkejut dan bergiming.


"Tunangan? Senja sudah tunangan, kapan? Kok gue gak tau!" desis Cintya.


"Gila! Ini beneran calon suami Senja? Ganteng banget …. Sudah kayak aktor atau model gitu!"


" Jadi, Senja beneran udah mau nikah? Ini Mah dikhianati sama ikan ****** dapat ganti Ikan koi!"


Selesai memperkenalkan diri, Adrian duduk di samping senja seraya memberikan senyuman manis dan tatapan penuh cinta kepadanya. Sedangkan Mike sudah mengepalkan kedua tangan nya merasa cemburu ketika melihat senja sudah move on darinya dan mau menikah. 


Gue kira Senja masih belum bisa move on dari gue, ternyata dia justru sudah tunangan!" batin Mike.


"Eh Sen, Kalian seriusan sudah tunangan?" tanya Arini yang penasaran karena setelah putus dengan Mike, Senja tidak pernah memposting foto bersama seorang pria. Bahkan foto pertunangan saja tidak di unggah ke media sosial. 


"Em … Iya benar, kita sudah tunangan tiga hari yang lalu, dan kebetulan hari ini juga sekalian mau memberikan kalian undangan pernikahan kami," sahut Andrian.Sedangkan Senja mengeluarkan beberapa undangan dari paper bag yang ia bawa tadi dan memberikan undangan kepada temanya satu-satu. 


Setelah Senja memberikan undangan itu, mereka segera membuka dan membaca buku undangan yang diberikan oleh Senja. 


"Wah, pernikahan kalian seminggu lagi!" ujar salah satu teman cewek Senja. 


"Wah Sen, tempat pernikahan lo di tempat hotel mewah, hebat lo Sen. Gue pasti akan datang, tenang aja."


"Iya kita juga akan datang," sahut teman yang lainya. 


Senja menatap ke arah Andrian, sikap temanya yang acuh kepadanya ketika melihat Andrian datang, seketika berubah menjadi hangat. Merasakan Senja yang terus menatapnya, Andrian menggenggam tangan senja seperti sedang memberikan kekuatan pada sang kekasih. 


Senja memang tak terlalu dekat dengan teman-teman satu angkatannya yang rata-rata berasal dari keluarga kaya, mungkin hanya dia yang berasal dari keluarga sederhana kuliah di jurusan ini dengan mendapatkan beasiswa. Apalagi paras Senja yang cantik, selalu saja menjadi pusat perhatian para cowok membuat beberapa gadis di kelasnya merasa iri dan tidak suka dengan nya. 


Dalam kelas ini Senja hanya memiliki satu teman dekat yaitu Rani. Meskipun senja tak dikucilkan tetapi ia sering mendapatkan tatapan sinis dari para wanita-wanita yang membencinya. 


"Beb, dari tadi kamu kenapa natap senja terus sih! Kamu masih cinta sama dia? Dia kan udah mau nikah!" desis Cintya.


"Lo diem!"


Setelah itu mereka makan bersama, dan bertanya-tanya bagaimana awal mereka bertemu sampai memutuskan untuk menikah. Melihat Senja yang mulai merasa tak nyaman, Andrian segera meminta pamit kepada teman-teman Senja. 


"Oh ya, kalau gitu kita pamit dulu ya. Soalnya masih ada urusan yang harus kita urus, kalian tenang saja makanan kali ini biar saya yang traktir sebagai hadiah pertemuan pertama kita. Jadi, kalian nikmati saja makananya." Andrian mengajak Senja untuk pergi, sedangkan Senja terus menatap Andrian dengan tatapan tak mengerti. 

__ADS_1


" Makasih ya Rian, Semoga acara kalian lancar sampai hari H. Kita pasti akan datang kok! " ucap Rani.


Setelah keluar dari ruangan itu Andrian pergi ke kasir untuk membayar semua tagihan makananya. Senja ingin melihat nota makanannya tapi Andrian mencegahnya lalu memberikan kasir itu black card miliknya.


" Kak, kenapa kakak repot-repot membayar semua tagihan makananya sih. Itu kan gak murah, Senja bayar sebagianya ya," Senja sudah ingin mengambil uang miliknya tapi ditahan oleh Rian.


"Udah gak usah sayang, lagian itu sudah seharisnya kakak lakukan, dan kakak mampu membayar itu semua. Jadi, kamu tenang saja. Oke!" Andrian mengusap rambut Senja, lalu mengambil kartunya dari petugas kasir. Setelah itu mereka pergi dari restoran itu.


......................


Di sisi lain, terlihat Carol yang terus memandangi hasil dari pemeriksaan Dira hari ini. Raut wajahnya terlihat lebih fresh dari sebelumnya.


"Oh ya Dir, mulai sekarang kamu harus jaga kondisi tubub kamu ya. Jangan terlalu capek, kamu ingat kan apa yang dikatakan oleh dokter."


"Iya ma, Dira ingat!"


Karena sudah merasa tak sabar memendam berita ini sendiri. Carol segera mengirimi Ken pesan.


Carol : Ken segere pulang! Terjadi sesuatu sama Dira.


Ken : Dira kenapa ma?


Carol : pokoknya kamu cepetan pulang, ini gawat!


Tulis Carol dengan memberikan emotikon bahaya.


Saat ini Carol sedang tersenyum puas menatap layar handphonenya, membayangkan bagaimana ekspresi anaknya ketika membaca pesan darinya. Ia pasti akan sangat khawatir dan segera pulang ke rumah, melihat bagaimana dia sayangnya kepada istri tercintanya itu.


"Mama kenapa kok senyum-senyum sendiri?"


"Oh ... Mama lagi membayangak sesuatu lucu yang akan terjadi," jawabnya dengan masih terus tersenyum.sedangkan Dira hanya bisa menautkan kedua alisnya karena tak mengerti dengan maksud mertuanya.


Dan benar saja, setelah mendapatkan pesan dari Carol. Ken tidak fokus dengan rapatnya dan menyuruh Rendi menggantikanya. Sedangkan ia segera keluar dari tempat rapat dan mencoba menelfon ke no Carol tapi tak dijawab.


Melihat hal itu Ken menjadi semakin panik dan berlari pergi menuju temlpat parkir untuk mengambil mobilnya. Setwlah sampai di tempat parkir ia segera menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi pergi dari area kantor PT Fabio grup.


...****************...


Maaf ya author baru up karena dari kemarin anak author demam dan rewek sehingga baru sempat ngetik dan up. Semoga kalian suka.

__ADS_1


__ADS_2