Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kisah Agatha (S2)


__ADS_3

16 Tahun Lalu.


Samuel adalah seseorang yang sangat suka sekali berwisata di tempat-tempat tersembunyi dan belum banyak di kunjungi oleh wisatawan lain. Meskipun Ia seorang pebisnis, tapi Ia mempunyai akun media sosial khusus meng-upload tempat wisata yang indah. Dan kebetulan saat itu Ia sedang berada di bawah tebing bersama timnya, saat melihat ada yang jatuh dari atas tebing Ia segera terjun ke dasar laut untuk menolongnya.


Saat Ia berhasil menemukannya, wanita itu sudah dalam kondisi 'tak sadarkan diri. Namun, Ia masih bernafas. Melihat kondisi magnet di bawah tebing yang mulai kuat, mereka memutuskan untuk segera pergi dari sana. Samuel segera membawa wanita itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, dan untung saja masih bisa tertolong, tetapi dalam keadaan koma.


Saat itu, belum ada berita tentang orang jatuh dari tebing. Jadi, Samuel tidak tahu siapa wanita yang telah Ia tolong. Saat Brian datang ke rumah sakit untuk menemui Sam, Ia segera memeluk wanita itu dan memanggilnya Momy.


Saat itu, Samuel terkejut ketika mendengar Brian bisa berbicara dan hal pertama yang Ia ucapkan adalah Momy. Samuel sangat bahagia sekali, akhirnya di usia brian yang sudah menginjak 3 tahun, Ia bisa bicara juga.


"Brian, coba sekali lagi sayang,"


"Momy," ucap Brian sambil memegang tangan wanita itu.


Samuel tersenyum dan memeluk Brian karena ternyata anaknya bukanlah anak bisu, dia bisa berbicara walaupun masih awal.


"Boss, ada urusan mendadak dan kita harus pulang sekarang!" ucap asisten Samuel.


Awalnya Samuel ingin meninggalkan wanita itu dan menyuruh pihak rumah sakit untuk mencari keluarganya. Namun, ketika mau pergi Brian terus menangis memanggil wanita itu dengan sebutan Momy dan memeluknya. Sikap Brian menunjukkan bahwa Ia tidak mau di pisahkan oleh wanita itu.


Samuel tahu Brian melakukan itu karena Ia merindukan Agatha, tapi kenapa harus wanita itu yang bisa membuat Brian berbicara. Padahal selama ini juga banyak sekali wanita yang dekat dengan Samuel, tetapi Brian tidak pernah bereaksi sama sekali hanya dengan wanita ini.


"Tuan, apa sebaiknya kita bawa wanita ini ikut ke New York saja? Sepertinya Brian sangat menyukainya," ucap Nanny Brian.


"Tapi, Aku tidak tahu siapa wanita ini!" pungkasnya.


" Bukankah Anda mengatakan bahwa Ia jatuh dari tebing? mungkin dia memang ingin mengakhiri kehidupannya di sini. Jadi, sepertinya tidak masalah kalau kita membawanya ke New York dengan memberikan kehidupan baru untuknya! " usul Nanny Brian.

__ADS_1


Setelah memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Nanny Brian, Samuel akhirnya setuju untuk membawa wanita itu ke New York. Untungnya Samuel adalah orang kaya sejak kecil sehingga dengan mudahnya Ia bisa membawa wanita itu ke New York tanpa tanda pengenal ataupun paspor hanya butuh uang untuk menyuap.


Saat kembali ke New York, Samuel masih terus memberikan perawatan terbaik untuk wanita itu selama Ia masih bernafas dan ternyata Dia memang membawa banyak perubahan kepada Brian. Dalam keadaan 'tak sadarkan Diri saja, Ia bisa membuat Brian terus menemaninya, serta mengajaknya berbicara.


Setelah setahun koma, akhirnya wanita itu sadar juga tanpa ingat apapun. Hal itu justru membuat Samuel tidak kesulitan karena Ia sendiri tidak mengingat siapa dia sebenarnya.


"Kamu siapa?" tanya wanita itu saat pertama kali bangun dari komanya.


Saat Samuel mau menjawab, tiba-tiba Brian datang.


"Momy ..." seru Brian yang sudah berumur 4 tahun. Ia langsung memeluk wanita itu dan terus memanggilnya Momy dan menciuminya.


"Momy ... Bri kangen," lirihnya yang masih bingung kenapa anak laki-laki itu memanggilnya momy.


"Dia adalah Anak kita Brian. Aku adalah suamimu dan Kamu Istriku!" ucap Samuel menjelaskan kepada wanita itu.


Waktu demi waktu terus berjalan, Agatha sudah sangat dekat sekali dengan Brian. Namun, Ia tetap tidak mau di sentuh oleh Samuel. Saat Samuel ingin mencium, Agatha langsung merasa pusing dan tiba-tiba terlintas memori yang Ia tidak tahu apa itu. Akhirnya Samuel mengurungkan niatnya dan menunggu sampai Agatha siap.


Di saat Brian menyuruh Sam untuk mencium Agatha seperti orang tua yang lainnya, setelah ciuman tiba-tiba bibir Agatha akan membengkak seperti Alergi dengan ciuman Sam. Jadi, sejak saat itu Sam tidak pernah lagi mencium bibir Agatha, dan dia memberikan pengertian kepada Brian agar Ia juga tidak menyuruhnya lagi .


***


"Kenapa Kamu hanya diam saja, Sam? Sebelum datang ke Indonesia Aku menemukan foto Agatha yang asli!" lontarnya yang langsung membuat Sam terbelalak.


"Apa maksud Kamu?"


"Ya, itu tadi. Aku menemukan sebuah foto mirip dengan foto yang pernah terpajang di saat awal Aku masuk ke rumahmu!" pungkasnya.

__ADS_1


"Sam, Aku tidak tahu apa alasan Kamu melakukan itu semua. Yang Jelas Aku ingin tahu siapa Aku!" pinta Agatha untuk terkahir kalinya.


"Sudah Aku katakan berkali-kali, Kamu adalah Agatha Istriku dan Ibu dari Brian!" tandas Samuel yang segera berlalu pergi meninggalkan Agatha.


Sampai kapanpun Ia tidak akan memberitahukan apa yang telah terjadi sebenarnya karena Sam tidak ingin melihat Brian sedih melihat Agatha pergi setelah mengetahui semuanya.


Selama ini Sam sudah cukup bersabar untuk tidak menyentuh Agatha, tetapi untuk hal yang lainnya Ia tidak akan mudah melepaskan Agatha. Selama ini Sam bertahan hanya demi Brian yang tidak ingin mempunyai keluarga broken home.


Melihat Sam yang pergi, Agatha hanya bisa menangis sambil mengacak-acak rambutnya karena belum mendapatkan jawaban yang pasti.


Ia benar-benar sudah capek! Hidup dalam cangkang kosong seperti ini. Ia ingin menjadi orang yang normal tanpa bayangan mimpi buruk dan potongan puzlle yang tidak tahu apa artinya .


***


Di dalam kamar, terlihat seorang pria tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Saat memakai dasi, Ken akan teringat Kembali bagaimana ekspresi Dira saat pertama kali memakaikan dasi untuknya. Wajah blush karena mau di tatap oleh suami.


"Ayo pakaikan, Mas dasi!"


"Baiklah . Apakah jarak kita harus sedekat ini untuk memakaikam dasi? Mas ... Suka banget deh iseng. Udah sana berangkat ke kantor! Jangan cium mulu!


Meskipun kebersamaan mereka hanya sebentar, tetapi kamar ini menyimpan segudang memori saat bersama Dira, sekaligus kamar yang menjadi saksi terjalinnya kisah cinta mereka.


Saat melihat ke arah sofa, memori tentang bagaimana sikap manjanya Dira saat hamil Anne juga terlintas kembali. Dimana saat itu Ia akan mencium pipi Ken saat Ia menuruti keinginanya.


Sayang ... bagaimana Aku bisa melupakanmu jika memori tentangmu saja masih terlihat begitu sangat jelas.


...****************...

__ADS_1


Gimana? Udah lunas hutang flashbacknya? Atau masih kurang. Kalau masih kurang ngena di hati nanti akan Author revisi. 😂😁


__ADS_2