Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Amnesia atau tidak?


__ADS_3

Kamu siapa? Dua kata yang dapat membuat hatinya terasa sakit, serta mulut yang sulit untuk mengeluarkan suatu kalimat untuk menjawab pertanyaan itu. Apa yang akan ia jawab kepada pria yang baru sadar dari komanya ini. 


"A-ku Dira mas, Apa kamu gak ingat sama aku?" ucapnya dengan nada sedikit terbata-bata. 


Ken memainkan bola matanya naik turun serta mengernyitkan dahinya, lalu hanya memberikan jawaban dengan gelengan kepala pelan.


Melihat jawaban Ken yang tak mengenalnya, kemudian Dira menatap ke arah dokter yang masih berdiri di sampingnya seperti sedang meminta penjelasan. 


"Begini … Apa Anda ingat dengan kejadian yang menimpa Anda sebelumnya?" 


Ken terdiam lagi. "Saya tidak ingat, memangnya apa yang terjadi dengan saya?" jawabnya dengan memberikan pertanyaan lagi ke dokter.


"Bagaimana dok, Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mas Ken mengalami Amnesia?" 


"Saya belum bisa memastikannya sekarang, tapi saya akan melakukan CT scan pada otaknya terlebih dulu untuk memastikan apakah pak Ken Amnesia atau tidak," paparnya. 


" Baiklah dok, kalau begitu Terimakasih. "


" Sama-sama, kalau begitu saya pamit terlebih dulu. Nanti akan ada perawat yang datang untuk menjemput pak Ken untuk melakukan CT scan", pamitnya.


Dira hanya meja2ab dengan menundukkan kepala. Melihat  dokter dan  perawat telah keluar dari ruangan ICU, Dira kembali menoleh ke arah Ken. 


"Mas kenapa? Apa ada yang perlu dibantu?" tawarnya ketika melihat Ken yang terus menatap ke arah kanan. 


"Saya haus, mau minum." cetus ya dengan terus menatap air minum yang ada di atas nakas. 


Dira hanya tersenyum dan mengambilkan air putih yang ada di atas nakas, dan juga membantu Ken untuk minum dengan menggunakan sedotan. Selesai minum Ken merasa sangat lega, karena tenggorokannya yang sedari tadi terasa kering telah basah kembali. 


"Mas mau saya ambilkan apalagi? Apa mau makan?" tawarnya lagi kepada Ken. Tapi Ken hanya menggelengkan kepala karena dia memang belum merasa lapar hanya merasa haus saja. 


Selang beberapa menit, ada beberapa perawat yang datang kembali ke ruangan ICU untuk membawa Ken melakukan CT scan. 


Melihat Ken yang dibawa keluar, Dira juga ikut keluar dari ruangan ICU. Dia mencoba menelepon Carol untuk memberitahukan kabar bahagia kalau Ken telah sadar. 


Dira : Halo Assalamualaikum tan… 


Carol : Waalaikumsalam, ada apa sayang? 


Dira : itu Dira mau kasih kabar, kalau mas Ken sudah siuman. 


Carol : Alhamdulillah ya Allah … . Ucapnya dengan penuh rasa syukur sampai mengusap wajahnya dengan kasar. Karena terlalu bahagianya Carol sampai berdiri dari tempat duduknya. Kean dan Lean yang masih asyik bermain, ketika mendengar  ucapan syukur serta  raut wajah bahagia dari Carol menjadi penasaran dan segera mendekat untuk mendengarkan apa yang membuat Carol sebahagia itu. 

__ADS_1


Carol : Ya sudah kalau begitu, Tante akan segera kesana sekarang juga. 


Dira : Iya tan, hati-hati di jalan ya. 


Carol : Iya sayang, kalau begitu tante tutup teleponnya dulu ya. Soalnya tante mau siap-siap untuk berangkat ke rumah sakit. 


Setelah itu panggilan di telepon telah di matikan. Dira memang sengaja tidak memberitahukan kabar yang sebenarnya karena dia tidak Ingin berita bahagia kalau Ken telah sadar, menjadi kekhawatiran lagi karna mendengar bahwa Ken tidak ingat. Lagian Ken juga masih harus diperiksa terlebih dulu untuk memastikan amnesia atau tidak.


Saat ini Kean dan Lean sudah berdiri di depan Carol.


"Oma dapat panggilan telepon dari siapa? , sampai  begitu bahagia," tanya Lean penasaran.  


"Oma baru saja dapat telepon dari mama, katanya papa … 


Kean dan Lean antusias untuk mendengarkan jawaban Carol yang terputus, dan terus menunggu jawaban selanjutnya tapi Carol justru iseng menghentikan ucapannya. 


Melihat Carol yang tidak melanjutkan ucapannya, dan  hanya tersenyum membuat Kean dan Lean kesal dan mengerutkan keningnya. 


"Oma … papa kenapa?" 


"Papa udah Siuman." 


Hanya mendengar 3 kata dari Carol, itu sudah membuat wajah mereka ikut bahagia. Kean Lean saling pandang dan… 


"Oma … oma, Kalau gitu kita ikut oma ke rumah sakit ya … untuk jenguk papa, boleh kan Oma?" pinta Kean dengan memegang tangan Carol. 


Carol hanya menjawab dengan anggukan kepala, hanya dengan jawaban itu saja sudah membuat mereka bahagia kegirangan dan segera  berlari naik tangga untuk menuju kamar mereka. 


" Kalian hati-hati kalau jalan, jangan lari-lari nanti jatuh," teriak Carol dari tempatnya berdiri dengan masih menatap dua cucu kembarnya yang berlari menaiki naik tangga menuju kamar mereka dengan kegirangan. 


Andai saja kamu bisa melihat ekspresi dan tingkah anak kamu ini Ken, pasti kamu juga akan merasa sangat senang dan bahagia. Sepertinya Mereka sudah sangat menyayangi kamu Ken … mama juga sangat senang melihat mereka ada di sini, Karena sejak mereka tinggal disini rumah ini semakin terlihat seperti sebuah rumah yang hangat dan hidup. 


......................


Disisi lain Dira masih terus menunggu di depan ruangan dimana Ken  melakukan CT scan. Setelah beberapa menit berada di dalam, Dokter keluar dari ruangan itu. 


"Bagaimana dok hasilnya?" tanya Dira penasaran. 


"Anda bisa ikut ke ruangan saya dulu, nanti akan saya jelaskan disana."


Dira mengangguk dan mengikuti langkah Dokter Bram menuju ruangannya. Sesampainya di ruangan dokter bram, Dira dipersilahkan untuk  duduk di kursi depan meja kerja dokter Bram. Sedangkan dokter bram masih menyiapkan gambar hasil CT scan Di layar monitor.

__ADS_1


"Jika dilihat dari hasil CT scan otak pak Ken, hasilnya bagus, sepertinya tidak ada  gegar otak ataupun masalah lainya, mungkin pasien hanya butuh waktu saja untuk mengingat kembali ingatanya. Karena pasien sempat menjalani  operasi dan juga koma sebentar, sehingga kesadaran dan ingatanya belum pulih sepenuhnya. Jadi, pihak keluarga bisa perlahan-lahan  membantu pak Ken  untuk mengingat lagi memorinya, tapi jangan dipaksakan agar pasien tidak mengalami  stres" jelasnya dengan sangat rinci. 


"Alhamdulillah ... ,  kalau kondisi tubuh yang lainya bagaimana dok? Apa masih ada masalah?" 


"Sejauh ini, kondisinya sudah jauh lebih baik. Pasien juga sudah bisa pindah ke ruang inap biasa tidak perlu di rawat di ICU lagi"imbuhnya.


Hal itu membuat Dira menghela nafas panjang, seperti sedikit melepaskan beban kekhawatirannya. 


" Kalau begitu saya pamit keluar dan terimakasih sekali lagi."


"Sama-sama bu Dira, ini juga sudah tanggung jawab saya sebagai dokter."


Setelah itu Dira keluar dari ruangan dokter Bram, dan pergi untuk mengurus perpindahan kamar rawat inap untuk Ken. 


Setelah selesai mengurus semuanya, para perawat membantu untuk memindahkan Ken ke ruangan rawat inap. Di saat Dira masih sibuk meletakkan barang-barangnya, tiba-tiba teleponnya berbunyi. Segera Dira mengambil benda persegi itu di dalam tasnya, ternyata panggilan telepon dari Carol. 


Dira : Halo …  Assalamualaikum tan, Ada apa? 


Carol : Waalaikumsalam … Dir, ini tante sudah sampai di depan ruangan ICU, tapi ruangannya kosong. Terus saat tante tanya ke petugas jaga ICU katanya Ken sudah dipindahkan tapi mereka tidak tahu dipindahkan kemana. 


Dira : Astagfirullah … iya, Dira lupa untuk menelepon tante kalau mas Ken sudah pindah ke kamar VVIP xxx. 


Carol : Oh… yasudah kalau begitu tante akan kesana. 


"Gimana oma? Papa sama mama dimana?" tanya Lean.


"Papa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, jadi sekarang kita kesana aja ya …" ajak ya kepada kedua cucu kembarnya itu. 


Ken yang terbaring diatas ranjang pasien terus menatap ke arah Dira.


"Mas kenapa menatap saya seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Dira.


...****************...


Coba tebak ya... Ken hilang ingatan atau hanya pura-pura?



Makasih banyak sekali untuk kalian yang udah selalu support novel ini sampai bisa di titik ini. 🙏🙏


Author sungguh terharu bisa sampai di titik ini, karena ini novel pertama yang di kontrak dan bisa mempunyai pembaca sampai mencapai 1m. Sayang banyak-banyak dari author untuk kalian semua💕💕💕

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya biar author lebih semangat lagi.


__ADS_2