Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
CLBK (S2)


__ADS_3

Dira terus menatap Ken sambil tersenyum saat melihat Ia makan begitu lahap seperti orang yang begitu kelaparan. Sebenarnya bukan kelaparan lebih tepatnya sangat merindukan rasa masakan ini.


Di lantai atas, terlihat dua pria tampan tengah menyaksikan kebersamaan kedua orang tuanya yang terlihat begitu romantis. Lean dan kean tersenyum bahagia saat melihat ken sudah tidak menghindari Dira, bahkan Ia memakan masakan Dira dengan begitu lahapnya.


"Sepertinya bakalan ada yang CLBK, deh!" seru Lean.


"Apa itu!"


Lean menoleh ke arah Kean sambil geleng-geleng kepala saat mendengar Kean tidak tahu apa arti dari CLBK. "Apa Kakak tidak tahu kepanjangan dari CLBK?" tanya Lean untuk memastikan kembali dan dijawab sebuah gelengan oleh Kean.


"Dasar manusia robot! kerjaannya di depan komputer terus untuk membuat program, koding sampai bahasa gaul saja tidak tau!" ledek Lean yang seketika mendapatkan sorotan tajam dari Kean.


" Biasah aja kalau natap! Iya Aku tahu kalau aku itu genteng! Jadi gak usah menatapku seperti itu, nanti over dosis lho!"


Melihat adiknya yang begitu narsis membuat Kean memicingkan mata. "Apakah penyakit narsismemu itu tidak bisa di sembuhkan?" cetus Kean lalu di jawab sebuah gelengan kepala oleh Lean. Ia sudah terbiasa di ledek narsis oleh Kean.


"Oh, ya dek. Kamu punya hutang penjelasan dengan Kakak soal, mama!" ujar Kean.


Lean melirik ke arah Kean. "Baiklah, karena Aku ini baik, tampan dan tidak pelit. Aku akan menceritakan semua tentang mama yang aku tahu," pungkas Lean.


Kemudian mereka berdua pergi masuk kedalam kamar meninggalkan dua orang dewasa yang masih bernostalgia bersama.


"Hei ... Apa itu CLBK?" lirih Kean saat mereka berjalan masuk ke kamar.


"Cinta lama belum kelar!" tandasnya yang tiba-tiba mendapatkan pukulan dari Kean karena bisa-bisanya Lean mempunyai perumpamaan seperti itu untuk mama dan papanya.


***


"Kenapa Kamu terus menatapku? Apakah ada yang salah?" tanya Ken saat menyadari bahwa Dira terus menatapnya. Sedangkan Dira hanya meenggelengkan kepala.


Dira hanya merasa ada sesuatu yang aneh dalam hatinya, selama ini Ia tidak pernah merasakan hal ini saat bersama Samuel. Padahal kebersamaan mereka bisa di bilang cukup lama, tetapi tidak ada yang spesial saat bersama Samuel.


Mungkin karena tidak ada rasa cinta di antara mereka sehingga membuat hubungan mereka tidak spesial. Selama ini Samuel akan sibuk bekerja, pergi bersama pacar ataupun gadis bayaran yang Ia sewa. Samuel akan bersama Dira jika ada keperluan bisnis atau sesuatu yang menyangkut Brian dan keluarganya, selain itu Dira tidak ada nilainya di mata Samuel.

__ADS_1


"Apa Kamu tidak mengantuk?" tanya Ken.


"Tidak, apa Mas sudah selesai makannya? Biar aku bereskan kalau sudah,"


"Tidak perlu, biar aku sendiri yang membereskannya," pungkas Ken. Kemudian mencoba untuk berdiri dari duduknya.


"Mas," panggilnya.


"Iya, ada apa?"


"Kenapa Kamu terlihat begitu canggung saat berbicara denganku? Apa Kamu tidak___"


Ken duduk kembali saat mendengar Dira tidak melanjutkan ucapannya.


"Tidak apa?"


"Ti_ tidak suka aku di sini?" pungkasnya.


Ken tersenyum saat melihat ekspresi Dira yang giliran terlihat canggung. "Aku bukannya tidak suka, tetapi Aku hanya__"


Kemudian menganggukkan kepala saat mendengar ucapan Dira. Dira menundukkan kepala sebentar lalu menghela nafas. "Jika Aku mengatakan bahwa Aku bukanlah istri Samuel, apakah kamu akan percaya?" tanya Dira.


Ken mengerutkan kening saat mendengar ucapan Dira, ada rasa bahagia sekaligus perasaan aneh hinggap pada dirinya.


"Maksud Kamu apa, Dir?" jawab Ken dengan sebuah pertanyaan kembali.


"Aku tidak pernah menikah dengan Samuel!" pungkasnya.


Ken terbelalak, jantungnya tiba-tiba memompa begitu cepat saat mendengar Dira yang mengatakan bahwa Ia sebenarnya tidak pernah menikah dengan Samuel.


"Jika kalian tidak pernah menikah lalu kenapa Kalian terlihat begitu mesra, dan mr. Samuel juga memperkenalkan Kamu sebagai istrinya?"


Dira tersenyum lalu menjelaskan alasan kenapa Ia bisa di perkenalkan sebagai istri Samuel. Ia juga menceritakan bagaimana hubungan mereka selama 16 tahun ini serta mimpi-mimpi yang terus muncul dalam tidurnya selama ini.

__ADS_1


Ken hanya terus diam dan mendengarkan semua cerita Dira, Ia tidak mengira bahwa selama 16 tahun ini kehidupan Dira juga tidaklah mudah. Ada rasa sakit, bahagia, marah secara bersamaan. Rasa sakit karena tidak bisa menemukan Dira lebih awal dari Samuel sampai harus membuatnya menjalani kehidupan yang bagaikan drama, rasa bahagia karena ternyata Dira bukanlah istri sah dari samuel serta tidak tersentuh oleh pria manapun kecuali dirinya, dan rasa marah karena Samuel telah menipu Dira mengatakan bahwa Ia adalah istrinya.


Meskipun Samuel adalah orang yang telah menyelamatkan Dira, tidak seharusnya dia menutupi jati diri Dia dengan berbagai kepalsuan yang telah Ia buat. Jika Samuel adalah orang baik, seharusnya Ia bisa mencari tahu siapa wanita yang telah Ia temukan, tetapi Ia tidak mencarinya justru membohongi Dira dengan mengatakan bahwa Ia adalah istri dan ibu dari anaknya.


Besok aku harus menemui mr. Samuel untuk menanyakan apa alasan dia melakukan ini semua. Batin Ken dengan tangan yang sudah mengepal.


Setelah itu, Ken memberanikan diri untuk memegang tangan Dira. Sedangkan Dira merasa seperti ada sengatan listrik yang menjalar ke tubuhnya, tetapi ada rasa nyaman juga secara bersamaan.


"Jadi, Kamu tahu kalau selama ini mr. Samuel sering pergi bersama___" Ken kembali tidak melanjutkan ucapannya.


"Bersama para wanita bayaran?" pungkas Dira.


Ken kembali terperangah saat mendengar Dira selalu saja tepat sasaran dalam menjawab ucapan yang sulit Ia lanjutkan.


Dira tersenyum dan menganggukkan kepala, menandakan bahwa Ia memang tahu.


"Apakah Kamu tidak pernah merasa sakit hati?"


"Anehnya Aku tidak pernah sama sekali merasa sakit hati saat melihat Samuel pergi dengan wanita lain, bahkan Aku tidak pernah merasa suka dengan Samuel sedikitpun. Selama ini kehidupanku hanya fokus untuk mengurus Brian yang aku kira adaah anakku, tapi ternyata bukan!" jelasnya.


Tiba-tiba Ken memeluk Dira untuk memberikannya kekuatan sekaligus menumpahkan rasa rindu yang sudah Ia pendam selama 16 tahun ini. Pelukan yang di berikan ken begitu hangat, menenangkan dan seperti ada rasa keamanan.


Ternyata hatiku bisa tergerak ketika bersama suamiku yang sebenarnya. Apa mungkin Aku dulu sangat mencintainya sehingga tidak bisa mencintai orang lain selain dirinya. Sekalipun di saat aku tidak ingat siapa diriku. Batin Dira yang masih menikmati pelukan dari Ken.


Ya Allah, terima kasih karena engkau sudah menyelamatkan istriku. Meskipun baru sekarang kita di pertemukan kembali, setidaknya engkau masih menjaga kehormatannya sebagai istriku dan membuatnya tidak melakukan zina bersama pria lain!


Setelah cukup lama berpelukan, Ken mulai melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Dira lekat-lekat.


"Terimakasih Karena masih hidup dan mau kembali ke keluarga ini. Selama ini pernikahanku tercatat sebagai cerai mati sehingga ...Kita harus menikah kembali jika ingin bersama. Jadi, apakah Kamu mau menikah sekali lagi dengan, mas? Dan memberikan keluarga yang utuh bagi anak-anak? " ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


...****************...


Oke, maaf baru up ya... Karena lagi gak enak badan othor jadi gak bisa nulis kelanjutanya untuk kalian.

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita part ini. Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya yang banyak ya🤣😂😁


Kalian bisa komen di bawah, mau terus lanjut cerita tentang Papa Ken dulu atau mau di selingi dengan cerita keluarga lainnya..


__ADS_2