Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Fitting baju pernikahan


__ADS_3

Mendengar Lean yang sudah memberikan nama untuk adiknya, Ken dan Dira hanya bisa saling pandang tak mengerti dengan anaknya yang satu ini. Dari awal dia memang yang paling antusias ingin punya adik perempuan dan ternyata dia sudah menyiapkan namanya lagi. (maaf ya penulisan di sebelumnya sebenarnya Lean yang sudah mengiapkan nama adik). 


"Lean, Kenapa namanya Anne? Kalau misalnya adiknya cowok gimana? Masak iya di kasih nama Anne!" tanya Dira yang penasaran kenapa Lean mengusulkan nama Anne.


"Nama Anne diambil dari nama belakang kita berdua Keane dan Leanne terus nama adik bayi Anneth tapi dipanggil Ann/Anne. Biar kelihatan mirip. Kok adiknya bisa cowok sih ma? Kan Lean udah pesen minta princess not prince! Because I don't want a little brother." Jelas Lean. 


" Begini sayang, yang menentukan adiknya cewek atau cowok kan Allah. Jadi mama sama papa tidak bisa memastikan kalau adiknya itu cewek," Kenzo mencoba memberi pengertian kepada Lean agar nanti dia tidak akan kecewa jika adiknya cowok bukan cewek. 


" Apakah tidak bisa memesan adik cewek saja? " tanya Lean lagi dengan bibir yang mulai manyun menandakan bahwa ia sedang kesal karena dia tidak menginginkan adik cowok. 


"Bukankah adik cowok dan cewek sama saja? Sama-sama adik!" sahut Kean. 


"No … no ..." dengan menggoyangkan jari telunjuknya. "Adik cewek dan cowok berbeda tidak sama!" tungkas Lean dengan melipat tangan di depan dada 


"Walaupun nanti adik yang ada di dalam perut mama cowok, papa akan buatkan Lean adik lagi sampai dapat cewek gimana?" imbuh Ken yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dira. 


Lean menghembuskan nafas kasar. " Lean tidak suka punya adik banyak, berisik! Just one and girl not Men!" Keinginan Lean saat ini seperti sudah final, tidak bisa diganggu gugat. 


" Yaudah, kalau Lean tetep pengen punya adik cewek. Berarti Lean harus sering berdoa sama Allah agar adik yang ada di dalam perut mama ini perempuan bukan cowok," terang Dira agar Lean tidak semakin ngambek


Semoga Allah mengabulkan permintaan kamu ya sayang, untuk menginginkan adik perempuan. Batin Dira sambil mengusap perutnya yang masih rata. 


Dira hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Lean yang begitu ngotot menginginkan adik cewek. Setelah perdebatan yang cukup panjang sampai membuat Dira pusing sendiri, akhirnya Kean dan Lean kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian, sholat lalu tidur siang.

__ADS_1


Setelah kepergian Kean dan Lean, didalam kamar itu tinggal menyisakan menyisakan Dira dan Ken.


"Sayang, Kenapa kamu tadi menatap mas dengan tatapan tajam saat mas mengatakan akan membuatkan Lean adik lagi kalau adiknya bukan perempuan?"tanya Ken yang masih penasaran alasan Dira menatapnya seperti itu karena menurut Ken banyak anak bukankah lebih bagus. Jadi, keluarga ini tidak sepi lagi.


"Ya karena Mas kalau ngomong seenaknya aja bikin lagi, Mas gak tau aja sih gimana rasanya hamil dan melahirkan!" cetus Dira yang beranjak bangun dari tempat duduknya.


Memangnya gimana rasanya hamil dan melahirkan?. Gumam Ken dalam hati.


......................


Di sisi lain, terlihat dua belah pihak keluarga tengah berkumpul di sebuah butik ternama di jakarta untuk melakukan fitting baju pernikahan anak-anaknya.


Di dalam ruangan ganti terlihat sepasang kekasih tengah mencoba baju pengantin untuk acara pernikahan mereka yang akan dilaksanakan seminggu lagi. Senja sudah berada di ruang ganti wanita untuk mencoba gaun nya, begitupun juga dengan Andrian mencoba tuxedo yang akan ia kenakan di acara resepsi pernikahan. 


"Wah … kalian memang benar-benar pasangan yang sangat cocok! Cantik dan juga Ganteng! . Bener gak Jeng?" puji Sekar seraya menggandeng lengan besanya Anita. 


"Iya benar Jeng, jadi gak sabar melihat mereka segera menikah." 


"Kalau aku sih, gak sabar melihat mereka segera memberikan kita cucu jeng," goda Sekar yang mampu membuat kedua calon mempelai bersemu merah, dan semua orang yang ada di ruangan itu ikut tertawa mendengar ucapan Sekar. 


" Mama … kalau ngomong jangan asal nyeplos aja! Lihat itu pipi mereka langsung memerah mendengar ucapan Mama. Lagian Mama sabar dulu, mereka pasti akan segera memberikan kita cucu kok!" imbuh Dito ayah Rian. Sedangkan Anita dan juga Dimas hanya bisa tersenyum mendengar calon besannya yang terlalu blak-blakan. 


" Oh ya, nanti kalian kalau menikah jangan ditunda ya produksi cucu mama! Meskipun Senja masih harus menyelesaikan sekolah profesinya, itu tidak akan jadi masalah kan Sen? Nanti kalau anak kalian lahir biar mama aja yang bantu jaga!" tawar Sekar yang sudah tak sabar ingin menimang cucu. 

__ADS_1


Sedangkan Senja bingung harus menjawab apa pertanyaan dari ibu mertuanya. Dia hanya menatap Andrian seperti sedang meminta bantuan untuk membantunya berbicara.


" Mama … apaan sih, kok ngomongin produksi segala. Emangnya kita pabrik cucu! " cetus Rian. 


" Bukan pabrik cucu, tapi … " Sekar segera menutup mulutnya. Ia tak melanjutkan lagi ucapannya takut menyinggung besannya.  


" Tempat merealisasikan keinginan kita untuk segera mempunyai cucu!" imbuh Anita. Seketika membuat semua orang di dalam ruangan itu tertawa lagi mendengar ucapannya yang tak kalah blak-blakan dari Sekar.


Sekar mengira bahwa besannya akan kaku dan tersinggung jika dia menginginkan Senja untuk segera melahirkan seorang cucu, tetapi ternyata mereka sama-sama gesrek soal seperti ini.


Sekar dan Anita kembali berpelukan, melihat mereka yang sefrekuensi. Membuat keduanya semakin dekat dan seperti tak ada pembatas lagi yang menghalangi. Ketika melihat hal itu, Andrian hanya bisa menepuk jidat karena ternyata mama dan ibu mertuanya sama-sama gesreknya. Sedangkan Senja hanya bisa terdiam terpaku melihat para orang tua membicarakan hal yang tak berfaidah menurutnya.


Bukanya Senja tak ingin segera mempunyai anak, dia juga tak ingin menundanya, tetapi soal itu kan Allah yang ngasih karena itu bukan kehendaknya.


Untung saja di butik ini hanya ada keluarga mereka saja, tidak ada pelanggan lain karena sepertinya keluarga Andrian telah memesan butik ini khusus untuk melayani Keluarga mereka saja. 


Setelah selesai fitting baju pengantin dan juga baju seragam keluarga, mereka semua melanjutkan acara untuk makan bersama di sebuah restoran yang telah di pesan sebelumnya. Keluarga Andrian memang orang kaya yang sangat humble, mereka juga tak pernah membedakan derajat seseorang dari statusnya karena mereka juga berawal dari orang tak mampu sebelumnya sampai bisa seperti sekarang. 


Keluarga Senja juga terlihat sangat nyaman dan cocok ketika berbincang bersama keluarga Andrian yang begitu baik dan bisa menghargai orang lain. Selama masa perkenalan keluarga, Dito dan Sekar terlihat begitu ramah dan menerima Senja serta keluarganya dengan apa adanya tak pernah merendahkan mereka sedikitpun. Apalagi saat ini Anita dan Sekar sudah begitu akrab jarak telah lama mengenal satu sama lain, membuat. Hubungan mereka seperti tak ada jarak yang menghhalangi.  


Menikah itu tidak hanya dua insan yang saling mencintai, tetapi juga tentang bagaimana menikahkan dua keluarga yang memiliki adat serta sifat berbeda menjadi suatu keluarga yang damai dan bahagia.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2