Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Amarah Seorang Carol


__ADS_3

Sambil menunggu dokter yang memeriksa Kean, Dira mencoba mengobati luka yang ada di wajah dan tangan Lean terlebih dulu. Selesai mengobati luka Lean, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Dira dan Carol segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan bagaimana kondisi Kean. 


"Dok, bagaimana kondisi anak saya? ." 


" Iya dok bagaimana kondisi cucu saya, apakah dia baik-baik saja?" Imbuh Carol.


" Alhamdulillah, Untungnya pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien tepat dan benar, sehingga membuat luka cideranya tidak terlalu parah. Hanya ada beberapa luka lecet, serta leher dan tangan yang harus di gips. Kita juga akan melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi, takutnya pasien mengalami gegar otak, " papar dokter laki-laki itu. 


" Terimakasih dok, kalau begitu apakah kita boleh masuk untuk melihat pasien? "tanya Dira. 


" Oh … silahkan."


Setelah itu mereka semuanya masuk kedalam ruangan UGD dimana Kean berada. Sedangkan dokter itu sudah pergi meninggalkan mereka.


Di dalam ruangan serba putih itu, terlihat seorang anak tengah terbaring diatas ranjang pasien dengan mata yang tertutup serta kepala yang diperban, leher, dan tangan yang sudah di beri gips.


Ketika melihat kondisi Kean yang seperti ini, membuat  Hati Dira sangat sakit dan hancur. Saat ini Kean sedang tak sadarkan Diri efek obat bius yang diberikan oleh dokter, Dira hanya bisa menyentuh tubuh Kean perlahan dengan meneliti setiap inci tubuh mungil anaknya yang terluka. Ia mencoba terlihat kuat dan menahan air matanya yang seakan ingin menetes dari pelupuk mata. 


Ya Allah Kean... Kenapa kamu bisa seperti ini sayang...


Carol yang melihat kondisi cucunya saat ini, segera. Meminta penjelasan dari Lean tentang apa yang terjadi .


"Lean, apa kamu bisa jelaskan sama oma apa yang telah terjadi? Kenapa kakak kamu bisa seperti ini?"


Awalnya Lean hanya terdiam, melihat wajah mama dan omanya yang sudah menunggu penjelasan darinya, akhirnya Lean berusaha untuk berbicara.


" Hari ini kita ada kegiatan di lantai dua sampai waktu pulang sekolah. Ketika waktunya pulang ada seorang ibu-ibu datang menghampiri kita dengan menarik lengan anaknya untuk menjauhi kita. Dia juga melarang anaknya untuk dekat-dekat dan bermain bersama kita, ibu itu  mengatakan bahwa kita adalah anak haram yang tak mempunyai ayah, ibu itu juga mengatakan bahwa mama adalah wanita tidak baik yang suka menggoda laki-laki kaya. Mendengar perkataan itu, Lean gak terima dan mengatakan bahwa kita bukanlah anak haram kita punya papa dan papa kita adalah pemilik Ceo dari PT Fabio grup. Tapi ibu itu tidak percaya dengan ucapan Lean, justru dia mengatakan bahwa kita hanya berkhayal bisa menjadi cucu dari keluarga Fabio. Terus ibu itu juga mengatakan kalau kita memang benar anak dari Seorang Kenzo kenapa tidak pernah ada berita tentang papa yang sudah menikah dan mempunyai anak. Ibu itu juga mengatakan bahwa dia kenal dengan keluarga Fabio, dan selama ini yang dia tahu bahwa papa itu masih single dan tidak suka dengan wanita. Ketika mendengar perkataan itu kakak langsung emosi dan mendorong ibu itu sampai jatuh ke lantai. Anaknya tidak terima kalau kakak mendorong ibunya lalu anak itu gantian mendorong kakak sampai jatuh  di lantai dekat tangga, Lean ingin membantu kakak dan berantem dengan anak itu sampai mendapat luka cakar ini. Ketika kakak melihat Lean terluka kakak ingin membalasnya tapi ibu itu langsung mendorong kakak sampai kakak jatuh dari tangga," ucap Lean menjelaskan apa yang telah terjadi. 


" Apa di sana tidak ada guru atau siapa yang membantu kalian? " tanya Carol lagi.

__ADS_1


Lean menggeleng saat itu mereka pulang paling terakhir karena menenangkan anak itu menangis karena ada barangnya yang hilang, tinggal ada miss Nadia yang pulang bersama kita. Di saat kejadian itu suster dari anak itu menghalangi miss Nadia agar tidak ikut campur dan menolong mereka. 


Mendengar penjelasan dari Lean, amarah Carol semakim memuncak. Sedangkan Dira juga merasa sangat marah, hatinya sakit, dan merasa bersalah ketika mendengar bahwa mereka seperti ini ada sangkut pautnya dengan dia. 


"Maafin mama ya sayang ... Sudah buat kalian seperti ini." ucap Dira dengan mengusap kepala Kean serta memeluk Lean.


"Mrs Nawang, siapa orang itu?" tanya Carol dengan raut wajah yang tak biasa. 


"Di- dia adalah ibu Sandra istri pemilik hotel xx direktur!."


Tanpa berpikir panjang Carol segera pergi dari ruangan itu. 


"Mama mau kemana?" tanya Dira yang tak mengerti ketika melihat Carol yang tiba-tiba pergi.


"Mama mau pergi memberi perhitungan sama orang yang sudah berani menyakiti cucu mama!" ucap Carol yang segera pergi dengan wajah penuh amarah. 


Dira ingin mencegah Carol, tapi melihat wajah Carol yang sudah terlihat sangat marah dia mengurungkan niatnya. Sebenarnya Dira juga ingin pergi memberi pelajaran kepada wanita yang telah menyakiti anaknya, tapi Saat ini dia harus menjaga Kean dan Lean.


Di sisi lain, terlihat seorang wanita tengah mondar mandir merasa cemas dan khawatir dengan anak yang tak sengaja ia dorong tadi. 


Aduh … gimana ya kondisi anak itu? Apa dia baik-baik saja? Gimana kalau orang tuanya datang untuk menuntut, ah … gak mungkin … tidak mungkin. Kalaupun mereka menuntut aku akan sewa pengacara yang handal agar bisa menolong aku dari tuntutan itu, atau aku bisa beri mereka uang konpensasi uang besar. Mereka pasti akan menerimanya karena meraka kan bukan dari kalangan keluarga kaya, jadi Mereka tidak akan bisa mengalahkan aku! Gumam Sandra yang masih terus mondar-mandir di dalam kamarnya. 


Selang beberapa menit kemudian Carol sudah sampai di pelataran rumah Sandra bersama beberapa Bodyguard. Setelah mobil berhenti di depan pintu rumah Sandra, Carol segera turun dari mobil dan menyuruh bodyguardnya untuk menggedor-gedor pintu rumah Sandra. 


Mendengar suara gedoran pintu yang sangat keras, membuat security Sandra berlari datang menghampiri. Melihat ada security yang datang, bodyguard Carol segera menghalanginya. Sedangkan ART Sandra segera datang untuk membukakan pintu. 


Melihat pintu yang sudah di buka, Carol langsung menyelonong masuk kedalam rumah.


"Sandra … keluar kamu! Teriak Carol dengan suara yang lantang. 

__ADS_1


" Nyonya, Anda jang teriak-teriak. Kalau anda ada perlu sama nyonya saya, saya akan panggilkan beliau. Tapi anda silahkan duduk dulu ya," ucap ART itu.


" Tidak perlu! Karena saya mau bertemu dengan dia sekarang juga! Dimana dia?"


Mendengar ada ribut-ribut dan suara yang memanggil namanya, Sandra segera keluar dan mengecek siapa yang datang.


Suara ketukan sandal terdengar tengah turun menapaki anak tangga. Terlihat seorang Sandra yang tengah berjalan turun dari tangga.


Melihat bahwa yang datang dan teriak-teriak memanggil dirinya adalah Carol, Sandra merasa terkejut karena selama ini Carol terlihat seperti orang yang elegan, bijaksana, dan berwibawa.


"Oh … ternya anda nyonya Carol, saya kira siapa yang datang ke rumah saya dengan teriak-teriak, " ujar Sandra yang masih berjalan menurun anak tangga. 


Melihat Sandra yang sudah turun, Carol segera menghampirinya dan memberikan sebuah tamparan keras di pipi Sandra sampai  membuat sudut bibirnya berdarah dan pipi yang terlihat ada bekas merah jari. 


Tamparan itu membuat Sandar mengernyitkan bibir menahan rasa sakit dan perih, sepertinya sudut bibirnya sobek.


" Maksud anda apa nyonya Carol, kenapa anda tiba-tiba datang ke rumah saya dengan teriak-teriak lalu menampar saya dengan begitu keras. Apa salah saya?" cetus Sandra dengan nada yang tak kalah tinggi.


Carol menyeringai. "Wah … kamu tidak tahu apa salah kamu? Kamu itu sudah melukai cucu saya sampai masuk rumah sakit!" teriak Carol dengan tatapan yang begitu tajam.


Mendengar ucapan dari Carol, Sandra terbelalak. Tidak mungkin kan kalau anak itu benar-benar cucu keluarga Fabio? . Batin Sandra.


" Saya peringatan sama kamu, Saya akan membawa masalah ini ke ranah hukum dan akan membuat kamu mendapatkan ganjaran yang setimpal karena berani-beraninya menyentuh cucu saya!" ujar Carol dan segera pergi meninggalkan Sandra yang masih tercengang mendengar apa yang di katakan oleh Carol.


...****************...


Maaf ya kalau up.nya telat karena author juga nulis novel baru dan sedikit memakan waktu lama untuk menulis adegan ini agar feel ya ngena di hati. Semoga kalian suka ya...


Benar-benar keluarga yang kalau marah sungguh menakutkan ya... 👹👹😁😁

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...


__ADS_2