
Dira Terus berjalan menuju apartemennya. Ketika sudah sampai di lantai unitnya, suasana begitu sepi dan mencengkram. Biasanya ramai, kenapa sekarang sepi begini! Seperti film horor aja. Bulu kuduk Dira mulai berdiri, apalagi mengingat kejadian tentang ada penguntit yang sedang mengincarnya membuat dira was-was dan …
Tiba-tiba ada yang memegang pundak Dira, dengan gerakan reflek Dira langsung memegang tangan, menginjak kaki, menyikut perut dan memelintir tangannya ke belakang pinggang.
" Astagfirullah hal adzim… Dir sakit, … kamu kenapa nyerang umi?," gerutu Nisa.
Dira langsung terkejut dan melepaskan tangan Nisa. " Ya Allah umi, dira minta maaf. Dira gak tau kalau itu umi, Dira kira …"
"Kamu kira siapa Dir?" tanya nisa dengan menahan sakit di kaki, perut, tangan dan pinggangnya yang terasa sangat sakit karena Dira.
"Umi gapapa?" Dira langsung membantu nisa untuk berdiri dan berjalan.
"Gapapa gimana! Badan umi sakit semua," Gerutu nisa.
Dira merasa sangat bersalah sekali melihat Nisa yang menahan sakit. "Ya maaf umi, Dira tadi beneran gak sengaja. Sumpah!!Habisnya umi gak mau manggil Dira, malah tiba-tiba tidak ada suara megang pundak Dira. Jadinya Dira reflek, takutnya orang jahat!" pungkas Dira.
"Umi itu udah panggil-panggil kamu dari tadi, tapi kamunya yang gak denger, kamu malah berlari. Makanya umi langsung pegang pundak kamu! . Memangnya kamu kenapa? seperti orang ketakutan gitu!" tanya Nisa.
Dira tidak menjawab pertanyaan Nisa. Dira takut kalau Nisa tau ada penguntit yang mengikuti dia, pasti Nisa akan sangat khawatir. Bisa-bisa Nisa tidak akan mengizinkan Dira keluar sendiri lagi!. Lalu, Dira mengalihkan pembicaraan mereka dengan bertanya tentang darimana Nisa barusan, dan bertanya apakah Kean dan Lean sudah pulang. Untungnya Nisa bisa langsung aja lupa dengan pembicaraan mereka dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Dira. Dan akhirnya, mereka sampai di Apartemen dan pintupun terbuka.
Mendengar suara pintu terbuka. Kean dan Lean yang sedang menonton kartun Langsung berlari ke arah pintu untuk menyambut mamanya.
Seketika langkah mereka terhenti, dan terkejut saat melihat Nisa yang berjalan kesakitan dengan di bantu oleh Dira.
"Astaghfirullah hal adzim… Uti kenapa?" tanya Kean dan Lean.
" Oh... Kalian coba tanya mama kamu aja. Karena mama kalian yang sudah buat Uti seperti ini!" kata Nisa.
Lean dan Kean membolakan mata, mereka sangat terkejut mendengar perkataan Nisa. Hal itu membuat Kean dan Lean saling pandang tak mengerti! Masak iya mama yang menyakiti Uti? Bagaimana bisa?. Batin Kean dan Lean.
"Maksud Uti apa ya?" Lean gak ngerti.
"Oh ya Kean Lean… mama bawa uti masuk kedalam dulu ya. Biar uti bisa istirahat dulu!."
__ADS_1
Kean dan Lean hanya menganggukkan kepala mereka dan terus menatap ke arah Nisa dan Dira.
"Kakak, apa yang sudah terjadi? Kenapa mama terlihat aneh ya? Seperti ada sesuatu yang disembunyikan gitu!," tutur Lean.
" Mungkin hanya perasaan kamu aja dek! Kamu jangan keras-keras kalau ngomong, jangan sampai mama dengar kalau kita ikut campur lagi dengan urusan mama. bisa-bisa mama makin tambah marah!" bisik Kean.
Yang di balas anggukan oleh Lean. Benar juga kata kakak. Hrrgr... Lean bergidik ngeri ketika membayangkan bagaimana wajah mamanya yang begitu menyeramkan ketika marah.
***
Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport.
Ken baru saja Landing di bandara Balikpapan ditemani dengan Rendi. Di sana sudah ada salah satu karyawan yang menjemput Mereka di Bandara.
Sejak Lending Ken terus mencoba menelepon dua bodyguard yang telah di suruh Ken untuk menjaga, melindungi dan mengikuti Dira kemanapun Dira pergi.
Mobil yang menjemput mereka sudah sampai. Ken dan Rendi masuk kedalam mobil. Dan akhirnya telepon Ken diangkat.
Kenzo : Bagaimana keadaan Dira?.
Bodyguard : Dia aman Boss. Sekarang sudah pulang ke apartemennya.
Kenzo : Bagus! Terus Awasi dia dan keluarganya. Jangan sampai ada yang menyakiti Mereka. Kalau sampai saya tahu mereka kenapa-kenapa, kalian yang akan Saya bunuh!.
Bodyguard : Baik boss, kami akan menjaga mereka dengan baik!.
Kenzo : Oke, saya pegang janji kalian!. Jangan lupa, kalian jangan sampai ketahuan oleh Dira.
Bodyguard : Siap bos!
Kenzo : oh ya, kirimkan foto-foto Dira sebagai bukti tentang ucapan kalian.
Setelah itu panggilan telepon telah terputus. Bunyi notifikasi terus berbunyi, ternyata dua Bodyguard itu telah mengirim banyak sekali foto-foto Dira hari ini.
__ADS_1
Ketika melihat foto-foto itu, Ken membolakan matanya terkejut ketika melihat foto-foto Dira dengan dokter psikiater itu. Dalam foto tersebut memperlihatkan bahwa hubungan mereka bukan hanya sebatas seorang dokter dengan pasien,. Sialan! ... Siapa pria ini, berani-beraninya dia mendekati Wanitaku! Tatapan dia ke Dira juga tidak biasa, apa mereka sudah saling kenal sebelumnya? Batin Ken dengan tangan yang sudah mengepal. Raut wajah kenzo mulai berubah, dan…Ken dibuat terkejut lagi, ketika melihat ada foto Darren disana. Dira sudah bertemu dengan Darren? Tapi, kenapa tatapan Dira begitu begitu dalam? Apa Dira sudah mengingat Darren?.
"Rendi kita selesaikan masalah di sini dalam waktu 24 jam!" titah Kenzo.
Rendi langsung terbelalak kaget tak mengerti dengan jalan pikiran ken. 24 jam? Apakah boss bercanda? Waktu kita di Kalimantan kan seharusnya 3 hari itupun sudah sangat-sangat mentok, apa iya bisa diselesaikan dalam waktu 24 jam. Rendi menggelengkan Kepalanya.
" Tapi boss, waktu 3 hari itu sudah sangat…..
" Tidak ada tapi-tapi. Karena saya akan segera pulang ke Jakarta!."
Rendi hanya bisa menghela nafas panjang. Apakah ada hal yang begitu mendesak di Jakarta? Sampai boss ya ingin segera pulang? Jika urusan tentang Dira, bukankah sudah ada bodyguard yang standby mengawasi dan menjaga Dira dan anak-anaknya. Terus apalagi? .
***
Kini Malam yang dingin dan gelap telah hadir, hanya kesunyian yang menemani dira. Fikiranya terus terbayang kejadian siang ini. Dimana dia telah mengingat sebagian ingatanya di masa lalu, dan tanpa sengaja dia juga bertemu dengan mantan suami yang dulu pernah di cintainya. Tapi, tidak untuk sekarang karena hati dira sudah mati dan membeku untuk Darren. Tapi, kenapa sekarang dia berkencan dengan wanita? Bukankah Darren suka dengan sesama jenis?.
Lamunan dira buyar Ketika mendengar ada ketukan pintu. Dengan segera Dira bangun dari duduknya, dan melangkah untuk membukakan pintu. Ketika dira membuka pintu disana sudah berdiri kedua anak kembarnya.
"Mama kita boleh gak tidur sama mama?" tanya Kean.
"Iya ma, malam ini kita pengen bobo sama mama, boleh kan ..." sahut Lean dengan menunjukkan raut wajah memohon yang terlihat imut sekali.
Dira tersenyum. "Boleh kok ... Yaudah kalian masuk yuk ...," ajak Dira.
Akhirnya malam ini Dira tidur bersama Kean dan Lean. Pelukan mereka sangat hangat dan menenangkan bagi Dira. Mereka memang adalah sebuah kado terindah yang dikirim Allah bagi Dira.
#TBC
Oke... Maaf ya guys author kemaleman up.nya. Soalnya author ketiduran dan ternyata belum di up. Semoga kalian suka....
Terima kasih banyak untuk para reader setia Papa bucin yang posesif yang sudah selalu memberikan dukungan berupa like, komen, vote, hadiah maupun klik Favorit.
Pokoknya Author sangat berterima kasih sekali dengan kalian dan salam sayang dari Author 💕💕
__ADS_1